dialog gini hari
Beberapa waktu lalu Dialog Gini Hari yang dipandu Daus Gonia berdialog dengan Lilik F Pracaya mengeni rencana pemerintah menerapkan aturan pajak terhadap E-Commerce di tanah air ( Foto: Yovita/Sabigaju.com)

Sabigaju.com – Beberapa waktu lalu Sabigaju.com mengadakan siaran striming Dialog Gini Hari dengan narasumber, Lilik F. Pracaya, seorang konsultan Pajak yang yang sudah menggeluti bidang pajak selama 20 tahun.

Adapun pembahasan tema Dialog Gini Hari yang disiarkan secara striming tersebut mengambil tema bagaimana penerapan rencana penetapan Pajak di industri e-commerce sebagai bisnis digital baru yang sedang berkembang pada era sekarang ini.

Potensi-potensi bisnis digital saat ini sudah menjadi kegiatan ekonomi yang pada kenyataanya telah mendatangkan hasil yang baik untuk  masyarakat yang kini banyak memulai  start up bisnis  dan sedang berencana mengembangkan bisnis berbasis digital

Dialog yang dipandu oleh host Daus Gonia tersebut sempat mempertanyakan tentang urgensi melakukan pembayaran pajak yang menurut banyak orang masih bersifat intimidatif atau memaksa. Pertanyaan dari Daus pun dijawab oleh Lilik F. Pracaya selaku narasumber dengan menjelaskan tentang pentingnya kesadaran para masyarakat dalam membayar pajak (“Tax Awareness”).

Pajak E-Commerrce Bukan untuk Menakut-nakuti ataupun Intimidatif

Lilik juga menjelaskan bahwa pajak itu sebenarnya tidak serta merta intimidatif atau bertujuan menakut-nakuti masyarakat.

dialog gini hari
Menurut Lilik saat ini pemerintah Indonesia a masih mencari formula terbaik untuk meningkatkan industri E Commerce yang dalam pandangannya masih tergolong balita. (Foto: Yovita/Sabigaju.com)

Sebab pembayaran pajak yang nantinya dikeluarkan pada akhirnya juga dipergunakan untuk kepentingan rakyat Indonesia. Ditambahkan pula  olehny yang menyatakan pendapatan yang diperoleh lewat pajak juga untuk membiayai berbagai kebutuhan Infrastruktur, membayar hutang negara dan sebagai support terhadap jalannya pemerintahan saat ini.

Lilik menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu takut atau khawatir jika ada para individu yang ingin membuka usaha baru di bidang e-commerce sebab menurutnya saat ini pemerintah akan memberikan insentif atau support terhadap para pelaku bisnis baru.

Menurut Lilik  support yang dimaksud disini adalah pajak kecil yang hanya dipungut 1% (untuk omset 4.8 Miliar) per tahun. Perlakuan dan sistem dari pajaknya pun sama dengan bersifat konvensional seperti yang terjadi seperti saat ini.

Lebih lanjut Lilik juga menjelaskan tentang perbedaan perlakuan pemungutan pajak yang dilakukan bisa dipungut melalui individu atau dilakukan melalui naungan badan hukum. seperti Kongsi CV, Firma dan badan usaha lainnya.

Hal ini diperlukan untuk keperluan fleksibilitas dari para pelaku usaha yang sedang menjalankan bisnisnya.

Menanti Formula Aturan E-Commerce

Menurut Lilik saat ini pemerintah Indonesia masih mencari formula terbaik untuk meningkatkan industri E Commerce yang dalam pandangannya masih tergolong balita.

Lilik berharap agar ke depan pemerintah dapat fokus akan hal ini sebab jika potensi E Commerce berjalan dengan semestinya diberlakukan menjadi dorongan ekonomi baru yang menguntungkan bagi seluruh golongan masyarakat. Untuk itu Lilik berharap agar kesadaran masyarakat meningkat terhadap Tax Awareness untuk pembangunan Indonesia yang lebih baik, tutupnya.

Buat kalian yang ingin menyaksikan secara lengkap Dialog Gini Hari berkaitan dengan bagaimana penerapan rencana penetapan Pajak di industri e-commerce Anda dapat menyaksikan videonya di bawah ini. Selamat menyaksikan (Sbg/Ary/Rig)

Comments