Sabigaju.com – Beberapa hari yang lalu video Ratna Sarumpaet marah-marah kepada petugas Dishub DKI viral di sejumlah platform media sosial. Salah satunya di Twitter. Selain karena aksi marah-marah, video ini juga tampak menarik untuk sebagian orang karena saat itu Ratna Sarumpaet mengancam petugas Dishub DKI akan menelpon Anies, Gubernur DKI saat ini. Sikap Ratna Sarumpaet tersebut langsung menjadi omongan warganet. Tidak sedikit yang menyayangkan sikapnya.

Mungkin Anda pernah mendengar idiom “peraturan ada untuk dilanggar”. Anda pasti berpikir mana mungkin ada orang yang berani melanggar aturan karena ada sanksi sebagai hukumannya. Namun, bagaimana jika memang ada orang yang melanggar aturan dan tidak merasa bersalah? Bahkan, yang melanggar pun tak lain adalah orang terkenal atau setidaknya memiliki jabatan di tingkat pemerintahan. Berikut tiga dari sekian banyak publik figur yang marah-marah karena dirinya melanggar aturan.

Ratna Sarumpaet dan Derek Dishub DKI

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, baru-baru ini Ratna Sarumpaet kembali mencuri perhatian publik lantaran aksi marah-marahnya kepada petugas Dishub DKI. Ratna diduga memarkir kendaraan secara sembarangan di kawasan Taman Tebet. Di lokasi tersebut memang tidak ada marka atau tanda larangan parkir. Namun, bukan hanya Ratna saja yang apes mobilnya diderek saat kedapatan parkir di bahu jalan di sekitar taman tersebut.

Dilansir dari detik.com, Johny, seorang warga Tebet mengungkapkan kalau selama ini banyak orang apes yang mobilnya diderek karena parkir di pinggir jalan di sekitar Taman Tebet. Hanya saja yang menarik perhatian adalah reaksi Ratna Sarumpaet saat mengetahui mobilnya diderek. Dia sempat marah-marah lantaran tidak merasa bersalah, Ratna Sarumpaet menelpon Anies Baswedan untuk meminta kejelasan nasib mobilnya yang diderek petugas Dishub. Dilansir dari Kompas.com, telpon dari Ratna Sarumpaet ternyata diangkat oleh staf Anies. Selang beberapa lama, mobil Ratna Sarumpaet langsung dikembalikan ke rumah Ratna.

Sikap Ratna ini disayangkan oleh beberapa pihak, termasuk Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah. Dikutip dari CNN Indonesia, semestinya Ratna menyelesaikan persoalan tersebut dengan menghubungi pihak yang berwenang. Menurutnya, masalah hukum harus diselesaikan melalui jalur hukum. Andri juga mengungkapkan bahwa bila ada petugas Dishub DKI yang bekerja tidak tepat bisa langsung dilaporkan ke pihak berwenang seperti ke Ombudsman atau menggunggat ke lembaga hukum terkait. Bukan justru mengancam atau mengadu ke Gubernur seperti yang dilontarkan oleh Ratna saat marah-marah kemarin.

Andri juga menambahkan kalau dalam masalah ini, Ratna telah melanggar aturan karena memarkirkan mobilnya di badan jalan. Itu bertentangan dengan Perda Nomor 5 Tahun 2014.

Fajar Sidik Melanggar, Minta Perda Direvisi

Persoalan lalu lintas di Jakarta sepertinya bukan hanya tentang kemacetan. Soal sosialisasi parkir dan kesadaran masyarakat dalam memarkir kendaraannya juga menjadi persoalan tersendiri. Fajar Sidik, Anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI ini geram dan minta Perda Nomor 5 Tahun 2014 direvisi. Hal itu didasari dari pengalaman mobilnya diderek dua kali oleh petugas Dishub DKI karena parkir di bahu jalan.

Dilansir dari Kompas.com, menurutnya Perda itu perlu direvisi lantaran melarang orang parkir di bahu jalan dan mengharuskan pemilik mobil memiliki garasi di rumah. Sementara menurutnya, dengan kondisi Jakarta yang padat penduduk, memiliki garasi di setiap rumah itu cukup sulit di wujudkan. Dia pun dikabarkan sudah melaporkannya ke Pemprov DKI lantaran Perda hanya bisa direvisi bila ada permintaan dari Pemprov atau desakan masyarakat. Selain itu, Fajar Sidik juga merasa tidak bersalah telah parkir di bahu jalan karena dirinya yang anggota dewan saja rutin membayar parkir di kawasan tersebut.

Chikita Meidy Curhat di Instagram Mobilnya Diderek

Sebelum kasus mobil parkir diderek yang menimpa Ratna Sarumpaet dan Fajar Sidik, tahun lalu kasus serupa juga menjadi viral lantaran Chikita Meidy mengunggah kekesalannya karena hal yang sama di Instagram. Mantan artis cilik ini merasa kesal lantaran mobilnya yang baru berhenti di bahu jalan tiba-tiba diderek oleh petugas Dishub DKI. Chikita mengaku kesal karena dia merasa hanya berhenti dan tidak parkir lebih dari lima menit. Selain itu, dirinya juga kesal lantaran saat diderek dia masih berada di dalam mobil tersebut.

Kasus pelanggaran Perda Nomor 5 Tahun 2014 tersebut bisa dibilang relatif sering terjadi. Pihak Dishub DKI mengakui bahwa mereka tak pandang bulu menderek mobil yang kedapatan parkir sembarangan di bahu jalan. Akan tetapi, aksi marah-marah publik figur ini juga menjadi kritikan tersendiri bagi Dishub DKI. Terlepas dari publik figur tersebut menyebut orang dalam Pemprov DKI untuk upaya lepas dari jerat hukuman, aksi marah-marah mereka juga menunjukkan bahwa sosialisasi Perda Nomor 5 Tahun 2014 tersebut masih perlu dilakukan. Buktinya, ada banyak pihak yang masih gagal paham di mana lokasi yang boleh dan tidak boleh dijadikan tempat berhenti maupun parkir. Dengan adanya paham yang selaras antara pengendara dan aturan yang ada, diharapkan para pengendara mobil tersebut tak perlu lagi melihat marka atau tanda lalu lintas untuk memahami di mana saja lokasi yang boleh dia jadikan tempat berhenti sementara maupun parkir. (sbg/Erny)

Comments