Kepoin HP
(Foto: Girls Chase)

Sabigaju.com – Seringkali kita merasa penasaran untuk kepoin HP milik pasangan dan menganggap kalau hal itu adalah masalah sepele.

Padahal tindakan  kepoin HP pasangan, bisa dinilai sebagai pelaku tindak kekerasan secara psikologis!

So, buat kamu yang sering kepoin HP pasangan, simak yah ulasan berikut ini

BACA JUGA: Sulitnya Mencegah Perselingkuhan Saat Ini

Kepoin HP Masuk Ranah Kekerasan

Dalam sebuah ulasan yang dimuat di situs  Psychology Today, teknologi memberi peluang dan kesempatan kepada pelaku untuk melakukan teror kepada korbannya dengan cara mengontrol di manapun dan kapanpun.

Dengan cara ini, pelaku melakukan kontrol secara psikologis yang bisa merusak hubungan dan mental.

Kepo di sini bisa dengan cara meminta kata sandi untuk semua (atau sebagian) sosial media pasangan.

Dengan begitu, pelaku bisa mengamati segala tindak-tanduk pelakunya secara online. Hubungan akhirnya akan terisi oleh sesuatu yang tidak sehat dan dominasi yang tidak seimbang.

Hal ini akan berujung pada sesuatu yang sifatnya destruktif, walau tidak ada kekerasan secara fisik.

BACA JUGA: Hal Terlarang yang Tidak Boleh Dilakukan Pria kepada Pasangannya 

Picu Pertengkaran dan Kekerasan Fisik

Tak berhenti sampai di situ, perilaku mengawasi pasangan secara online ini ternyata bikin ketagihan. Perasaan nagih ini bisa menimbulkan emosi negatif yang memicu pertengkaran dan bahkan kekerasan fisik.

Enggak cuma kekerasan secara emosional, sering kepoin HP  pasangan pun akan berdampak buruk buat kamu.

Misalnya: Mengundang curiga terus menerus. Tentu dong, enggak enak banget rasanya curiga terus. Secara kamu akan dihantui rasa was-was dan selalu khawatir.

Kamu enggak akan bisa tenang. Walau sebetulnya pasangan enggak melakukan apa-apa, tetap aja kamu akan merasa curiga.

Picu Rasa curiga dan Penasaran

Yep, kepoin HP pasangan akan menimbulkan ketagihan terus menerus. Rasa ingin tahu dan penasaran akan terus muncul. Kamu merasa lelah, tapi kamu terus saja ingin tahu.

Mengundang pertengkaran. Akibat rasa curiga, kamu akan terus berargumentasi dengan pasangan. Pertengkaran sengit dimulai, dari verbal hingga ke fisik.

BACA JUGA: Waspada Texting Anxiety Saat Dilanda Asmara 

Kamu dinilai tidak dewasa. Setiap orang punya ranah privasinya masing-masing. Kamu enggak akan pernah dewasa jika tidak bisa menghargai ruang privasinya, sekalipun itu adalah istri kamu.

Kepercayaan adalah elemen nomor satu dalam sebuah hubungan. Kalau kamu percaya pada pasangan, mereka akan merasa dihargai dan dicintai. Lain hal bila kamu terus curiga, yang ada mereka jengah, terus pergi. Mau?

So, berhentilah kepoin HP pasanganmu !(Sbg/Dinda)

Comments