ihak Dit Resnarkoba Polda Metro merilis penangkapan artis Tio Pakusadewo pada Jumat (22/12) lantaran menggunakan narkoba jenis sabu . (Foto: Instagram humaspoldametrojaya)
Pihak Dit Resnarkoba Polda Metro merilis penangkapan artis Tio Pakusadewo pada Jumat (22/12) lantaran menggunakan narkoba jenis sabu . (Foto: Instagram humaspoldametrojaya)

Sabigaju.com – Artis senior Tio Pasukadewo diringkus polisi di rumahnya, di Jalan Ampera 1 No. 38 Komplek Mahkamah Agung, Ampera, Jakarta Selatan, pada Selasa, 19 Desember 2017 malam. Penangkapan tersebut lantaran Tio diduga mengonsumsi narkoba jenis sabu.

Penangkapan Tio Pakusadewo dilakukan setelah polisi mendapatkan informasi bahwa aktor kawakan itu menyalahgunakan narkoba. Tio sempat mengaku terbelenggu narkoba selama belasan tahun.

Tio dinyatakan positif mengonsumsi narkoba saat dites urine di rumahnya. Tak ada perlawanan saat Tio digelandang penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.

“Yang bersangkutan sudah kami tangkap ya, kemarin tanggal 19 Desember. Yang bersangkutan menggunakan sabu di rumahnya,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi wartawan hari Jumat, (22/12).

Kepolisian kini tengah memburu seorang wanita bernisial v penjual sabu yang dibeli oleh Tio tersebut.

“Tersangka TP mengaku mendapatkan nakotika sabu tersebut dengan cara membeli dari seorang wanita berinisial V, pada hari Sabtu, tanggal 16 Desember 2017,” kata AKBP Audie Latuheru, Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya (PMJ), di Mapolda Metro Jaya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan.

Alasan Tio Konsumsi Narkoba

Penyidikan sementara menyebutkan sang aktor tersebut sudah mengonsumsi sabu sejak 10 tahun lalu. Tio Pakusadewo mengaku, pernah kecanduan narkoba. Namun, ia juga mengaku sempat stop mengonsumsi barang haram tersebut.

Sayangnya, kebiasaan itu berulang setelah ia mengalami kecelakaan motor yang membuatnya cedera kaki, Agustus 2017. Ia menggunakan sabu-sabu untuk menghilangkan rasa sakit.

“Tersangka sudah mengonsumsi sabu tersebut sejak 10 tahun lalu, “Dia sudah sempat berhenti beberapa bulan lalu kemudian setelah dia mengalami cedera pada kakinya, dia mencoba menggunakannya lagi. Ini jawaban dari tersangka akan kami dalami terus,” papar AKBP Audie Latuheru di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan.

Unggahan Tio di  Instagram yang menunjukan luka yang diderita Tio saat mengalami kecelakaan. (Foto: Instagram pksdw)
Unggahan Tio di  Instagram yang menunjukan luka yang diderita Tio saat mengalami kecelakaan. (Foto: Instagram pksdw)

Beberapa waktu lau, Tio pernah mengunggah  foto luka yang dialaminya lantaran kecelakaan. Dalam foto itu nampak sejumlah jahitan pada paha Tio, sementara lututnya diperban dan mulai dari betis hingga ujung jarinya terlihat dibebat.

Tio sendiri tidak dengan spesifik menjelaskan kapan dan dimana lokasi kejadian kecelakaan. Ia hanya menulis caption singkat, ” Mini trail vs alphard,” tulis tio di akun Instagramnya.

Pengakuan Mengejutkan Tio

Tio mengaku menyesal menggunakan narkoba saat konfrensi pers yang di gelar Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya (Foto: Instagram humas poldametrojaya)
Tio mengaku menyesal menggunakan narkoba saat konfrensi pers yang di gelar Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya (Foto: Instagram humas poldametrojaya)

Dalam konferensi pers yang berlangsung di area Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Tio mengakui kesalahan dan menyesal  lantaran mengonsumsi sabu selama sepuluh tahun.

“Saya bersalah dan saya menyesali apa yang sudah terjadi,” ujar Tio. Tio meminta kepada masyarakat, untuk tak terjerat narkoba seperti yang dialaminya. Tio mengimbau kepada pengguna narkoba untuk segera berhenti mengonsumsi barang haram tersebut.

“Sekaligus saya mengajak siapa pun yg masih gunakan narkoba untuk segera berhenti, saya adalah contoh, contoh yang tak perlu diikuti dan tak perlu diulangi lagi,” ujar Tio.

Tio dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) subsider Pasal 112 Ayat (1) lebih subsider Pasal 127 Ayat (1) Huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. (Sbg/Rig)

Comments