Sabigaju.com – Memasuki minggu ketiga September 2020, ada sejumlah peristiwa yang mengemuka dan menjadi atensi dan perbincangan publik serta netizen di berbagai lini media sosial

Mulai dari gegernya netizen atas penusukan yang di alami Syekh Ali Jaber, heboh pemetik bunga edelweis di gunung Lawu hingga penampakan ratusan rusuk di tubuh seseorang.

Berikut selengkapnya sejumlah peristiwa yang menjadi atensi publik dan netizen di minggu ketiga September 2020.

BACA JUGA: Biar Kamu Nggak Jadi Korban Kejahatan Saat Kencan Online

1. Penampakan Susuk

Di Minggu ketiga September 2020 publik dan netizen di hebohkan denganunggahan di media sosial yang menampilkan penampakan ratusan susuk yang terdapat di tubuh seorang wanita berusia 55 tahu yang dibagikan pengguna Instagram bernama Tasqia Syabira.

Tasqia embagikan hasil Xray dari seorang pasien wanita dengan banyak susuk di tubuhnya. Terlihat jelas sebuah titik-titik putih berada di dalam tubuh wanita tersebut.

penampakan ratusan susuk yang bikin heboh netizen di Minggu ketiga September 2020

(Foto: Instagram.com/ tasyabira)

Tasqia menjelaskan istilah susuk dalam dunia medis yang disebut sebagai Charm Needles. Tasqia menyebut penampakan susuk akan terlihat lewat Xray namun saat dilakukan pembedahan tidak ada satu pun yang terlihat.

Ia menjelaskan susuk bisa tertangkap Xray karena terbuat dari emas dan tembaga.Tasqia menambahkan susuk dapat berdampak bahaya jika benda berbau mistis tersebut menjadi infeksi.

Namun dalam dunia medis, masih menjadi misteri mengapa susuk tidak terlihat penampakannya saat melakukan bedah.

2 Viral Game perusak Pertemanan

Para pecinta game dan netizen di media sosisal pada Minggu ketiga September 2020 dihebohkan dengan Game bertajuk ‘Among Us’ hingga dibei caption game perusak pertamanan” karena di sini pemain harus memfitnah pemain lain atau berbohong.

Among Us adalah game multiplayer buatan studio bernama InnerSloth. Dalam game ini, pemain akan berperan sebagai makhluk asing yang tengah berada di dalam sebuah pesawat luar angkasa. Butuh sekitar 10 pemain agar permainan ini bisa dimulai.

game among us menjadi perhatian publik di Minggu Ketiga September 2020
(Foto: Game Among us)

Game besutan Innersloth ini memiliki konsep yang sama seperti Werewolf. Di mana akan ada dua peran yang berbeda yaitu crewmate dan impostor.

Pemain yang berperan sebagai crewmate berada di sisi baik. Pemain ini harus menyelesaikan sejumlah misi kecil untuk memperbaiki pesawat yang ditumpangi.

Sementara pemain yang berperan sebagai impostor akan bertindak sebagai pengkhianat yang berusaha menghabisi semua anggota crewmate.

BACA JUGA: Toxic Gamer, Sosok Ngeselin Saat Kita Main Game Multi Player

3. Netizen Semprot pemetik Bunga Edelweis

Di Minggu ketiga September 2020 publik dan netizen dihebohkan dengan video yang viral yang  memperlihatkan aksi tidak terpuji seorang pendaki yang sengaja memetik bunga edelweis di Gunung Lawu.

Dalam rekaman video berdurasi 30 detik itu terlihat seorang pendaki wanita yang memetik bunga abadi tersebut. Meski sudah diperingatkan, namun pendaki tersebut terlihat acuh dan menghiraukan peringatan yang diberikan.

Melihat kejadian itu, banyak netizen yang geram dan melayangkan kritikan tajam. Pendaki perempuan yang diketahui bernama Luluk Dewi Lutfiah akhirnya meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Namun Luluk tetap dijatuhi sanksi dengan dikenakan sanksi blacklist untuk naik ke Gunung Lawu dan push up 100 kali.

Bunga edelweis merupakan salah satu tumbuhan yang dinilai langka dan dilindungi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Pasal 33 ayat 1 dan 2 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistem.

Bagi pelanggar yang nekat memetiknya akan dikenai sanksi pidana 1 tahun penjara dan denda maksimal Rp 50 juta.Seperti yang tercantum dalam UU Nomor 41 Tahun 1999.

4. Seragam Satpam Mirip Polisi

Di Minggu ketiga September 2020 Publik dan Netize rmai membicarakan soal Seragam baru petugas Satpam yang pad tahun 2021 mendatang yang didominasi warna cokelat yang amat mirip dengan seragam milik Anggota kepolisian.

Seragam satpam baru, ramai di perbincngkan publik pada minggu Ketiga september 2020
(Foto: Istimewa)

Seragam satpam akan disertai pangkat serta menjadi warna coklat seperti seragam anggota kepolisian. Warna coklat dipilih sebagai warna seragam baru satpam karena coklat merupakan warna alami.

Polri akan menindak tegas penyalahgunaan seragam baru satpam yang memiliki tampilan mirip seragam polisi. Siapapun yang menyalahgunakan bakal diproses sesuai undang-undang yang berlaku.

BACA JUGA: Preman Nggak Pernah Pensiun di Negeri Ini  

5. Penusukan Syekh Al Jabir

Di Minggu Ketiga September 2020 Publik dan Netizen digegerkan dengan kabar penusukan Ulama Kondang Tanah Air, Syekh Ali Jaber, saat membrikan tausiah di acara Wisuda Tahfidz Al Quran Masjid Falahudin, Bandar Lampung.

Akibatnya Syekh Ali Jaber mengalami luka di bahu kanannya. AA kembali mencoba menusuknya lagi. Namun, Aksi AA kemudian dihentikan. Ia sempat dihajar oleh massa yang hadir di acara tersebut.

View this post on Instagram

الحمدلله قدر ربي ولطف طعنة موجهة للعنق وأراد الله بأمره في لحظة حركت يدي يمني فجاءت الطعنة في عضلة اليد اليمنى غرست السكينة بحدود ٥ سم فلما قاومت انكسرت السكينة داخل يدي والان ابشركم اني بخير بعد خياطه ١٠ غرز ٦ منها غرز داخلية و٤ غرز خارجية والحمدلله على قدره ولطفه وإحسانه Alhamdulillah Allah taqdirkan saya depat musibah tapi lebih ringan dari musibah yg lebih besar Allah selamat dari tusukan bagian leher jadi ke otot tangan kanan Alhamdulillah udh membaik habis di jahit 10 jahitan bagian dalam dan luar mhn doannya terima kasih banyak atas bantuannya dan perhatian nya semoga berkah jazakumullahu khairan #SAMBUNG_AMAL #syekhalijaber #ramadan #sunnah #berkah #zakat #Fitrah #yayasansyekhalijaber #yusufmansur #tvonenews #damaiindonesiakutvone #hafizrcti #uas #rafiinagita1717

A post shared by Ali Jaber (@syekh.alijaber) on

Lantaran kasihan, Ali Jaber meminta massa berhenti memukuli pria tersebut. Ali meminta jemaah segera menyerahkan pria itu ke polisi.

Polisi masih mendalami i pemeriksaan awal terhadap AA. Pelakuenusukan Syekh Ali Jaber itu bisa dijerat dengan dua pasal. terkait penganiayaan berat dan membawa senjata tajam tanpa hak,

Kedua pasal itu adalah Pasal 351 ayat 2 (KUHP) dengan ancaman pidana penjara 5 tahun dan Pasal 2 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman pidana penjara 10 tahun.

Comments