Musisi kondang Tanah Air, Yokie Suryo Prayogo meninggal dunia hari ini Senin (5/2) sekitar pukul 07.35 WIB di RSPI Bintaro, Tangerang Selatan. (Foto: Instagram yockie_suryo_prayogo)
Musisi kondang Tanah Air, Yokie Suryo Prayogo meninggal dunia hari ini Senin (5/2) sekitar pukul 07.35 WIB di RSPI Bintaro, Tangerang Selatan. (Foto: Instagram yockie_suryo_prayogo)

Sabigaju.com – Kabar duka datang dari ranah musik tanah air. Musisi kondang, Yockie Suryo Prayogo, meninggal dunia hari ini Senin (5/2) sekitar pukul 07.35 WIB di RSPI Bintaro, Tangerang Selatan.

Kabar kepergian Yokie Suryo Prayogo diumumkan oleh akun instagram band legendaris tanah air, God Bless bentukannya bersama Ahmad Alabar, Donny Fatah serta Ian Antono.

Sebelum meninggal dunia  pada Rabu (24/01) lalu, sederet musisi sempat menggelar konser persembahan untuk Yockie Suryo Prayogo, yang tergolek lemah lantaran stroke yang ia derita.

Koser tersebut digelar di gedung Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, dan menampilkan Andy /rif Once Mekel, Berlian Hutahuruk, Dira Sugandi, Fariz RM, Glenn Fredly, Mondo Gascaro, hingga Komuitas Musik ITB Bandung.

Sys NS juga dijadwalkan menjadi bintang tamu spesial dalam acara itu. Sayang, sehari sebelumnya Sys meninggal dunia. Berita kepergian Yokie Suryo prayogo sempat menduduki puncak teratas jagat Twitter tanah air siang tadi.

Yockie Suryo Prayogo Bermusik Sejak Usia Belia

Yockie  Suryo Prayogo lahir lahir 14 September 1954 lalu. Yockie mengawali karier bermusiknya bersama grup asal Surabaya bernama Jaguar, yang dipimpin Mickey Makelbach. Kala itu, Yockie masih mengenyam pendidikan di bangku SMA di Malang.

View this post on Instagram

Sudah empat dekade #YockieSuryoPrayogo berkarya di blantika musik Indonesia. Namanya memang melejit sebagai arsitek musik pop terutama setelah ia menjadi penata artistik Lomba Cipta Lagu Remaja @prambors 1977-1978. Hingga hari ini, lagu-lagu di album itu masih sayup-sayup berkumandang. . Tetapi, bertahun-tahun sebelum kejayaan itu, Yockie adalah seorang musisi rock. Ia tergabung dalam grup musik Bigman Robinson, Double O, Giant Step, Contrapunk, Jaguar dan tentu, yang sangat melegenda di khalayak, God Bless. Konser #YockieinRock bertujuan untuk merayakan Yockie dan karya-karya musik rock yang ia hasilkan, seperti Raksasa dan #MenjilatMatahari. . Jangan lewatkan kesempatan menyaksikan Yockie menghentak bersama @ariyowahab, @andyrif, @inisibudicilok, @nikki_nick04, #SetiawanDjody dan JSOP band dalam konser MENJILAT MATAHARI. Rabu, 11 Oktober di The Pallas, SCBD. Acara ini dipersembahkan oleh @mahanalive @interact.id dan @transevent. Tiket bisa didapatkan di ticket.mahanalive.com.

A post shared by Yockie Suryo Prayogo (@yockie_suryo_prayogo) on

Selain itu dirinya pernah tergabung dalam berbagai grup rock di antaranya Bigman Robinson, Double O, Giant Step, Contrapunk. Kemahiran bermusik Jockie tak luput dari gemblengan pendidikan musik dari Muchtar Embut dan Idris Sardi.

Membentuk Godbless

Pada 1972 ia bertemu Ahmad Albar, Donny Fattah dan Ludwig Leeman. Mereka lalu membentuk God Bless. Karya-karya Yockie pun menjadi suara tersendiri di band itu. Permainan kibornya dianggap berkarakter. Di balik musik yang nge-rock, ia menyisipkan aksen klasik.

Yokie Suryo Prayogo saat dibesuk oleh dua rekannya di Godbless, Ian Antono dan Ahmad Albar (Foto Instagram Godblessrocks)
Yokie Suryo Prayogo saat dibesuk oleh dua rekannya di God Bless, Ian Antono dan Ahmad Albar (Foto Instagram Godblessrocks)

Bersama God Bless Yockie ikut membidani lahirnya album perdana, God Bless (1975). Ia sempat absen di album Cermin (1980), posisinya pun digantikan Abadi Soesman. Namun Yockie kembali melahirkan album Semut Hitam (1988), di mana God Bless mencapai puncak kejayaan.

Salah satu lagu yang populer bahkan hingga kini, adalah Rumah Kita. Yockie sendiri menulis Kehidupan, Suara Kita, Damai yang Hilang, Orang dalam Kaca, dan Badut-badut Jakarta.

Ia meneruskan sukses dengan album Raksasa (1989) dan Apa Kabar (1997) bersama Achmad Albar, Ian Antono, Donny Fattah dan Teddy Sujaya. God Bless jadi salah satu legenda.

Kolaborasi dengan Musisi Lain

Namun Yockie seperti tidak puas hanya berkiprah di satu band. Ia juga cemerlang di genre pop, yang dibuktikan lewat aransemen musiknya pada lagu Lilin-lilin Kecil. Musisi dan budayawan Eros Djarot pun kemudian mengajaknya menggarap album film Badai Pasti Berlalu. Di sana Yockie berinteraksi dengan musisi besar lain seperti Chrisye dan Fariz RM.

Sejak itu pula hubungan antara Yockie Suryo Prayogo dan Chrisye dekat. Ia terlihat di album-album solo sang maestro, seperti Sabda Alam, Percik Pesona, Puspa Indah Taman Hati, Pantulan Cinta, Resesi, Metropolitan, dan Nona. Namun demikian, Yockie juga masih bermain musik rock.

Ia bahkan pernah terlibat dalam pentas Teater Koma, yang suguhannya identik dengan representasi maupun sindiran terhadap kondisi sosial Indonesia.

Cukup banyak musisi besar Tanah Air yang pernah berkolaborasi dengan Yokie . (Foto: Instagram yockie_suryo_prayogo)
Cukup banyak musisi besar Tanah Air yang pernah berkolaborasi dengan Yokie . (Foto: Instagram yockie_suryo_prayogo)

Musisi lain yang dibantu Yockie Suryo Prayogo menggarap album termasuk Nicky Astria, Ikang Fawzi, Dian Pramana Poetra, Ita Purnamasari, dan Titi DJ.

Pada akhir 1990-an Yockie diajak Setiawan Djody berproyek lain lewat Kantata Takwa. Di sana lah ia bertemu banyak seniman, salah satunya WS Rendra dan Iwan Fals. Musik Yockie jadi lebih beragam dari situ. Lagu-lagunya pun tak sekadar cinta, tapi bertema sosial.

lewat pertemuan dengan Iwan Fals, WS Rendra, dan Sawung Jabo, pengetahuan musik Yockie semakin kaya. Hingga akhirnya pada tahun 1993, ia menelurkan album solo ‘Suket’ yang banyak mengangkat isu-isu sosial seperti apa yang biasa dilakukan oleh Iwan Fals.

Konser Tunggal di Usia Senja

Walaupun usianya mulai senja, Yockie tetap bermusik. Pada 11  Oktober 2017 lalu, ia kembali nge-rock dengan menggelar konser ‘Yockie Suryo Prayogo in Menjilat Matahari’ di The Pallas, SCBD, Jakarta.

View this post on Instagram

Sampai ketemu nanti malam.

A post shared by Yockie Suryo Prayogo (@yockie_suryo_prayogo) on

Sayangnya, sekitar sebulan setelah itu sang bapak empat anak dilarikan ke rumah sakit karena muntah darah. Ia pun dirawat di RSPI Bintaro. Kondisinya terus menurun, dikabarkan karena adanya pendarahan otak. Yockie juga punya diabetes selama 15 tahun terakhir.

Hingga ahirnya pada  hari ini Yockie mengembuskan napas terakhir di rumah sakit tempat ia dirawat beberapa bulan belakangan. Selamat Jalan Yokie Suryo Prayogo

Comments