Musim Putus Cinta
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Perayaan Malam Tahun Baru Akhir biasanya dipenuhi dengan kemeriahan dan identik dengan pesta kembang api. Namun, tahukah Anda jika saat akhir baru ataupun tahun baru juga identik dengan musim putus cinta?

Buat yang baru putus cinta, kamu tidak sendirian, deh! Dan kamu nggak perlu sedih gaes.

Nah sebelum menyimak ulasannya, kami segenap kerabat kerja Sabigaju mau mengucapkan Selamat Tahun baru buat kamu meski baru mengalami putus cinta.

BACA JUGA: Begini Gambaran Percintaan Para Cowok di Tahun 2020

Alasan Orang Putus Cinta di Tahun Baru

Menurut ulasan dari David McCandless, musim putus cinta paling sering terjadi saat menjelang akhir tahun dan perayaan Valentine.

Kondisi ini terbilang ironis. Pasalnya, jelang akhir tahun dan perayaan Valentine merupakan saat-saat romantis untuk pasangan yang tengah menjalin asmara.

McCandless dan rekan peneliti, Lee Byron, bahkan pernah mengompilasi waktu-waktu krusial musim putus cinta.

Mereka menyimpulkan bahwa bulan Maret sebagai waktu puncak  di musim putus cinta yang paling banyak terjadinya putus hubungan asmara. Lalu, disusul dengan bulan-bulan menjelang akhir tahun.

Sassoon mengatakan bahwa hasil-hasil temuan seperti ini bisa menambah beban pasangan yang memang telah merasa memiliki masalah, tetapi sebenarnya bisa diperbaiki.

BACA JUGA: Pelajaran Berharga Pasca Cinta Bubar Jalan

Nah. hasil temuan McCandless tersebut rupanya diamini oleh seorang matchmaker profesional dari New York, Amerika Serikat (AS) Rori Sassoon.

Namun, karena melihat hasil riset, mereka jadi merasa panik dan berpikir benar-benar akan mengakhiri hubungan.

“Hal paling membahagiakan menjelang akhir tahun dan Natal sebenarnya ada waktu liburan ekstra untuk dihabiskan dengan kekasih Anda. Rencanakan kencan romantis atau belanja bersama. Manfaatkan untuk memperbaiki ‘kerikil’ yang menghambat hubungan,” saran Sassoon.

Sassoon mengatakan bahwa hubungan memang bisa menjadi lebih rapuh jelang hari-hari besar yang memungkinkan terjadinya pertemuan keluarga.

“Biasanya pasangan yang memang menjalin hubungan dengan niatan tidak serius, baik menjelang musim liburan atau setelahnya, berpikir lebih baik segera menyudahinya daripada menjadi terasa lebih serius,” jelas Sassoon.

Beban Berat Pasangan Menghadapi Tahun Baru

Pandangan soal musim putus cinta juga datang dari  Michele Kerulis, EdD, LCPC, profesor konsultan di Northwestern University. Menurutnya tidak hanya Natal, perayaan besar lainnya yang melibatkan keluarga besar memang bisa menciptakan tekanan atau beban terhadap seseorang.

“Waktu-waktu tersebut bisa jadi sangat menyenangkan atau menjadi canggung untuk pasangan,” kata Kerulis.

Kewajiban menjawab pertanyaan ketika membawa pasangan ke acara keluarga, menurut dia, bisa menciptakan stres tersendiri. Kondisi ini semakin parah apabila orang tersebut cenderung memiliki fobia terhadap komitmen.

BACA JUGA: Jangan Gegabah Bila Sedang Mabuk Cinta

Oleh karena itu, dia merekomendasikan agar pasangan yang tengah menjalani hubungan yang terbilang serius, sebaiknya mengadakan pembicaraan bersama mengenai bagaimana melewati perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Bicarakanlah dengan terbuka untuk mengetahui keinginan masing-masing saat Natal dan Tahun Baru,” jelasnya.

So, bersiaplah menghadapi musim putus cinta di saat Tahun Baru 2020. (Sbg/Rig)

Comments