Penelitian ilmiah mengungkapkan bahwa suara bisa jadi alat deteksi seseorang berselingkuh atau tidak.
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Salah satu hal yang menjadi keunikan manusia adalah suara dari setiap manusia yang berbeda satu sama lainnya. Ada yang terdengar lembut, agak serak, bernada tinggi ataupun rendah.

Namun demikian saat mendengarkan lagu secara acak, kita bisa dengan langsung mengenali siapa penyanyinya. Begitu juga saat ada teman yang memanggil nama kita, tapi kita tidak bisa menemukannya. Kita bisa tahu, suara siapa itu.

Tak bisa dibayangkan apa yang terjadi jika semua orang memiliki warna suara yang sama, Anda mungkin tak akan mengenali siapa yang memanggilmu.

Lantaran itulah suara manusia. Ini mirip  seperti sidik jari dan bisa jadi alat deteksi apakah kamu berselingkuh atau tidak! Nah Lho.

BACA JUGA: Sulitnya Mencegah Perselingkuhan Saat ini

Mendeteksi Selingkuh Lewat Suara

Dalam sebuah penelitian yangpernah dilakukan oleh Susan M. Hughes dan Marissa A. Harrison yang dipublikasikan dalam Journal Evolutionary Psychology beberapa waktu lalu,  kamu perlu mendengarkan suara pasangan untuk mengetahui apakah mereka berselingkuh atau tidak.

Untuk mendapat temuannya,  penelitian tersebut merekrut 64 mahasiswa dan 88 mahasiswi. Para peserta kemudian diminta mendengarkan 10 suara laki-laki dan 10 suara perempuan.

Lima orang dari masing-masing kelompok yang rekaman suaranya diputar menyebut bahwa mereka telah berselingkuh, baik di hubungan sebelumnya maupun yang sedang dijalani. Para peserta tidak diberi informasi tentang latar belakang orang yang suaranya mereka dengarkan.

Dengan kata lain, mereka mendengarkan suara tanpa mengetahui apa pun tentang orang tersebut. Tanpa informasi apa pun, para peserta diminta untuk menilai apakah orang yang suaranya mereka dengarkan pernah berselingkuh atau tidak.

BACA JUGA: Selingkuh Non-Fisik Bisa Terjadi Lewat Hal Berikut Ini

Hasilnya, para peserta mampu mengidentifikasi siapa saja yang pernah melakukan perselingkuhan. Sayangnya, para peneliti tidak bisa mengidentifikasi secara tepat kualitas akustik seperti apa yang bisa menandai perselingkuhan.

“Kami tidak dapat mengidentifikasi secara tepat kualitas akustik mana yang mengendalikan persepsi tentang perselingkuhan,” tulis peneliti.

“Ini menarik, kemudian, untuk menduga aspek apa dari suara manusia yang digunakan untuk membuat penilaian akurat. Karena kami menghilangkan perbedaan antara isyarat suara kelompok yang lebih mencolok, yang mungkin menjadi faktor pendorong (penilaian),” imbuhnya.

Para peneliti menyebut, salah satu alasan yang mungkin membuat para peserta bisa memprediksi secara akurat orang yang berselingkuh adalah karena mereka pernah diselingkuhi sebelumnya.

Dengan kata lain, orang yang berselingkuh bisa saja berbicara dengan cara yang mirip. Tapi, menunjukkan dengan tepat bagaimana cara bicara orang yang berselingkuh sangat sulit.

BACA JUGA: Menebak Gairah Seks dan Potensi Selingkuh dari Bentuk Wajah 

Pria Bersuara Lebih Dalam

Dalam sebuah ulasan yang pernah ditulis oleh Viktoria Mileva, peneliti postdoktoral bidang psikologi di University of Stirling (Inggris) dan Juan David Leongomez, asisten profesor psikologi perkembangan di El Bosque University (Kolombia). Wanita cenderung menilai pria bersuara lebih dalam lebih mungkin melakukan perselingkuhan. Selain itu, wanita juga menilai pria yang menggunakan nada rendah juga melakukannya.

Ini mungkin didasari karena pria dengan vokal lebih dalam dan lebih rendah biasanya membuat banyak wanita tertarik. Suara lebih dalam para pria cenderung dikaitkan dengan maskulinitas.

Hal itu menunjukkan bahwa isyarat vokal memang bisa digunakan untuk mengetahui perselingkuhan.

Apalagi, jika ada sesuatu dari suara pasangan yang membuat Anda merasa tidak nyaman, mungkin perlu dipikirkan kembali.

“Temuan ini memperluas gagasan bahwa suara manusia mungkin bernilai sebagai alat pendeteksi perselingkuhan,” tulis para peneliti. “Informasi vokal yang sangat tipis adalah hal yang dibutuhkan untuk membuat penilaian tertentu terhadap orang lain,” tutupnnya.  (Sbg/Rig)

Comments