Aksi demonstrasi di tengah pandemi
(Foto: Instagram.com/jakartaterkini2)

Sabigaju.com – Aksi demonstrasi tidak hanya menjadi perhatian media pemberitaan sebab ada cukup banyak film yang mengangkat ketegangan bahkan keharuan yang terjadi saat sebuah aksi demo menuntut keadilan ataupun penolakan tentang kebijakan yang tidak manusiawi.

Nah, tidak sedikit film yang berusaha menampilkan ketegangan saat demonstrasi seperti benturan antara aparat dan pengunjuk rasa. Beberapa berakhir manis untuk sang pengunjuk rasa, beberapa tidak. Namun, bisa dikatakan, serunya sama.

Berikut beberapa rekomendasisi film yang menampilkan ketegangan di balik  aksi demonstrasi

BACA JUGA: Aksi Demonstrasi Itu Bermartabat, Bukan Ajang Bikin Rusuh

1. The Gate of Heavenly Peace

Film dokumenter berdurasi tiga jam yang diproduksi dan disutradarai oleh Richard Gordon dan Carma Hinton ini menceritakan tentang protes tahun 1989 di Lapangan Tiananmen, yang berpuncak pada tindakan keras pemerintah yang kejam pada 4 Juni 1989.

Film ini menggunakan rekaman arsip dan wawancara kontemporer dengan berbagai warga China, termasuk pekerja, pelajar, intelektual, dan pejabat pemerintah tentang hari demi hari yang cermat dari periode enam minggu demo di Tiananmen.

Filmm menarik ini menjalin adegan video demonstrasi dan percakapan dengan para pemimpin dan peserta dengan narasi penjelasan ke dalam akun yang berpikiran jernih serta menyeluruh dan terorganisir dengan baik.

2. 1987: When the Day Comes

Film ini bakal membuatmu mengetahui  aksi demo besar-besaran mahasiswa yang pernah terjadi di negeri Gineng tersebut  hingga menjadi lembaran penting dari demokrasi di Korea Selatan.

Dimulai dari kematian yang tidak wajar dari seorang pentolan aktivis mahasiswa, Park Jong Chul. Film yang berdasarkan kisah nyata ini kemudian bergulir ke pemaksaan terhadap seorang Jaksa untuk menandatangani berita kematian mahasiswa itu.

Jaksa itu menolak. Fakta kematian tersebut lalu bocor ke sebuah surat kabar. Dalam waktu singkat, Korea Selatan geger.

Mahasiswa yang menjadi resah kemudian mulai turun ke jalan. Film ini dengan apik mampu menggambarkan kondisi mahasiswa Universitas Yonsei yang melakukan unjuk rasa pada awal Juni 1987.

Selama hampir dua jam menyaksikan karya sutradara Jang Joon Hwan ini, kita serasa dibawa ke situasi rezim militeristik yang cenderung menghilangkan orang-orang yang bersuara kritis.

3. Film Detroit (2017)

Film drama kriminal ini berasal dari kisah nyata di daerah Detroit, Michigan, AS, pada 1967 silam. Kerusuhan ini berlandaskan isu rasial antara warga kulit putih dan kulit hitam di Amerika.

Film ini mulai tayang pada Agustus 2017. Disutradarai oleh Kathryn Bigelow, film ini dibintangi oleh pemenang Oscar, Anthony Mackie.

Film ini mengenai penyerbuan polisi terhadap sebuah klub malam milik warga kulit hitam, dimana mayaroitas warga kulit hitam pun melakukan kerusuhan dengan penjarahan dan pembakaran toko-toko di kota Detroit.

film ini kental dengan isu sosial dan isu rasialis di era modern loh. Meskipun kejadian dan film ini telah berlalu, isu rasialis antara kulit hitam dan kulit putih di Amerika masih memanas.

BACA JUGA: Tetap Sehat Saat Ikut Aksi Demo di Tengah Pandemi

4. Film No Escape (2015)

Film ini berawal dari Sepasang suami istri yang pindah ke negara Asia Tenggara, alih-alih ingin hidup bahagia dengan keluarga kecil tercintanya,

Jack Dwyer yang diperani oleh Owen Wilson diterpa kemalangan di awal kepindahannya. Kedatangan Jack dan keluarga nya berbarengan dengan peristiwa kudeta yang berujung pada terbunuhnya seorang perdana mentri oleh pasukan pemberontak.

Pasukan pemberontak ini mengincar setiap warga asing di daerahnya, ia tak segan-segan menembaki setiap warga asing yang tak bersalah.

Pada film tersebut, pasukan pemberontak ini adalah kelompok di pemerintahan yang tidak setuju dengan masuknya investasi asing yang ternyata memperbudak mereka dengan hutang luar negri.

jaack Dwyyer pun harus rela lari-larian demi melindungi keluarga kecilnya mulai dari  terjebak dalam  kerusuhan di sebuah aksi demonstrasi  hingga  berbagai hal menegangkan lainnya.

5. Battle in Seattle

Film ini mengisahkan tentang empat orang yang dipersatukan oleh keinginan yang sama. Keinginan untuk didengar seluruh dunia dan keinginan untuk membuat suatu perubahan.

adalah Django (André Benjamin), Jay (Martin Henderson), Lou (Michelle Rodriguez) dan Ella (Charlize Theron) yang semula datang untuk mengikuti protes damai menentang kebijakan yang dikeluarkan World Trade Organization (WTO).

Namun keempat rang tersebut malah   terjebak dalam keributan yang terjadi dalam demonstrasi besar-besaran yang terjadi di Seattle, Washington.

Sutradara Stuart Townsend,  mencoba menyajikan kisah nyata ini dalam sebuah drama yang dilihat dari banyak sudut pandang.

Towsend bahkan  memasukkanbeberapa  rekaman kejadian sesungguhnya untuk membuat film ini jadi lebih realistis lagi.

BACA JUGA: Demokrasi Terancam Kalau Berpikir Kritis dan Ngelucu Dilarang!

6. Selma

Selma mengisahkan perjuangan Martin Luther King Jr. dan teman-temannya dalam mewujudkan hak pilih warga Afro-Amerika yang dimulai dari kota kecil Selma di negara bagian Alabama. Di kota tersebut, praktik rasialis kala itu terus berlangsung

Film ini dirilis 50 tahun setelah kejadian aslinya terjadi, namun muncul karena kembali munculnya ketegangan rasial di AS.

Film ini menjadi cerminan tentang Amerika yang tak pernah berhenti menghadapi persoalan rasialisme.

Bahkan bangsa sebesar Amerika yang mengklaim sebagai pengusung utama nilai-nilai kebebasan dan demokrasi pun terseok-seok menghadapi persoalan itu.(Sbg/Rig)

Comments