Bencana Banjir Besar
(Foto: [email protected])

Sabigaju.com – Bencana banjir besar yang melanda Jakarta pada Selasa (26/02 2020)lalu merupakan banjir kesekian kalinya yang terjadi di awal 2020.

Sebagaimana diketahui, Jakarta sudah berulang kali dilanda banjir di awal tahun 2020. Tercatat, banjir pernah terjadi pada 1 Januari 2020, 23 Febuari 2020 dan kini 25 Februari 2020.

Terkait akan hal itu, sebuah studi yang dibuat oleh perusahaan konsultan risiko dan strategis global Verisk Maplecroft menganalisis  beberapa kota paling berisiko rentan terhadap kenaikan permukaan air laut dan cuaca ekstrem

Untuk kota yang paling berisiko adalah Dubai, Alexandria, dan New York. Sementara Kota-kota besar Asia antara lain Tokyo, Jakarta, Ho Chi Minh, dan Shanghai.

Dari Informasi tersebut, sepertinya  kita harus selalu siaga dalam menghadapi kemungkinan datangnya bencana banjir.

BACA JUGA: Penanganan Psikologis untuk Korban Banjir Besar di Jakarta

Persiapan dan Langkah Menghadapi Banjir

Berikut rincian langkah persiapan menghadapi bencana banjir:

Sebelum Banjir:

  • Menyimak informasi cuaca dan peringatan dini
  • Menyiapkan tas siaga bencana
  • Menyelamatkan barang-barang berharga
  • Memantau dan mewaspadai lingkungan tempat tinggal

Saat Banjir

  • Mematikan aliran listrik dan gas
  • Mengambil Tas Siaga bencana
  • Pergi ke tempat yang lebih tinggi
  • Menginformasikan lokasi tempat berada untuk evakuasi

Saat Harus Mengungsi

  • Meninggalkan lokasi tergenang air
  • Menghindari dan mewaspadai arus air yang kuat dan genangan yang dalam
  • Menjauhi tiang listrik atau sumber listrik
  • Menunggu arahan yang berwenang dan jangan kembali ke rumah sebelum surut

BACA JUGA: Mengalami Depresi Pasca Banjir, Yuk Bangkit

Siapkan Tas Bencana

Kini guna mengantisipasi bencana banjir, masyarakat mempersiapkan tas siaga bencana sebelum banjir melanda rumah mereka. Sehingga ketika bencana datang, kita sudah mempunyai persiapan.

Berikut adalah rekomendasi isi dari Tas Siaga Bencana (TSB) dilansir dari Buku Saku Siaga Bencana:

1. Surat-surat penting seperti Akta Kelahiran, Ijazah, Surat Kendaraan, Kartu Keluarga, dll.
2. Pakaian untuk 3 hari termasuk selimut, handuk, dan jas hujan
3. Makanan ringan dan tahan lama seperti mie instan, abon, coklat, biskuit, dll
4. Air minum yang setidaknya dapat mendukung kebutuhan selama 3 hari
5. Obat-obatan pribadi atau umum
6. Alat bantu penerangan seperti senter, lilin, korek api, dsb
7. Siapkan uang tunai dalam tas untuk bekal selama kurang lebih 3 hari
8. Peluit sebagai alat bantu pertolongan
9. Masker sebagai alat lindung pernafasan
10. Perlengkapan mandi
11. Radio atau ponsel untuk memantau informasi lebih lanjut mengenai bencana alam. Jangan lupa siapkan pengisi daya atau power bank.

BACA JUGA: Biar Nggak Mogok, Nih Cara Menerjang Banjir

Selain menyiapkan Tas Siaga Bencana tersebut, perlu juga untuk memiliki rencana darurat keluarga.

Rencana darurat tersebut meliputi analisis ancaman bencana di lingkungan, identifikasi titik kumpul, mengumpulkan nomor penting seperti TIM SAR, rumah sakit terdekat, dll.

Masyarakat harus mengenali potensi risiko bencana dan tingkat kerentanan daerah masing-masing.

Sebab, bencana yang terjadi tidak hanya banjir saja, melainkan dapat terjadi kebakaran dan lainnya.  (Sbg/Rig)

Comments