Bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional setiap tanggal 2 Mei yang nota bene merupakan tanggal lahir dari Ki Hadjar Dewantara., sosok yang berjasa besar dalam dunia pendidikan di Indonesia.
Hari Pendidikan Nasionalyang diperingati setiap tanggal 2 Mei merupakan tanggal lahir dari Ki Hadjar Dewantara, sosok yang berjasa besar dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Sabigaju.com – Bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional setiap tanggal 2 Mei yang notabene merupakan tanggal lahir dari Ki Hadjar Dewantara. Beliau adalah pahlawan yang berjasa besar dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Kiprah dan aktivitas Ki Hadjar Dewantara sebagai tokoh dan pelopor pendidikan pada masa pergerakan Indonesia melawan penjajah Belanda, tercatat dalam sejarah saat mendirikan dan mengembangkan sekolah Taman Siswa mulai 1922.

Ki Hajar Dewantara terkenal dengan semboyan Tut Wuri Handayani. Di mana teks aslinya berbunyi ”Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani”.

Arti dari Tut Wuri Handayani mengandung makna dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan.

Kemudian ing madya mangun karsa yang berarti di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide.

Sedangkan Ing ngarsa sung tulada berarti di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik.

Refleksi Penguatan pendidikan di Hari Pendidikan Nasional

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy mengatakan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) menjadi momentum refleksi diri untuk menguatkan pendidikan, dan memajukan kebudayaan.

“Pada momentum peringatan Hardiknas tahun ini mari kita eratkan hubungan antara pendidikan dan kebudayaan sebagaimana tercermin dalam ajaran, pemikiran, dan praktik pendidikan yang dilakukan oleh Ki Hadjar Dewantara,” sebut Muhadjir saat upacara bendera peringatan Hardiknas 2018, di Halaman Kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu (2/5).

Muhadjir juga menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter dan literasi

Hal ini sejalan dengan revolusi karakter bangsa sebagai bagian dari program Nawacita Presiden Joko Widodo, dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Penguatan pendidikan karakter tersebut telah ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).

“Kita patut bersyukur atas antusias masyarakat terhadap gerakan PPK, ini luar biasa. Mereka menyadari bahwa penguatan karakter dan literasi warga negara merupakan bagian penting yang menjadi ruh dalam kinerja pendidikan dan kebudayaan,” ujar Muhadjir.

Semoga dengan mengetahui sejarah Hardiknas diharapkan masyarakat dapat lebih memahami makna Hari Pendidikan Nasional itu sendiri. Sehingga dunia pendidikan di tanah air ini akan semakin maju dan berkualitas. (Sbg/Rig)

Comments