Bondan Winanrno tengah memasak di sebuah rumah makan di Padang, Sumatera Barat. (Foto Instagram maknyusbw

Sabigaju.com – Penggiat Kuliner yang wartawan senior, Bondan Winarno wafat dalam usia 67 tahun di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, Rabu (29/11) pagi.

Saat ini Jenazahnya disemayamkan di rumah duka di Jalan Bangsawan Raya Sentul City. Pihak keluarga mengkremasi jenazah Bondan Haryo Winarno, Kamis (30/11).

Almarhum Bondan Winarno dikenang dengan istilah “Maknyus” yang ia populerkan saat menjadi host untuk program ‘Wisata Kuliner’ di televisi.

Pria kelahiran Surabaya itu mengaku kalau kata maknyus ditujukan untuk makanan yang memiliki rasa sangat nikmat, untuk makanan yang lumayan enak disebut top markotop, enaknya biasa saja disebut sip markosip, sedangkan jika ia menemukan makanan yang tidak enak sama sekali maka ia akan diam saja.

Mahir Memasak

Kecintaan Bondan terhadap dunia kuliner ternyata bukan sekedar pencicip kuliner saja, sebab ia juga suka langsung terjun ke dapur. Hal itu ditujukan dalam salah satu video yang diunggah di akun Instgramnya, dimana ia tengah berada di dapur salah satu rumah makan yang berada di kota Padang, Sumatera Barat beberapa waktu lalu.

Dalam video nampak  Bondan yang mengenakan setelan busana warna putih yang dipadukan dengan celana panjang, terlihat asyik mengaduk-aduk masakan rendang di wajan berukuran besar.

Bisnis Kuliner

Bondan juga memiliki bisnis kuliner. Kopitiam Oey namanya. Outletnya sudah tersebar ke se-antero negeri dan banyak dicari oleh para penikmat kuliner. Suasana zaman dulu akan sangat terasa jika kamu berkunjung ke sana.

Nama ‘Oey’ tersebut berasal dari nama aslinya, Bondan Oeynarno, dengan Bahasa Indonesia ejaan lama. Sebagai pemilik tunggal PT. Kopitiam Oey Indonesia.

Bondan Winarnojuga memiliki bisnis kuliner. (Foto: kopitiamoey.com)
Bondan Winarnojuga memiliki bisnis kuliner.
(Foto: kopitiamoey.com)

Pria kelahiran 29 April 1950 ini sempat bercerita tentang awal mulai berdirinya Kopitiam Oey. Dilansir dari situs kopitiamoey.com, “Saya berfikir keras untuk menjadikan kopi bermutu di tempat yang nyaman, tetapi harganya tidak boleh mahal. Harus ada untung, supaya usaha boleh voortbestaan alias terus maju. Tetapi, para tamu harus diberi harga yang masuk akal, supaya mereka yang bumiputra maupun kaum vreemde oosterlingen atau kaum peranakan yang tumpah darah di negeri ini dapat bangga menikmati kopi sebagai produk bangsa sendiri,” tulis Bondan dalam ejaan lama .

Petinggi di Perusahaan Beras

Sejak tahun 2009 Bondan Winarno dikenal sebagai Komisaris Independen PT Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk (TPSF). Tak hanya itu, dalam situs resmi PT Tiga Pilar Sejahtera, nama Bondan juga tercatat sebagai Ketua Komite Nominasi dan Remunerasi, Anggota Komite Audit, dan Anggota Komite Tata Kelola Perusahaan dan Manajemen Risiko Perseroan.

Bondan Bondan Winarno sejak tahun 2009 menjabat sebagai Komisaris Independen PT Tiga Pilar Sejahtera Food. (Foto tigapilar.com

PT Tiga Pilar Sejahtera Food memiliki salah satu anak perusahaan yakni, PT Indo Beras Unggul (IBU) produsen dari beras Ayam Jago dan Maknyuss.

Beberapa bulan lalu, PT IBU sempat bermasalah karena diduga melanggar hukum dengan memanipulasi kandungan beras. Gudang beras milik PT IBU di Jalan Rengas Km 60 Karangsambung, Kedungwaringan, Bekasi, Jawa Barat digerebek pihak Kepolisian pada Kamis (20/7) lalu.

Penggerebekan dilakukan terkait dugaan manipulasi kandungan beras. PT IBU diduga telah mengubah gabah jenis IR64 yang dibeli seharga Rp 4.900/kg dari petani dan menjadi beras bermerek. Gabah itu diproduksi menjadi dua merek beras dengan harga jual berbeda, yakni ‘Maknyuss’ seharga Rp 13.700/kg dan ‘Cap Ayam Jago’ seharga Rp 20.400/kg.

Selamat Jalan Bondan Winarno, selamat beristirahat dengan Tenang. “Maknyusmu” akan terkenang selalu. (Sbg/Rig)

Comments