Fitur Dark Mode
(Foto: Pixabay.com)

Sabigaju.com – Para pengguna smartphone begitu menyukai fitur dark mode. Terlebih dalam beberapa waktu terakhir sejumlah sistem operasi dan aplikasi ramai-ramai mengenalkan fitur mode gelap ini.

Sebut saja iOS 13 dan Android Q yang mulai mengawali perkenalan fitur dark mode dengan pengguna perangkat mobile.

Kemudian Windows 10 dan macOS memperkenalkan fitur yang sama di perangkat desktop, menyusul kemudian Chrome dan Firefox hingga Youtube yang juga memiliki dark mode. Bahkan File Explorer di Windows sekarang mendukung fitur tersebut.

Belakangan aplikasi pesan Whatsapp juga dikabarkan  bakal mengadopsi fitur dark mode sebagai opsi untuk para penggunanya.

Kendati sedang digemari, sejumlah penelitian justru menunjukkan bahwa fitur dark mode memiliki risiko lho bagi diri kita. Apa saja resiko tersebut, simak ulasannya berikut ini

BACA  JUGA: Cara Mengatasi Serangan Virus SMS Chat-V

Mengganggu Produktivitas

Menurut publisher kenamaan, Adam Engst, layar dengan latar belakang dark mode justru dapat mengganggu produktivitas pengguna.

Engst mengkritik sejumlah promosi dark mode merupakan hal yang konyol. Menurut dia, situs yang mengklaim penggunaan dark mode mudah ‘dilihat dalam segala hal’ itu tidak sepenuhnya benar.

Berdasarkan sejumlah penelitian, Engst meyakini teks hitam pada latar belakang putih lebih baik daripada teks putih pada latar belakang hitam atau dark mode.

Dia menyoroti penelitian yang menunjukkan teks hitam di atas putih atau polaritas positif lebih mudah dibaca.

BACA JUGA: Rekomendasi Keceh Aksesori Smartphone Kekinian Buat Kamu 

Tampilan gelap-terang atau polaritas positif dalam Mode Terang (Light Mode) memberikan kinerja yang lebih baik. Hal itu terutama dalam memberi fokus mata, mengidentifikasi huruf, menyalin huruf, memahami teks, dan membaca dengan cepat.

Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the Human Factors and Ergonomics Society, menunjukkan penggunaan tampilan polaritas positif hanya sedikit menimbulkan kelelahan visual.

Meskipun dengan hits, Engst menilai fitur dark mode dianggap tidak akan membantu mengurangi kelelahan mata setelah seseorang menghabiskan waktu menatap layar sepanjang hari.

Bikin Mata Tegang

Dalam studi yang dilakukan oleh Axel Buchner dan Nadine Baumgartner berpendapat, otak manusia cenderung nyaman dengan polaritas positif daripada polaritas negatif ketika menghadapi fokus kecepatan, konsentrasi, dan mengoreksi kinerja dalam dunia digital.

Sebagian besar aktivitas yang dilakukan pada perangkat adalah membaca dan menulis teks. Buchner dan Baumgartner menemukan bahwa light mode memungkinkan seseorang untuk lebih cepat fokus pada teks dan elemen tampilan.

BACA  JUGA: Tren Podcast Bakal Bersinar di Tahun 2020 Ini?

Sedangkan dark mode akan membuat sedikit lebih sulit untuk membedakan elemen teks dan antarmuka (interface) visual, sehingga menghambat kinerja membaca seseorang dan akhirnya membuat mata menjadi tegang.

Alasan yang dianggap sangat sah untuk hal itu adalah teks dengan dark mode terlihat tidak alami bagi pengguna karena sangat berbeda dari teks yang dicetak di atas kertas.

So, pertimbangkan kesehatan yah gaes bila kamu memilih untuk menggunakan fitur dark mode di berbagai perangkat gadgetmu . (Sbg/Rig)

Comments