Generasi Alpha
Generasi alpha akan sangat dimudahkan hidupnya karena teknologi mutakhir.(Foto: fistfuloftalent.com)

Sabigaju.com – Kamu salah satu generasi millennials? Artinya, kamu kemungkinan akan menjadi orangtua dari generasi alpha.

Yes, kesulitan akan semakin kamu rasa dengen membesarkan mereka. Tapi, bukan berarti ini tak bisa dilakukan ya.

Kamu harus mulai mengedukasi diri soal generasi alpha ini mengingat tantangan akan semakin banyak. Pertama, kamu harus tau dulu nih, apa sih generasi alpha tersebut?

BACA JUGA: Permainan Anak Ini, Tergantikan oleh Gadget

Who’re Alpha Generations?

Mereka yang lahir di tahun antara 2010 hingga 2025 (abad ke-21) adalah generasi alpha. Penamaan “alpha” ini merujuk pada alfabet Yunani karena sebelumnya, ada generasi bernama generasi Z.

Jika kamu, kaum millennial hidup di mana teknologi baru masuk dan berkembang, generasi alpha lahir di zaman teknologi sudah tumbuh begitu pesat.

Mengutip The Asian Parent, generasi alpha ini akan sangat dimudahkan hidupnya karena teknologi mutakhir. Jangankan untuk hidup sehari-hari, mainan mereka pun akan terdapat sentuhan teknologinya.

Maka, jangan heran kalau anak masa kini akan lebih senang game di gadget daripada fitur interaktif sekalipun pada mainan mereka.

BACA JUGA: Sexting Rentan Dilakukan oleh Anak, Begini Mewaspadainya

How Do They Live?

Karena lahir di era serba mutakhir, maka generasi alpha ini hampir disebut tak mungkin bila tak berdampingan dengan teknologi.

Mereka akan hidup dengan gadgetnya dan sangat welcome dengan suara dari Siri hingga bahkan Google Assitant di rumahnya nanti.

Bukan enggak mungkin juga nih Sob, mereka nantinya akan lebih percaya pada health-tracker dibandingkan harus pergi ke dokter. Siapa tahu juga nanti ada teknologi yang mampu mendiagnosa suatu penyakit atau gejala dengan akurasi yang begitu sempurna.

BACA JUGA: Digiseksual, Robot Seks dan Rusaknya Ikatan Pernikahan 

How Should We Do?

Sebagai orang yang terlahir lebih dulu dan mengalami perkembangan teknologi tersebut, tentu kita harus menyesuaikan diri dong. Kita juga enggak boleh terlambat soal info teknologi agar terus bisa mengawal generasi ini.

Karena generasi alpha ini sangat lekat dengan teknologi, maka interkasi sosial mereka biasanya akan begitu jauh berkurang.

Sebagai orang dewasa, tentu kita harus membatasi sejauh mana ketergantungannya terhadap teknologi. Pastikan porsi mereka agar bisa berinteraksi dengan sesama tetap ada.

BACA JUGA: Siapa yang Lebih Rentan Kecanduan Gadget: Pria atau Wanita?

Generasi  ini juga cenderung menyepelekan sesuatu. Ini karena mereka begitu dimanjakan oleh kemudahan.

Misal, ketika ada barangnya yang rusak, mereka akan berpikir bahwa nanti ada gantinya. Bukan berpikir apakah barang tersebut bisa diperbaiki dan bagaimana cara memperbaikinya?

Hmm, cukup signifikan juga ya perubahan dari setiap generasi ini. Kamu si millennials bisa jadi manggut-manggut dan setengah pusing dibuatnya.

No worries, kamu tetap jadi saksi perkembangan teknologi kok. Jadi enggak gaptek-gaptek amat deh. (Sbg/Dinda)

Comments