RUU KUHP

Sabigaju.com –  Salah satu topik yang kini ramai dibicarakan berbagai kalangan adalah soal pembahasan soal RUU KUHP alias Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana

Rencananya rancangan KUHP tersebut bakal menggantikan KUHP buatan penjajah Belanda akan disahkan oleh DRR pada tanggal 24 September 2019 mendatang.

Nah dalam RUU KUHP ada sejumlah pasal yang berkaitan dengan seks yang dinilai kontroversial berikut ulasannya.

BACA JUGA: Penyakit Mengerikan Lantaran Aktivitas Oral Seks

Ancaman Pidana untuk Suami hingga Pelaku Oral seks

RUU KUHP ini juga memuat bagian mengenai bagian Kekerasan Seksual. Mengenai Bagian Kekerasan Seksual masuk dalam BAB XXII Tindak Pidana Terhadap Tubuh.

Jika kamu memaksa pasangan sah Anda mengajak berhubungan badan. Apalagi pemaksaan ini berujung pada tindakan perkosaan yang merugikan salah satunya.

Merujuk pada Pasal 480 ayat (1) dan ayat (2) Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) per 28 Agustus 2019 yang segera disahkan DPR RI, pelaku perkosaan terhadap pasangan yang sah bisa terkena hukuman pidana kurungan paling lama 12 tahun penjara.

Menurut draft akhir RUU KUHP, dijelaskan arti dari pemerkosaan.

“Setiap Orang yang dengan Kekerasan atau Ancaman Kekerasan memaksa seseorang bersetubuh dengannya dipidana karena melakukan perkosaan,” demikian bunyi Pasal 480.

BACA JUGA: Jangan Memaksa Istri Bercinta kalau Enggak Mau ini Terjadi! 

Perluasan Makna

Nah, dalam RUU KUHP, terjadi perluasan makna atau arti, tidak hanya alat kelamin laki-laki masuk ke alat kelamin perempuan.

Namun juga mencakup perbuatan oral seks, anal, maupun perbuatan yang memasukkan anggota tubuh atau alat ke dalam alat kelamin perempuan/anal/mulut (oral).

Tindakan perkosaan ini juga mengalami perluasan arti, suami bisa juga dinyatakan melakukan perkosaan ke istrinya dalam rumah tangga.

Berikut petikan Pasal 480 ayat (2) mengenai defenisi perkosaan:

(2) Termasuk Tindak Pidana perkosaan dan dipidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi perbuatan:

a. persetubuhan dengan seseorang dengan persetujuannya, karena orang tersebut percaya bahwa orang itu merupakan suami/istrinya yang sah;

b. persetubuhan dengan Anak; atau

c. persetubuhan dengan seseorang, padahal diketahui bahwa orang lain tersebut dalam keadaan pingsan atau tidak berdaya.

Juga pada Pasal 480 ayat (3):

(3) Dianggap juga melakukan Tindak Pidana perkosaan, jika dalam keadaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilakukan perbuatan cabul berupa:

a. memasukkan alat kelamin ke dalam anus atau mulut orang lain;

b. memasukkan alat kelamin orang lain ke dalam anus atau mulutnya sendiri; atau

c. memasukkan bagian tubuhnya yang bukan alat kelamin atau suatu benda ke dalam alat kelamin atau anus orang lain.

Mereka pelaku perkosaan tersebut, berdasarkan Pasal 480 ayat (1) bisa dipidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun.

“Setiap Orang yang dengan Kekerasan atau Ancaman Kekerasan memaksa seseorang bersetubuh dengannya dipidana karena melakukan perkosaan, dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun.”

Pasal-pasal ini jmenjadi peringatan bagi pelaku nikah siri agar para suami tak sewenang-wenang memperlakukan istrinya.

BACA JUGA: Merdeka! Terus Berjuang Mengakhiri Kekerasan Seksual 

Sanksi Pidana Kumpul Kebo dan Seks diluar Nikah

Berdasarkan draft RUU KUHP juga terdapat sejumlah pasal yang meluaskan makna zina. Salah satu yang diatur adalah hubungan seks tanpa pernikahan. Pasal 417 ayat 1 berbunyi:

Setiap orang yang melakukan persetubuhan dengan orang yang bukan suami atau istrinya dipidana karena perzinaan dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda Kategori II.

Adapun pelaku kumpul kebo diancam dengan hukuman 6 bulan penjara. Pasal 419 berbunyi:

Setiap orang yang melakukan hidup bersama sebagai suami istri di luar perkawinan dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) bulan atau pidana denda paling banyak Kategori II.

BACA JUGA: Pria dan Wanita Miliki Tujuan Berbeda Saat Berhubungan Intim 

RUU KUHP Sasar Pria Hidung Belang

Aturan ini bakal menyasar pria hidung belang dengan hukuman penjara. Tidak tanggung-tanggung, ancamannya 4 tahun penjara. Pasal 418 ayat 1 berbunyi:

Laki-laki yang bersetubuh dengan seorang perempuan yang bukan istrinya dengan persetujuan perempuan tersebut karena janji akan dikawini, kemudian mengingkari janji tersebut karena tipu muslihat yang lain dipidana penjara paling lama 4 tahun atau denda paling banyak kategori III.

Hukuman akan diperberat apabila akibat perbuatan pria hidung belang itu mengakibatkan korban hamil. Hal baru lainnya yaitu perkawinan sedarah akan dihukum maksimal 12 tahun penjara. Pasal 420 berbunyi:

Setiap orang yang melakukan persetubuhan dengan seseorang yang diketahuinya bahwa orang tersebut merupakan anggota keluarga sedarah dalam garis lurus atau ke samping sampai derajat ketiga dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 tahun.

Oke bagaimana tanggapan kalian tentang RUU KUHP yang akan disahkan pada tanggal 24 September  2019 mendatang? (Sbg/Rig)

Comments