Seorang pengunjung tengah menikmati tampilan lukisan yang disajikan dengan cara atraktif di Museum Digital Atelier des Lumières. (Foto Instagram epaphotos)
Seorang pengunjung tengah menikmati tampilan lukisan yang disajikan dengan cara atraktif di Museum Digital Atelier des Lumières. (Foto Instagram epaphotos)

Sabigaju.com – Jika umumnya saat kita berkunjung ke sebuah museum, kita mengeksplorasi berbagai koleksi benda seni dan bersejarah yang dipajang di ruang pameran museum.

Namun, pada zaman digital ini sebuah museum seni di kota Paris memberikan pengalaman menjelajahi museum dengan cara yang berbeda dan kreatif

Yap, di museum digital Atelier des Lumières kita bakal diajak melihat berbagai hasil karya seni populer – bukan di dalam bingkai lukisan, melainkan para pengunjung diajak menyusuri berbagai karya seni itu dalam skala besar di seluruh permukaan lantai, dinding hingga langit-langit.

Museum digital Atelier des Lumières dulunya adalah pabrik yang terbengkalai yang kemudian diubah menjadi museum digital imersif pertama di Paris. Atelier des Lumières kini menjadi tempat untuk memberikan seni sebagai media representasi baru.

Nama Atelier des Lumières sendiri jika diterjemahkan adalah Studio of Lights atau Studio Cahaya.

Pesona Museum Digital Paris

Nah, beberapa waktu lalu museum yang berada berada dibawah naungan Culturespaces, sebuah yayasan museum Perancis yang mengkhususkan diri dalam menampilkan seni imersif mengadakan pameran pembukaan yang memukau begitu banyak pengunjung.

Dalam pameran yang disebut oleh Culturespaces sebagai “Workshop of Lights”, dan ruang yang lebih besar, La Halle, didedikasikan untuk Gustav Klimt, Egon Schiele dan Friedrich Stowasser.

Uniknya di Museum Atelier des Lumières, karya-karya seniman tersebut  diubah sebagai gambar lukisan yang diproyeksikan dengan menggunakan 140 proyektor video laser ke dinding setinggi 10 meter di atas permukaan lantai serta langit langit seluas 3.300 meter persegi.

View this post on Instagram

#klimtexperience #gustavklimt #klimt #miseenscene

A post shared by Lisa Singh (@lisa_singh) on

Lukisan para seniman tersebut di suguhkan dengan tampilan yang imersif dan panoramik di seluruh ruang, dengan iringan suara musik karya Wagner, Chopin, Beethoven dan lain-lain untuk melengkapi pengalaman visual 3D.

Sulit untuk tidak terpesona oleh skala dan kedalaman pameran futuristik ini dan pengalaman multi-indera yang diberikannya.

Tarik Minat Anak Muda Untuk Minati Seni

Menurut salah seorang petinggi dari Culturespaces, Bruno Monneir, mengatakan bahwa teknologi digital sangat penting bagi pameran seni di abad ke-21.

Pameran seni tersebut menurutnya  untuk menghubungkan koneksi antar era, menambahkan dinamisme pada praktisi seni, memperkuat emosi sekaligus menarik banyak minat pengunjung.

Culturespaces menekankan pentingnya pameran seni digital. Dan, museum Studio of Lights akan menjadi tempat yang mewadahi pameran berteknologi semacam ini.

Jika kamu sedang mampir di Paris, jangan sampai tidak mengunjungi Atelier des Lumières yah. (Sbg/Rig)

Comments