Kemenangan Putin memang sudah diprediksi dari awal oleh banyak pihak. Namun di balik kemenangannya, apa sebenarnya yang membuat Putin kembali memenangkan hati rakyat Rusia?

Sabigaju.com – Dinyatakan menang dengan suara lebih dari 76 persen pada pemilu Rusia, Vladimir Putin sekali lagi menjabat sebagai Presiden. Ketujuh saingannya bahkan menyatakan tidak percaya diri dapat mengalahkan Putin. Setelah 18 tahun menjabat sebagai Presiden, mulai tahun ini hingga 2024, Putin dipastikan meneruskan kekuasaannya di Rusia.

Diumumkan Minggu lalu dalam penghitungan suara, Putin berhasil mengalahkan lawan paling potensial, Pavel Grudinin, yang mendapat 12 persen suara. Sebelum masa pemilihan berlangsung, Putin bahkan sempat menertawakan para awak media yang memprediksi kemenangannya. Ia berkata bahwa tak mungkin akan terus menjabat sebagai Presiden hingga usianya 100 tahun. Namun kenyataannya, sejak tahun 2012 elektabilitas Putin justru naik dari 64 persen menjadi 80 persen.

Pemilu dan Dugaan Kecurangan

Selama proses pemilihan berlangsung, pemerintah Rusia menempatkan sistem kamera keamanan di lokasi pengambilan suara. Kabarnya terlihat beberapa keganjilan, seperti adanya upaya pemilih menutupi kamera dengan dekorasi dan balon. Dilaporkan juga bahwa beberapa pemilih mendapat tekanan seperti ancaman pekerjaan dan sebagainya.

Salah satu kandidat yang bersaing dengan Putin, Navalny, mencoba untuk memprotes berbagai kecurangan ini dengan boikot dan lewat media sosial Youtube-nya. Belum sempat mendapat reaksi signifikan dari langkah protesnya, angka pemilih justru sudah mencapai lebih dari 70 persen menurut prediksi beberapa media.

Kemenangan Putin

Terlepas dari kabar terbunuhnya mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal dan anaknya di Inggris, Putin merasa isu itu tidak mempengaruhi pemilu di Rusia tahun ini. Sama halnya dengan konflik regional State Duma yang menolak kepresidenan Putin di tahun 2016, isu nuklir juga tidak menghadang Putin untuk menang.

Dalam pidato kemenangannya, Putin menyebutkan bahwa rakyat telah melihat kinerja yang bagus. Ia juga menyatakan salut pada masyarakat yang telah menjaga persatuan dan demokrasi di Rusia.

Selama menjalani 18 tahun di pemerintahan sebelumnya, Putin memang telah banyak merangkul media dan publik dengan akrab. Tentu ini mendatangkan rasa simpati dari publik kepada sang Presiden negeri Komunis tersebut.  (sbg/Novel)

 

Comments