Pemadaman Listrik
(Foto; Unsplash)

Sabigaju.com – Sebagian wilayah Pulau Jawa terkena pemadaman listrik pada Minggu (4/8) hingga belasan jam. Bahkan hingga Senin (5/8) lalu masih ada sebagian wilayah yang masih belum juga menyala dan terkena pemadaman bergilir.

Akibat pemadaman listrik, sejumlah fasilitas juga ikutan mati. Jaringan telepon dan internet, air bersih, hingga fasilitas umum seperti kereta listrik dan MRT juga lumpuh total. Bahkan sejumlah bisnis juga ikut lumpuh aktivitasnya, misalnya saja bisnis kuliner hingga ojek online.

Tentu saja banyak pihak yang menggerutu dan memprotes. Tapi, apakah pemadaman listrik ini hanya menimbulkan dampak buruk saja? Engga, dong. Nih, buktinya.

BACA JUGA: Berbagai Dampak Mati Listrik di Jabodetabek

Lepas dari Gadget

Kamu pasti sudah sering mendengar kalau ketergantungan akan gadget itu enggak baik untuk kesehatan mental kita.

Nah, dengan adanya insiden ini, kita dilatih untuk meletakkan sejenak gadget dan dunia maya, dan fokus pada dunia nyata. Welcome to the real world!

Quality Time Bersama Keluarga

Biasanya, kalau kamu enggak bisa ngapa-ngapain dengan gadget, kamu akan mencari aktivitas.

Salah satunya adalah mencoba quality time bersama keluarga. Coba pikirkan kapan terakhir kamu komunikasi intens dengan keluargamu?

Ya, walaupun hanya sekadar bercanda bareng. Bonding yang akan kamu ciptakan bersama keluarga akan sangat terasa.

BACA JUGA: Langkah Penting untuk Mengantisipasi Padamnya Listrik

Produktif

Salah satu aktivitas lainnya adalah kamu akan mencoba sebisa mungkin mencari kegiatan yang produktif.

Misalnya saja mencicil pekerjaan kantor di rumah jika memang pemadaman terjadi saat sedang hari libur seperti kemarin. Atau, kamu juga bisa membantu istri membereskan rumah.

BACA JUGA: Polusi Udara Tinggi, Waspada Liburan di Jakarta

Polusi Udara Menurun

Setelah listrik padam PLN dan mati lampu massal pada Minggu (4/8), kualitas udara Jakarta disebut semakin membaik pada Senin (5/8) pagi.

Berdasarkan pantauan melalui laman AirVisual.com yang diakses pukul 08.04 WIB, peringkat kualitas udara Jakarta semakin turun di peringkat 22 dunia.

Skornya mencapai 75 atau kategori moderat, setara dengan parameter pm 2.5 dengan konsentrasi 23.5 µg/m³.

Hal ini bisa jadi karena industri tak bisa berjalan, orang malas keluar rumah dan lain hal sebagainya.

Namun demikian, masih terdapat empat wilayah di Jakarta yang memiliki kualitas udara buruk (unhealthy dan unhealthy for sensitive groups).

BACA JUGA: Resah Smartphone Nggak Aktif, Waspada Nomophobia 

Save More Energy

Pasti, dong. Ketika pemadaman massal seperti ini, maka energi yang tersimpan akan sangat banyak.

Ada banyak orang yang jika tidak dipaksa, maka tidak akan bisa menghemat energi. Mungkin dengan cara pemadaman secara masif dan tempo waktu lama ini, energi di Indonesia akan tersimpan sangat banyak.

BACA JUGA: Begini Pentingnya Pelajaran Matematika untuk Bercinta

Ikut Merasakan Mereka yang Belum Tersentuh Listrik

Di Indonesia ini, masih banyak, loh, daerah yang belum tersentuh listrik. Mereka masih memakai lampu petromak, obor atau lampu minyak sebagai penerang jika gelap.

Atau, masih banyak juga nih, daerah yang sering banget terkena pemadaman dalam waktu lama. Apa mereka mengeluh? Mungkin ya. Wajar saja.

Tapi kalau kita? Selama ini dimanjakan oleh listrik dan sejumlah fasilitas untuk kemudahan, masa sih sehari dua hari tanpa itu semua kita lebih menggerutu dari mereka.

Maka itu Sobat Sabi sekalian, apapun keadaan yang kita hadapi karena satu musibah tertentu, kita harus mensyukurinya.

Cukup menghargai sesuatu yang masih bisa kita lakukan dan rasakan. Jangan lupa berdoa juga agar Indonesia tak lagi mengalami pemadaman listrik lagi, ya! (Sbg/Dinda)

Comments