Perayaan Valentine
(Foto: Freepik.com)

Sabiaju.com – Hari ini Jumat 14 Februari banyak orang sibuk mempersiapkan perayaan Valentine, atau Hari Kasih Sayang. Salah satunya dengan memberi hadiah kepada orang-orang yang dianggap istimewa.

Namun, seperti banyak hal di dunia, perayaan Valentine juga tak lepas dari berbagai kontroversi.

Di Indonesia misalnya. Meski ada yang merayakan, tak sedikit yang menentang keras perayaan Valentine.

Bahkan, setiap tahun selalu ada argumentasi pernyataan dari organisasi masyarakat dan keagamaan yang mengharamkan perayaan itu sebagai sebuah hal yang menyimpang dari aturan agama hingga budaya.

BACA JUGA: Video: Tips Dating Valentine Sesuai Zodiak

Dulu di Arab Haram, Sekarang Nggak Lagi Tuh

Arab Saudi pernah memberlakukan larangan perayaan Valentine’s Day di Arab Saudi dan dianggap haram. Bagi yang melanggarnya akan ditangkap dan dipenjara.

Namun aturan tersebut kini dihapus. Sudah dua tahun belakangan Warga Arab Saudi merayakan Valentine’s Day yang bisa dibilang meriah dan mewah.

Penghapusan larangan perayaan Valentine Day mengubah wajah kehidupan orang-oran Arab Saudi.

Bunga mawar merah dan cokelat masih menjadi dua bagian penting bagi warga Arab Saudi untuk mengungkapkan kasih sayangnya pada keluarga, pacar hingga teman.

Pasangan Arab
(Foto: Freepik.com)

Penghapusan larangan Valentine Day di Arab Saudi tak lepas dari peran mantan presiden CPVPV (Komisi Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan) Sheikh Ahmed Qasim Al-Ghamdi. Dengan tegas Ia mengatakan perayaan Valentine Day tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Menurutnya, mengungkapkan rasa sayang dan cinta adalah universal, tak ada batasan muslim atau non muslim. Pernyataan ini yang akhirnya membuat pemerintah Arab Saudi secara resmi mencabut larangan ‘haram’ bagi warganya untuk merayakan Valentine Day terhitung dari tahun 2018 silam.

“Ada banyak hal yang mendunia dimana hal tersebut menjadi hal yang menarik di kalangan komunitas non-muslim dan juga menjadi hal yang biasa di komunitas muslim karena popularitasnya. Nabi juga kerap bersinggungan dengan tradisi non-muslim,” kata Sheikh Ahmed Qasim Al-Ghamdi.

BACA JUGA: Tasty! Kuliner Cinta yang Bikin Penuh Gairah di Hari Valentine

Soal Valentine bukan Budaya Kita

Tentunya di tanah Air hari ini bakal banyak yang mengatakan kalau Valentine atau hari kasih sayang bukan budaya kita.

Ada yang membuat opini satire hingga lucu-lucuan hingga lagi dan lagi menjadi trending topic kembali di berbagai media sosial.

(Foto: Twitter)

BACA JUGA: Gaya Bercinta dengan Pasangan di Momen Istimewa Valentine

Dan tidak sedikit orang yang dengan otoriternya ataupun mendadak berbudaya memaksakan kehendak mereka untuk memiliki pemikiran seragam, agama yang sama soal perayaan hari kasih sayang

Yup sepertinya bakal banyak yang sibuk gontok-gontokan sampai musuhan di Hari Kasih Sayang.

Yang jelas setiap Hari Valentine, perdebatan tentang perayaan valentine kian meruncing seiring mudahnya akses bersuara di ruang publik melalui akses media sosial.

Dan debat Hari Valentine adalah budaya kita dan seakan wajib dirayakan setiap tanggal 14 Februari di negeri ini. Selamat Berdebat soal perayaan Valentine! (Sbg/Rig)

Comments