Beranda Entertainment MUSIK “Seven Nation Army”, Lagu Wajib yang Diputar Tiap Awal Laga Piala Dunia 2018

“Seven Nation Army”, Lagu Wajib yang Diputar Tiap Awal Laga Piala Dunia 2018

7 menit baca
0
0
31
The White Stripes beranggotakan Jack dan Meg White yang menciptakan “Seven Nation Army” pada tahun 2003 silam. (Foto: nme.com)

Sabigaju.com – Sebagai pengagum berat sepakbola, kamu pasti selalu menanti-nanti tiap pertandingan yang berlangsung di ajang Piala Dunia 2018 yang kini sudah mencapai babak semifinal.

Namun, apakah kamu sadar kalau sedari dimulainya perhelatan sepakbola terakbar empat tahunan tersebut, selalu terselip satu lagu yang kerap diputar ketika para pemain kedua tim berjalan dari lorong ganti pemain menuju lapangan sebelum berduel selama 90 menit?

Ya, lagu tersebut berjudul “Seven Nation Army” yang dipopulerkan oleh The White Stripes. Tembang ciptaan sang gitaris sekaligus vokalis, Jack White ini muncul pada tahun 2003 dalam album keempat The White Stripes yang bertajuk “Elephant”.

Nuansa garage rock sangat kental dalam “Seven Nation Army”. Riff yang catchy berpadu dengan efek pedal DigiTech Whammy milik Jack serta ketukan drum yang serasi dari Meg White, berhasil membuat lagu ini menjadi hits semenjak dirilis. Bahkan setahun setelahnya, The White Stripes diganjar trofi Grammy Award dalam kategori Best Rock Song berkat suksesnya lagu ini.

BACA JUGA: Maraknya Perjudian di Ajang Piala Dunia

Lantas, sejak kapan “Seven Nation Army” berubah menjadi chant atau anthem sepakbola dunia?

Suporter Klub Belgia Membawa “Seven Nation Army”

Suporter klub asal Belgia, Club Brugge. (Foto: sport.be)

Adalah fans klub asal Belgia, Club Brugge yang membawa “Seven Nation Army” pertama kali ke ranah sepakbola. Sebelum laga kontra AC Milan di pentas Liga Champions, seluruh suporter Club Brugge berkumpul di sebuah bar lokal di Milan pada September 2003. Saat mendengar lagu tersebut diputar di bar, mereka pun bersorak bersama dan terus-menerus menyanyikannya sembari berjalan ke Stadion San Siro, di mana klub kesayangan mereka bertanding.

Benar atau tidak, berkat “Seven Nation Army” yang disuarakan sepanjang laga oleh ribuan suporter, Club Brugge pun mampu mempermalukan Rossoneri dihadapan pendukungnya sendiri dengan skor tipis 1-0. Alhasil, lagu tersebut langsung jadi anthem para suporter klub berjuluk Blauw-Zwart (Biru-Hitam) sejak saat itu.

Menemani Timnas Italia Ketika Kampiun Piala Dunia 2006

Timnas Italia kala menjuarai Piala Dunia 2006 di Jerman. (Foto: fourfourtwo.com)

Tiga tahun berselang, gantian klub kebanggaan ibukota Italia, AS Roma yang berkunjung ke kota Bruges untuk menghadapi Club Brugge di Liga Champions. Suporter Giallorossi yang memadati tribun Stadion Jan Breydel, mendengar “Seven Nation Army” dinyanyikan oleh suporter tuan rumah dan menyukainya. Lagu baru yang menjadi favorit fans Roma pun menggugah rasa penasaran sang kapten, Francesco Totti. Ia kabarnya langsung mencari album The White Stripes selepas duel tersebut. Warga Italia pun lebih mengenalnya sebagai lagu “Po Po Po”, karena tidak mengetahui judul lagu aslinya.

Musim panas 2006 jadi momentum meroketnya “Seven Nation Army” di kancah Piala Dunia. Suporter timnas Italia mulai menyanyikan lagu ini di sepanjang perhelatan yang berlangsung di Jerman. Semangat para suporter yang dibalut dengan lagu “Seven Nation Army”, melecut permainan Gianluigi Buffon dkk dan akhirnya keluar sebagai juara setelah mengalahkan Prancis di partai final. Lagu ini pun semakin tenar di kuping para penikmat sepakbola di Eropa.

Tak Terdengar di Dua Gelaran Piala Dunia Berikutnya

Alat musik tiup tradisional, Vuvuzela sangat populer ketika Piala Dunia 2010 berlangsung. (Foto: cnn.com)

Meski demikian, gaung “Seven Nation Army” sempat memudar dalam dua pelaksanaan Piala Dunia berikutnya. Tidak dilangsungkannya Piala Dunia di daratan Eropa, menjadi faktor utama menghilangnya lagu tersebut sebagai anthem para suporter.

BACA JUGA: Sisitipsi Hadirkan Lagu-lagu Bertema Cinta Lewat Album Kedua

Seperti diketahui, Piala Dunia 2010 yang dilangsungkan di Afrika Selatan lebih sering terdengar alat musik tiup tradisional mereka, Vuvuzela. Sedangkan Piala Dunia 2014 yang dihelat di Brazil, sama sekali tak ada lagu “Seven Nation Army”.

“Seven Nation Army” Kembali Menggema di Rusia

Gelaran Piala Dunia 2018 di Rusia, mengembalikan kobaran semangat dari “Seven Nation Army” yang digemakan para suporter. Sejak partai perdana hingga laga putaran perempat final yang baru saja berlangsung, lagu tersebut selalu bergema di setiap stadion di mana pertandingan berlangsung.

Para suporter tiap negara bahkan acapkali memasukkan nama para pemain bintangnya sebagai pengganti lirik dari “Seven Nation Army” seperti Meksiko, Kolombia, Argentina hingga sang tuan rumah, Rusia.

So, apakah menuurutmu lagu ini cocok sebagai anthem para penggemar sepakbola di seluruh dunia, Sob? (Sbg/Nic)

Comments
Tampilkan Lebih Banyak Artikel Terkait
Tampilkan Lebih Banyak Nico
Tampilkan Lebih Banyak Dalam MUSIK
Komentar ditutup

Lihat juga

Tiba di Jakarta, Warganet Langsung Serbu Wanna One

Sabigaju.com – Boy band paling hits di Korea Selatan saat ini, Wanna One akhirnya ti…