Sabigaju.com – Conor McGregor, seorang atlet tarung bebas UFC akhirnya menyerahkan diri ke pihak kepolisian Brooklyn, New York pada Kamis petang (5/4) waktu setempat. Tak lama kemudian, ia dibawa ke pengadilan New York City demi menjalani proses berikutnya.

Ia sebelumnya diburu pihak kepolisian setelah aksi brutalnya menyerang sebuah bus yang mengangkut Khabib Nurmagomedov, rival abadi McGregor. Bus itu juga membawa petarung UFC lainnya yang baru saja tiba untuk menghadiri pertemuan dengan awak media di Barclays Center jelang pertarungan akhir pekan ini.

Foto bukti Connor McGregor ditahan pihak NYPD atas penyerangan bus para petarung UFC lainnya. (Foto: theblast.com)

Mcgregor yang tampak emosi, menghantam kaca bus hingga pecah dengan sejumlah benda, seperti tongkat, bangku besi hingga pagar besi pembatas.

Akibatnya, seorang petarung yang juga rekan Nurmagomedov, Michael Chiesa jadi korban serangan tersebut. Chiesa mengalami luka serius di dahi dan tangannya. Insiden ini pun memaksa Chiesa membatalkan pertarungannya pada akhir pekan ini.

Meski hingga kini belum ada tuntutan apapun dari kepolisian New York (NYPD), atlet berusia 29 tahun asal Republik Irlandia itu akan menghadapi tiga tuduhan penyerangan dan satu tuduhan tindak kriminal atas ulahnya yang melukai petarung lainnya.

Amukan Mcgregor Mencoreng Nama UFC

Sementara itu, presiden UFC, Dana White mengungkapkan kegeramannya atas kejadian ini. Ia bahkan menyebut tindakan Mcgregor sangat mempermalukan institusi olahraga tarung bebas yang dipimpinnya.

“Ini adalah insiden paling menjijikan yang pernah terjadi dalam sejarah UFC. Hal ini akan jadi akhir yang buruk untuknya,” ujar White.

Mcgregor sendiri selama ini dikenal sebagai ikon UFC sejak debut perdananya di arena octagon pada 2013 silam. Namun, ia tak pernah lagi bertarung di ajang UFC dalam 2 tahun terakhir. Laga terakhir petarung berjuluk “The Notorious” itu terjadi saat merebut gelar juara kelas ringan dari Eddie Alvarez di tahun 2016.

Setahun berikutnya, Mcgregor malah nyemplung di kancah tinju saat menghadapi Floyd Mayweather. Sayangnya, ia harus mengakui ketangguhan Mayweather usai kalah TKO pada ronde ke-10.

McGregor menyerang olahraga yang membuat ia menjadi seorang jutawan dan selebriti, sekaligus telah membahayakan keselamatan jiwa sesama petarung UFC. (Sbg/Van)

Comments