Status Facebook
(Foto; Unsplash)

Sabigaju.com – Umumnya Saat kita memposting  status Facebook, adalah untuk mencurahkan berbagai perasaan yang sedang kita rasakan

Sekilas  hal tersebut bisa saja  namun kamu tahu gag sih kalau status Facebook berkaitan dengan  hal lain yang berkaitan dengan dirimu.

Hal hal tersebut berkaitan dengan kesehatan baik mental maupun fisik hingga kapan penggunanya melakukan hubungan seks.

BACA JUGA: 

Penelitian Kaitan Status Facebook dengan Keadaan Fisik dan juga Mental

Berdasar studi yang dilakukan oleh para peneliti di Penn Medicine and Stony Brook University, diketahui bahwa setiap kata  tertentu yang dituliskan di status Facebook, mencerminkan keadaan fisik dan juga mental penggunanya.

Menurut mereka  apabila si pengguna kerap menggunakan kata “Tuhan” dan “Doa”, dalam stutus facebook maka si pengguna kemungkinan besar sedang menderita diabetes.

Penemuan lain juga menemukan bahwa bila pengguna kerap menggunakan kata “bodoh” (dumb) atau kata-kata kasar dalam status facebook,  kemungkinan besar ia adalah pecandu NARKOBA atau gangguan kejiwaan lainnya.

Melihat hal tersebut, tak pelak kitapun merasa penasaran, bagaimana proses penelitian ini dilakukan?

Nah, para peneliti mem-follow 1000 pengguna FB yang sudah sepakat untuk membagikan rekor medis pribadi mereka ke para peneliti.

Mereka pun kemudian meneliti dan mendapatkan 21 variasi kondisi kesehatan yang dialami oleh penggunanya.

Lebih jauhnya, 10 kondisi diantaranya diketahui dapat diteliti dengan jauh lebih baik dan cermat daripada menggunakan data demografis biasa (yang pada umumnya).

Di hasil penelitian , lebih jauhnya ditemukan bahwa kata-kata status FB, juga bisa memprediksi apakah si pemilik akun sedang depresi atau tidak sama sekali.

Bahkan prediksi ini ditemukan oleh mereka setidaknya 3 bulan sebelum akhirnya si pemilik memeriksakan diri ke klinik dan memang terbukti banget prediksinya tersebut.

BACA JUGA: Facebook Segera Luncurkan Uang Digital Libra

Tidak Selalu Akurat

Walau dikatakan kerap terbukti, faktanya hal ini tidak selalu akurat. Hal ini bahkan dikatakan sendiri oleh pencetus pernyataan pembahasan ini, Raina Merchant, penelitian / simpulan ini masihlah dalam tahapan yang benar-benar awal.

Jadi belum tentu pengguna akun FB yang kerap menulis kata-kata kasar / umpatan di status FB, memanglah memiliki masalah minum-minum atau obat-obatan terlarang. Bisa saja memang dirinya “hobi” menulis dengan menggunakan kata-kata kasar.

Walau demikian, Merchant berharap bahwa penemuan yang ia dan tim-nya temukan ini, setidaknya bisa membantu mereka-mereka untuk lebih waspada dari dini hari. Dengan kata lain, bisa dijadikan tolak ukur awal.

Dilanjutkan lagi olehnya, diperlukan penelitian atau pembelajaran lebih jauh lagi agar bisa benar-benar memastikan seluruh penelitian yang didapatkan ini.

BACA JUGA: Mirip Tinder, Facebook Dating Ramaikan Persaingan Aplikasi Kencan

Facebook Ketahui Kapan Penggunanya Berhubungan Intim?

Baru-baru ini  Facebook juga diklaim dapat mengetahui kapan penggunanya melakukan hubungan seks. Apakah Facebook memata-matai kegiatan pribadi kita lewat kamera ponsel?

Akan tetapi, yang dimaksud Facebook dapat mengetahui kapan seseorang berhubungan seks adalah aplikasi pelacakan periode yang menjadi pihak ketiga.

Studi yang dilakukan oleh Privacy International menunjukkan bahwa sejumlah aplikasi yang digunakan untuk mencatat siklus menstruasi dapat berbagi sejumlah informasi yang sangat pribadi dengan Facebook.

Aplikasi pencatat menstruasi banyak digunakan oleh kaum wanita. Alasan mereka memakai itu adalah untuk memantau waktu menstruasi, tapi yang paling umum ialah dalam rangka program kehamilan.

Platform ini dapat membantu memantau ovulasi (sel telur siap dibuahi) pada hari-hari yang berpotensi bisa menghasilkan konsepsi (pembuahan).

Untuk hasil yang akurat, aplikasi perlu mendapat sejumlah informasi dari pengguna. Di antaranya informasi saat pengguna tengah melakukan hubungan seks, mereka harus melakukan laporan di aplikasi. Selain itu ada tanggal menstruasi, gejala fisik dan emosional. (Sbg/Mrv)

Comments