Behenti melakukan stigma
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Tak mudah menjadi pasien yang terinfeksi Covid-19 selain harus berjuang agar kembali pulih masih harus menghadapi stigma negatif dari masyarakat yang belum menyadari pentingnya etika kepedulian dan empati.

Sayangnya, tak sedikit masyarakat yang malah menunjukan stigma negatif saat menanggapi bertambahnya angka pasien dan penyintas Covid-19.  sebagai informasi jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia kian melonjak, hingga Kamis 6 Agustus, total kasus Covid-19 berjumlah 118.753.

Jika terus terpelihara di masyarakat, stigma sosial dapat membuat orang-orang menyembunyikan sakitnya supaya tidak didiskriminasi, mencegah mereka mencari bantuan kesehatan dengan segera, dan membuat mereka tidak menjalankan perilaku hidup yang sehat.

BACA JUGA: Dukungan Sosial yang Dibutuhkan selama Pandemi 

Stigma Negatif Bikin Luka Mendalam

Ada banyak cara masyarakat merespon Covid-19 dengan stigma negatif dan hanya terjadi di Indonesia.

Salah  satu yang pernah terjadi misalnya pernah terjadi kala seorang seniman terinfeksi Covid-19. Hal itu malah ditanggapi oleh beberapa netizen sebagai seniman dikait-kaitkan sebagai tulah terjangkit Covid-19.

Hinaan dan tudingan negatif diterima pastinya mengoyak hati mereka. Bahkan, ujaran kebencian tak berhenti sesudah mereka sembuh. bahkan masih ada warganet yang masih menyudutkan mereka di media sosial.

Padahal cercaan yang tidak benar di media sosial malah memberi luka mendalam bagi pasien.

Mari bayangkan perasaan sedih, marah, emosi negatif ataupun cara pasien dan penyintas Covid-19 menghadapi stres apalagi dengan terpaan informasi yang sangat banyak dan belum semua terverifikasi kebenarannya.

BACA JUGA: Toxic Positivity, Gaung Penyemangat Busuk di Masa Pandemi 

Yuk Tumbuhkan Kepedulian

Kini kesadaran pentingnya etika kepedulian dan empati mulai digaungkan terutama dalam berkomunikasi dengan pasien dan penyintas Covid-19.

Etika kepedulian dan empati pada pasien sangat penting saat ini seiring dengan peningkatan jumlah kasus Covid-19

Empati dan mengubah stigma negatif pada penyintas sangat penting pula untuk menjamin kesehatan mental pasien selama pandemi.

Daripada menunjukkan stigma sosial, alangkah lebih bijak jika kita berkontribusi secara sosial, yaitu dengan:

1. Membangun rasa percaya pada layanan dan saran kesehatan yang bisa diandalkan;

2. Menunjukkan empati terhadap mereka yang terdampak;

3. Memahami wabah itu sendiri

4. Melakukan upaya yang praktis dan efektif sehingga orang bisa menjaga keselamatan diri

BACA JUGA: Mentalitas Kepiting, Si Sirik yang Nggak Suka Kamu Sukses 

Kita ditantang untuk tak boleh bosan-bosannya mengingatkan kalau orang yang terkena Covid-19 tidak boleh disingkirkan dari lingkungannya

Stigma kepada korban, termasuk keluarga maupun rekan-rekan di lingkungan kerjanya, juga berdampak negatif terhadap kondisi fisik dan psikologis.

Stigma akan menimbulkan marginalisasi dan memperburuk status kesehatan dan tingkat kesembuhan serta berkontribusi terhadap tingginya angka kematian. Mari hentikan stigma negatif kepada para pasien Covid-19. (Sbg/Rig)

Comments