berpacaran

Sabigaju.com – Lima tahun bukanlah waktu yang singkat untuk menjalin sebuah hubungan dengan satu orang yang sama. Bagi orang yang belum pernah menjalin hubungan dalam waktu yang tergolong lama seperti itu, pacaran lima tahun mungkin terdengar seperti omong kosong.

Satu Tahun Pertama Berpacaran

Setahun bersama saja rasanya sudah sangat lama. Terlebih saat satu tahun pertama sudah lewat, biasanya masalah yang dihadapi akan semakin berat. Hal itu terjadi bukan tanpa sebab. Pasalnya, secara psikologis pun disebutkan bahwa fase honeymoon dalam sebuah hubungan hanya akan berlangsung di satu tahun pertama. Setelah itu, semuanya akan kembali normal dan pasangan akan mulai dihadapkan dengan realita-realita yang jauh berbeda dengan yang tampak sebelumnya.

Tidak semua orang rela bertahan menghadapi pahit-pahitnya cinta dalam sebuah hubungan. Ada yang menganggap cinta, hubungan, dan pasangannya itu punya batas kedaluwarsa. Jadi, mereka hanya menikmatinya selagi bisa dinikmati, dan menggantinya dengan yang baru jika sudah mencapai batas kedaluwarsanya.

Tantangan Setelah Sekian Lama Berpacaran

Pemikiran tersebut tentu saja berbeda dengan pasangan yang sedang menjalin hubungan jangka panjang. Walau mungkin, ide-ide tentang batas kadaluarsa dalam hubungan itu tersirat di benaknya, setidaknya bukan ke situlah perhatian mereka dikerahkan. Sehingga rasa bosan, lelah, suntuk dan buntu pun lewat begitu saja.

Pacaran dalam jangka waktu yang panjang itu menyediakan dua opsi akhir bagi pasangan. Opsi pertama, mereka akan jadi completely mess baik sebagai pasangan maupun sebagai individu. Opsi kedua, mereka akan jadi pasangan yang solid bagi satu sama lain, dan tentunya terbentuk jadi “fondasi” yang kuat bagi hubungan sedang yang mereka bangun.

Hasil dari hubungan yang dijalani itu bergantung pada ke mana arah yang dipilih oleh pasangan itu sendiri. Jika sejak awal mereka memang punya rencana bersama sampai jauh ke depannya, tidak heran kalau pasangan tersebut akan sampai pada opsi kedua. They have something to look forward everytime things get hard. Mereka sadar bahwa mereka harus bekerja sama untuk sampai ke sana, dan itu mereka terapkan di setiap langkahnya.

Saling Mempertahankan Membutuhkan Niat dan Kesadaran

Kesadaran tersebut tidak bisa langsung terbentuk sempurna di awal hubungan, melainkan harus bertahap seiring berjalannya waktu. Namun jika sejak awal niat mereka memang punya rencana menjalin hubungan jangka panjang, at least mereka sudah punya modal yang cukup.

Berbeda dengan pasangan yang menjalin hubungan dengan prinsip “jalani dulu saja” atau “gimana besok saja”. Mereka akan lebih mudah goyah. Apa yang mereka lakukan hanya untuk saat ini. Iya, kalau yang ada dan terjadi saat ini adalah sesuatu yang baik. Kalau tidak? Sama saja dengan menabung bibit buruk untuk hari esok.

Bisa saja mereka berhasil mempertahankan hubungannya dalam waktu yang lama, lima tahun atau bahkan lebih. Namun kalau pada akhirnya mereka hanya jadi saling menyakiti, itu bukan sesuatu yang mengherankan mengingat selama menjalin hubungannya mereka menanam bibit buruk.

Jadi, apa yang terjadi setelah pacaran lima tahun? Jawabannya, tergantung arah yang dipilih pasangan dalam perjalanannya. (Sbg/Ftr)

Comments