Pemilu 2019
Hari Rabu 17 April mendatang, Bangsa Indonesia akan melakukan Pemilihan Umum alias Pemilu 2019 untuk memilih Presiden dan wakil Presiden serta anggota legislatif. (Foto: KPU)

Sabigaju.com – Besok, Hari Rabu 17 April mendatang, Bangsa Indonesia akan melakukan Pemilihan Umum alias Pemilu 2019 untuk memilih Presiden dan wakil Presiden serta anggota legislatif.

Meski kini tengah memasuki masa tenang dan tidak dalam keadaan berkampanye, namun pendukung masing masing capres saling bersuara di media sosial, Twitter salah satunya.

Yup, H-1 jelang pencoblosan Pemilu 2019, Selasa (16/4/201, media sosial Twitter kembali diramaikan hashtag dari kedua pendukung calon.

Dari pantauan Sabigaju.com , hingga siang ini terdapat lima hashtag teratas yang mengisi kolom trending topik di Twitter. Kelimanya adalah

Tagar #BismillahInsyaAllahPrabowo #01TheChampion, #HabisNyoblosNgapain, #janganmaudipecah, serta tagar #RabuNyoblosYuk.

Nah terkait berlangsungnya Pemilu 2019, lembaga kajian berbasis di Australia, Lowy Institute, menilai kalau Pemilu 2019 di Indonesia termasuk paling rumit dan paling menakjubkan di dunia

Mengapa Pemilu 2019 Idonesia dinilai sebagai hal yang rumit? Berikut uraiannya

BACA JUGA: Millenial Enggak Bakal Baper soal Beda Pilihan Politik

Besarnya Jumlah Pemilih

Jumlah pemilih sebanyak 193 juta orang pada pemilu kali ini merupakan yang terbesar di dunia dalam hal memilih presiden secara langsung. Jumlah ini bertambah sebanyak 2,4 juta orang dari pemilu 2014 lalu.

Dan untuk pemungutan suara dilaksanakan di 809.500 tempat pemungutan suara (TPS), di mana setiap TPS akan melayani sekitar 200 hingga 300 orang pada saat hari pencoblosan.Pada pemilu tahun 2014, jumlah TPS sekitar 500.000 dan setiap TPS melayani sekitar 400 pemilih.

BACA JUGA: Bikin Rugi dan Nggak Keren! Debat Politik di Medsos Itu Buang Waktu 

Pemilih Juga akan Memilih Caleg

Pada hari yang sama, pemilu di Indonesia menjalankan lima pemilihan bersamaan yaitu pemilihan presiden-wakil presiden, DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/kota.

Adapun jumlah total calon anggota legislatif yang bersaing sebanyak 245.000 orang yang memperebutkan sekitar 20.500 kursi yang ada di 34 provinsi dan sekitar 500 kabupaten kota.

Maka pada saat pemilu nanti, para pemilih akan mendapat lima surat suara berbeda dengan warna yang berbeda pula.

Pemilu kali ini akan menjadi tantangan bagi para penyelenggara di tingkat bawah karena baru untuk pertamakalinya mereka harus menangani lima kertas suara sekaligus.

BACA JUGA: Debat Pilpres 2019 Trending di Twitter Indonesia

16 Partai Peserta

Pada pemilu legislatif, sebanyak 575 orang anggota legislatif akan dipilih dari 16 partai peserta pemilu.

Sebanyak 40% pemilih berusia antara 17 hingga 35 tahun, dan ini menjadi rebutan para kontestan pemilu, atau sekitar 80 juta orang.

Pemilu di Indonesia menghabiskan biaya sekitar sebesar Rp24,8 triliun.

Pemilu di Indonesia ini akan dilaksanakan oleh para petugas KPU, termasuk petugas lokal, dengan jumlah total enam juta orang.
Jumlah TPS di Indonesia yang mencapai 809.500 ini akan melayani antara 200-300 orang.

BACA JUGA: Perbincangan Unicorn Netizen Jadi Trending Topic di Twitter

Penghitungan Secara Manual.

Satu hal yang juga dipandang unik oleh Lowy Institute adalah penggunaan paku secara manual untuk mencoblos atau membuat lubang pada kertas suara.

Di berbagai negara, pemilu dilakukan dengan menggunakan perangkat elektronik atau e-voting, atau setidaknya dengan alat tulis seperti pulpen.

Pemungutan suara akan dimulai pukul 07.00 pagi dan sudah harus selesai pada pukul 13.00 siang. Sesudah itu akan dilakukan rekapitulasi secara berjenjang, mulai dari TPS, mengikuti jalur administrasi pemerintahan, hingga mencapai ke KPU RI.

BACA JUGA: Jutaan Warganet Fokus Soroti Pendaftaran Capres – Cawapres di KPU

Penghitungan manual secara berjenjang itu juga membuat hasil penghitungan atau rekapitulasi berlangsung lama. Rekapitulasi ini akan memakan waktu waktu dari 18 April hingga 22 Mei 2019.

Tadinya penghitungan suara atau rekapitulasi ini harus selesai dalam satu hari. Namun, sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi, penghitungan waktu untuk ini bisa ditambah menjadi satu hari plus 12 jam.

Pelaksanaan pencoblosan dan penghitungan secara manual ini membuat pemilu di Indonesia termasuk unik dan paling kompleks di dunia. (Sbg/Rig)

Comments