Memaksakan Diri
(Foto: Unsplash)

Sabigaju.com – Pernikahan mewah sepertinya sedang jadi tren saat ini. Tapi, apa perlu memaksakan diri untuk  menikah secara mewah? Apa memang hal itu bisa menjamin kebahagiaan nantinya?

Boleh saja kalau secara finansial kamu mampu, menyelenggarakannya. Tapi ingat, kehidupan setelah menikah adalah tujuan kamu yang sebenarnya bersama pasangan.

Nah ada sederet hal  yang bisa kamu alami bila kalau memaksakan diri agar bisa menikah secara mewah.

BACA JUGA: Stop Menghabiskan Banyak Uang Hanya untuk Bikin Orang Terkesan! 

Terancam Bokek Setelah Menikah

Ini adalah resiko pertama yang bisa kamu hadapi jika memaksakan diri  menyelenggarakan pernikahan mewah.

Jelas, dong. Kalau kamu memaksakan artinya kamu belum mampu untuk menyelenggarakan resepsi yang mewah.

Semua uang bisa jadi dari hasil mengutang. Asal bisa diakui secara sosial, kamu rela mengeluarkan bujet lebih. Atau jangan-jangan, kamu rela bokek karena calon istri yang minta? Ya, bucin dong?

Ingat, resepsi yang digelar hanya satu hari ini enggak perlu dipusingin sedemikian rupa. Akan ada banyak hari di mana kamu harus menjalani hidup sebenarnya bersama pasangan. Itu yang sebetulnya harus kamu pikirkan. Rela tabungan terkuras hanya untuk memenuhi gengsi satu hari?

BACA JUGA: Saat Tren Pernikahan Ala-Ala Bikin Sakit Kepala Para Pria

Terancam dikejar hutang

Hal lain yang bisa kamu hadapi jika memaksakan diri menikah secara mewah hingga rela berhutang untuk mendapatkan gengsi semata. Kamu akan dikejar-kejar hutang.

Padahal kamu sudah harus menanggung istri nantinya. Artinya, pendapatan kamu akan terbagi, tak lagi untuk sendiri. Semua harus ditanggung sendiri. Bagaimana pula kamu harus membaginya dengan hutang?

Ingat, berhutang sebetulnya sah-sah aja, asal dipakai untuk kepentingan yang mendesak. Tapi kalau untuk hal yang sia-sia kayak resepsi mewah? Kayaknya mending dipikir lagi, deh.

BACA JUGA: Faktor Genetika Punya Peran Menentukan Kebahagiaan Pernikahan

Jadi Omongan Orang

memaksakan diri untuk menyelenggarakan pernikahan mewah bukan berarti kamu akan dinilai wah oleh orang-orang. Atau bakal disanjung.

Misal, makanan yang disuguhkan ternyata tak sesuai harapan. Atau misal, ada tetangga yang mengetahui kondisi keuangan keluargamu. Yang ada, kamu jadi bahan gosip.

Ingat, kita hidup dimana perjulidan ramai sekali mengancam. Yaa, kalau kamu tipe berhati baja sih, it’s okay lah.

BACA JUGA: Telat Nikah, Gak Usah Sedih, Itu Malah Bikin Kamu Hepi 

Kecewa Sendiri

Menikah dengan tema impianmu pasti membahagiakan. Tapi kalau kamu memaksakan diri terlebih jika setelah itu ternyata kehidupanmu tak seindah itu, kamu pasti akan kecewa sendiri. Kamu kecewa pada diri sendiri dan bahkan istrimu.

Ingat, pernikahan bukan akhir bahagia seperti di dongeng-dongeng. Ada banyak cerita sebenarnya yang kamu akan jalani.

Tentunya, tak selalu baik-baik saja. Jadi, jangan berharap terlalu banyak. Sebaiknya kamu belajar bersikap bijak sebelum memulai pernikahan.

See? Menikah secara mewah bukanlah goals dalam hidup kamu. Jangan cuma karena ingin dilihat status sosialnya, ingin diakui, gengsi, dan lain sebagainya lantas kamu akan hidup sengsara nantinya.

Memang sih, nasib orang enggak ada yang tau. Tapi apa salahnya jika tak dipersiapkan dari awal daripada menyesal, kan? (Sbg/Dinda)

Comments