Sabigaju.com – Memasuki minggu keempat November 2020, ada sejumlah peristiwa yang mengemuka dan menjadi atensi dan perbincangan publik serta netizen di berbagai lini media sosial.

Mulai dari dicopotnya Kapolda Metro Jaya dan Jabar hingga rencana pembukaan sekolah di masa pandemi yang menjadi perbincangan hangat di berbagai lini media sosial

Berikut selengkapnya sejumlah peristiwa yang menjadi atensi publik dan netizen di minggu keempat November 2020.

BACA JUGA: Mengemudi Mobil Saat Macet, Jangan Ngegas Terus Gaes

1. Alya Vs CBR berujung Damai

Di minggu keempat November 2020 Sebuah kecelakaan antara mobil Daihatsu Ayla dengan motor Honda CBR 1000RR di Purwokerto mendadak viral di media sosial.

(Foto: Instagram.com/fidizocean)

Hal yang membuat warganet heboh ialah perbandingan harga keduanya yang drastis. Meski berupa sepeda motor, CBR 1000RR SP memiliki harga enam hingga tujuh kali lipat dari mobil Ayla. Bahkan dikabarkan keluarga pengendara Ayla siap mengganti rugi dengan rumah.

Namun, pengendara motor CBR1000RR SP yang diseruduk pengemudi mobil Ayla, Dimas Prasetyahani lewat unggahan di akun Instagram Pribadinya mengaku mempertimbangkan berdamai dengan penabraknya.

(Foto: Instagram.com/dimas_prasetyahani)

Dimas mengaku iba dengan pengemudi Ayla, A (30) yang menjadi tulang punggung keluarganya.Dimas juga menyebut kalau dirinya tak tega mengingat istri pengemudi mobil juga tengah hamil.

Dimas sendiri bersyukur meski sengaja ditabrak pengemudi Ayla, dirinya tak luka parah. Selain itu, dia mengaku memetik pelajaran dari peristiwa yang dialaminya ini.

2. Rencana Pembukaan Sekolah Januari 2021

Di minggu keempat  November 2020, publik dan netizen ramai memperbincangkan soal langkah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang mengeluarkan kebijakan terkait sekolah tatap muka di tengah pandemi.

Nadiem kini memperbolehkan pembelajaran tatap muka di sekolah  yang berlaku mulai semester genap tahun ajaran 2020/2021, tepatnyaa Bulan Januari 2021.

Nantinya pembukaan sekolah dilakukan secara bertahap. Sekolah menengah atas (SMA) dan menengah pertama (SMP) akan dibuka lebih dulu, kemudian diikuti sekolah dasar dan pendidikan anak usia dini (PAUD).

Nadiem beralasan, siswa di SMA dan SMP dianggap dapat lebih memahami protokol kesehatan. Karena itu, pembukaan sekolah dilakukan untuk SMA dan SMP.

(Foto: Instagram/kemendikbud.ri)

Nadiem mengatakan keputusan pembukaan sekolah akan diberikan kepada tiga pihak, yakni pemerintah daerah, kantor wilayah (kanwil) dan orang tua melalui komite sekolah.

Ia pun menegaskan, orang tua masing-masing siswa dibebaskan untuk menentukan apakah anaknya diperbolehkan ikut masuk sekolah atau tidak. Sekalipun, sekolah dan daerah tertentu telah memutuskan untuk membuka kembali kegiatan belajar tatap muka.

Nadiem menegaskan kembalinya sekolah tatap muka kini dengan menerapkan beberapa protokol baru. Termasuk dengan memastikan kapasitas siswa di dalam kelas serta tidak diperkenankan memicu kerumunan.

BACA JUGA: Apakah Aman Kembali Sekolah di Masa New Normal?

3. Pujian Warganet terhadap Ketegasan Pangdam Jaya

Di minggu keempat November 2020 warganet menyorot ketegasan yang dilakuakan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman emerintahkan jajarannya untuk mencopot spanduk dan baliho pemimpin Front Pembela Islam (FPI) bergambar Rizieq Shihab yang tersebar di Ibu Kota.

Sebelumnya memang beredar viral sebuah video yang menunjukkan sejumlah pasukan berbaju loreng yang mencopot baliho Rizieq Shihab.

(Foto: Instagram @kodamjayakarta)

Dudung menjelaskan alasan pencopotan spanduk dan baliho adalah demi ketertiban umum. Pasalnya, menurut Dudung, sejumlah petugas Satpol PP sudah menurunkan baliho yang dipasang tanpa izin itu. Namun, pihak FPI justru kembali memasang baliho-baliho tersebut. Oleh karena itu, TNI turun tangan.

Dudung pun memastikan operasi untuk menurunkan baliho Rizieq masih akan terus berlanjut. Pujian deras dari warganet pun mengalir deras di berbagi lini media sosial atas ketegasa yang di lakukan sosok Pangdam Jaya tersebut

4. Jerink Di Vonis 1 Tahun 2 Bulan Penjara

Hal lain yang juga menjadi sorotan publik dan warganet di minggu keempat November 2020 adalah vonis 1 tahun 2 bulan penjara yang dijatuhkan terhadap I Gede Ari Astina alias Jerinx oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar atas kasus ujaran kebencian ‘IDI Kacung WHO’.

(Foto: Instagram.com/gendovara)

Jerinx SID sebelumnya dituntut 3 tahun penjara dan denda Rp 10 juta.Penggebuk drum Superman is Dead tersebut dinilai melanggar Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 54A ayat (2) UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Jerinx memiliki waktu satu minggu untuk menentukan sikapnya atas vonis itu. JPU juga menyatakan akan pikir-pikir soal vonis hakim.

BACA JUGA: Berkerumun Kok Nggak Dilarang, Padahal Masih Pandemi

5. Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jabar Dicopot

Di Minggu keempat November 2020 Publik dan netizen ramai membahas sososk Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dan Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi yang dicopot dari jabatannya.

Pencopotan itu tertuang dalam surat telegram Kapolri tertanggal 16 November 2020.

Dalam telegram itu, Nana akan menduduki jabatan baru, yaitu Koorsahli Kapolri. Jabatan Nana selaku Kapolda Metro Jaya akan diemban oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Muhammad Fadil Imran.

Sementara itu, Rudy dimutasi menjadi Widyaiswara Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri. Posisi Kapolda Jabar akan diisi oleh Irjen Ahmad Dofiri.

Tak sedikit kalangan yang menilai kalau pencopotan Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jawa Barat harus menjadi pelajaran bagi anggota kepolisian lain dalam melaksanakan protokol kesehatan. (Sbg/Rig)

Comments