Tren Olahraga
Di tahun 2019 masyarakat bakal mengalami tren olahraga jenis tertentu yang bakal hype. (Foto: Unsplash)

Sabigaju.com  – Ada begitu banyak orang yang menjadikan olahraga menjadi salah satu resolusi untuk diwujudkan pada tahun 2019 ini. Maka tak salah kalau tahun 2019 ii bakal menjadi momentum tren olahraga tertentu.

Yup, Masyarakat kini semakin menyadari pentingnya olahraga. Hal itu ditandai dengan munculnya banyak kelas-kelas olahraga di sekeliling kita. Jenisnya pun sangat beragam dan terkadang membuat kita bingung, mana jenis olahraga yang terbaik?

Jawabannya mudah kok, pilihlah jenis olahraga yang menyenangkan agar Anda berhasil mewujudkannya tanpa rasa terpaksa.

Nah, kamu bisa memilih salah satu dari lima olahraga yang diprediksi akan menjadi tren tahun ini, seperti dilansir dari Reader’s Digest. Simak yuk

BACA JUGA

1. Olahraga 15  Menit

Salah satu hambatan berolahraga adalah waktu. Jadi, akan lebih baik jika dalam waktu singkat kita sudah bisa melakukan aktivitas olahraga.

Itulah mengapa kita banyak melihat olahraga kelas kecil, seperti olahraga 15 menit atau kurang dari itu, di pusat kebugaran atau secara online.

Personal trainer tersertifikasi dan desainer olahraga Kim Schaper mengatakan, waktu tersebut sudah cukup untuk mengeluarkan keringat. Pilihlah latihan interval intensitas tinggi (HIIT).

Tren olahraga ini memungkinkan denyut jantung kita terpacu dalam waktu singkat.

2. Tren Olahraga Kombinasi Maraton dan Meditasi

Kombinasi olahraga maraton dan meditasi sepertinya bakal menjadi tren olahraga baru.

Pakar lari dan pendiri Run Wild Retreats + Wellness, Elinor Fish menjelaskan, lari adalah latihan untuk membangun otot dan mengurangi stres.

Sementara program “maraton + meditasi sendiri menggunakan teknik untuk membantu pelakunya mendapatkan manfaat dari dua aktivitas tersebut “Olahraga adalah aktivitas yang baik untuk mengurangi stres.

Namun, pendekatan yang salah akan memperburuk gejala stres seperti sakit sendi, kelelahan, gangguan siklus tidur, hingga stres mental. Menyebabkan kita mengharuskan diri kita untuk terus dan terus berolahraga,” kata Fish.

Tren olahraga ini ini akan fokus pada memperbaiki postur tubuh, pernafasan, dan kesadaran terhadap keadaan sekitar, sehingga pelakunya akan berkeringat sekaligus rileks pada akhir sesi olahraga.

3. Angkat Beban Super Lambat

tren olahraga ini  ini menjadi antitesis gerakan Crossfit. Penekanan latihan ini tetap pada olahraga angkat beban, namun alih-alih melakukan repetisi sebanyak mungkin dalam jangka waktu tertentu, kita bisa melakukannya dengan tempo sangat lambat.

Psikoterapis kebugaran sekaligus direktur klinik Darian Wellness dan pembawa acara podcast The Weighting, David Ezell, PhD menjelaskan, melakukan gerakan lambat dan tenang adalah untuk memastikan setiap repetisi berat dilakukan dengan benar sehingga cedera dan keletihan tak terjadi.

4. Gym Custom Rumahan

Pada 2019 diprediksi semakin banyak orang membangun gym custom di rumahnya masing-masing.

Tidak hanya memiliki beberapa peralatan, mereka juga menghias studio olahraganya dengan sentuhan seni.

Munculnya tren olahraga ini seperti diungkapkan oleh pelatih iFit dan pakar kebugaran Becca Capell. lantaran sekitar dua pertiga orang yang mendaftarkan diri ke pusat kebugaran tidak pernah atau jarang menggunakannya untuk berlatih.

Daripada menghabiskan uang, lebih baik memanfaatkannya untuk membangun gym sendiri di rumah dan membuatnya senyaman mungkin.

“Tidak hanya efektif secara harga, tapi juga praktis dan memungkinkan kita hanya memiliki alat latihan yang kita hendaki saja,” kata dia.

Kombinasikan tren olahraga gym rumahan ini dengan serangkaian latihan yang bisa kita temukan di internet dan kita bisa menjalani pola olahraga yang tidak hanya menyenangkan tapi juga terjangkau.

5. Olahraga Sepanjang Hari

Bukan berarti kamu harus meninggalkan segala aktivitas harian untuk berolahraga.

Psikolog kebugaran, penulis serta penasehat Nautilus Fitness, Tom Hollan, MS menjelaskan, alih-alih memulai dan berhenti olahraga, tren olahraga akan mengarah pada penggabungan gerakan olahraga ke dalam aktivitas sehari-hari.

Contohnya, melakukan latihan otot inti di pagi hari, jalan kaki menuju tempat makan siang dan olahraga beban tubuh selama 10 menit pada malam hari.

“Melakukan olahraga selama total 90 menit setiap harinya membuat kita tidak perlu menghabiskan waktu hingga 60 menit di pusat kebugaran.

Aktivitas ini juga bisa disambi aktivitas lainnya di rumah,” kata Holland. Nah dari beberapa jenis olahraga diatas, mana yang  bakal menjadi tren favorit masyarakat? (Sbg/Rig)

Comments