Kondisi depresi
(Foto: Hufpost)

Sabigaju.com –  Kondisi depresi  ternyata bisa dipicu oleh aktivitas-aktivitas harian rutin,   ataupun gaya hidup yang tidak sehat.

Nah, Sabigaju mau  kasih tahu nih buat kalian semua sederet gaya hidup yang bisa memicu munculnya kondisi depresi dalam diri seseorang. Berikut ulasannya

1. Sering Mengonsumsi Makanan Olahan

Berbagai makanan olahan seperti Burger atau kentang goreng pastinya terasa sangat nikmat jika dimakan sesekali.

Namun, terlalu banyak mengonsumsi makanan olahan tinggi ternyata bisa memicu kondisi depresi hingga resiko kematian dini.  Untuk itu kamu harus mengurangi kebiasaan mengonsumsi hal tersebut gaes.

Lewat pola makan sehat–dengan definisi banyak buah-buahan, sayur, ikan, dan gandum utuh–adalah kebiasaan yang baik.

BACA JUGA: Potensi Kematian Dini dan Panjangnya List Makanan Olahan

2. Terlalu Sering Sendiri

Memiliki waktu berkualitas sendiri membawa banyak manfaat terhadap kesehatan mental. Namun, menghabiskan terlalu banyak waktu sendirian bisa membawa efek sebaliknya dan dapat meningkatkan risiko kondisi depresi.

Untuk menghindarinya,  kamu harus   menjaga pentingnya hubungan pertemanan dengan orang lain sebagai strategi menghindari depresi.

Setiap saat kita terhubung dengan orang lain, maka itu adalah kesempatan untuk pertukaran emosi yang positif bagi manusia sebagai makhluk sosial.

3. Terlalu Multitasking

Sebuah survei terhadap 318 orang yang dipublikasikan di Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking mengungkapkan, orang-orang yang melakukan media multitasking lebih sering mengalami gejala depresi dan kecemasan sosial.

Untuk menangkalnya, cobalah menghabiskan waktu hanya dengan satu gawai per harinya dan membatasi waktu penggunaan layar (screen time).

BACA JUGA: Ini Alasan Mengapa Multitasking Tidak Dianjurkan

4. Berteman dengan Orang-orang Negatif

Dikelilingi oleh orang-orang toxic yang negatif bisa meningkatkan risiko mengalami kondisi  depresi.

Jadi, usahakan lebih banyak membentuk hubungan pertemanan dengan orang-orang yang merespons positif apa yang kita lakukan

Dengan begitu, kita akan mendapatkan pandangan yang positif dan menurunkan risiko depresi.

5. Kurang  Piknik

Terlalu banyak menghabiskan waktu di area perkotaan bisa berdampak pada suasana hati kita.

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Central Institute of Mental Health di University of Heidelberg, tinggal di kota besar kerap terkait dengan stres dan penyakit mental tingkat tinggi.

Bagi para penduduk kota besar, cobalah menghindari dampak buruk tersebut dengan sesekali berjalan-jalan ke taman atau perdesaan untuk melihat alam dan beristirahat dari kesibukan kota

6. Tidur Terlalu Larut

Sebuah studi yang dipublikasikan di Journal Cognitive Therapy and Research menemukan, orang-orang yang tidur terlalu larut sering kali memiliki pikiran negatif kronis sepanjang hari.

Kebiasaan ini kerap dikaitkan dengan kondisi depresi. Sebaliknya, orang-orang yang tidur lebih cepat mengalami pikiran negatif yang cenderung lebih sedikit.

So, mulai sekarang cobalah untuk tidur satu jam lebih awal untuk mendapatkan manfaat kesehatan.

BACA JUGA: Jangan Malas Gaes! Tetap Aktif Berolahraga di Musim Hujan 

7. Gaya Hidup Pasif

Gaes ada baiknya kam meninggalkan kebiasaan pasif seperti terlalu banyak menghabiskan waktu di depan televisi atau alat elektronik.  Karena hal itu  bisa berdampak pada kesehatan mental kita.

Sebaliknya, aktif bergerak dapat mengangkat suasana hati akan menurunkan kemungkinan kita mengalami kondisi depresi

Ketika kita aktif secara fisik, otak kita akan melepaskan zat kimia yang memunculkan suasana hati positif, seperti endorfin dan endocannabinoid, yang dapat meringankan perasaan depresi.

Yuk hentikan gaya hidup tak sehat di atas tadi, biar kita tak  beresiko  mengalami kondisi depresi. (Sbg/Rig)

Comments