Asupan Protein
Jika kita terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung asupan protein dalam waktu yang panjang, maka sejumlah bahaya siap menyerang kesehatan tubuhmu. (Foto: Pixabay)

Sabigaju.com – Makanan yang mengandung asupan protein sangat penting dan dibutuhkan oleh tubuh kita karena bermanfaat sebagai sebagai sumber energi serta pembawa oksigen dalam darah atau hemoglobin.

Untuk memenuhi asupan protein bagi tubuh, kita bisa kita penuhi dengan mengkonsumsi daging, ikan, telur, susu, biji dan kacang-kacangan, produk kedelai, ekstrak jamur dan masih banyak lagi sumber protein lainnya.

Namun demikian, terlalu banyak mengonsumsi  asupan protein dalam waktu yang panjang dapat menimbulkan sederet efek kesehatan bagi kita. Nah dilansir laman DMarge berikut uraiannya

BACA JUGA

 

1. Kelebihan Berat Badan

Mendapat banyak asupan protein dengan jumlah besar dapat menjadi baik dan juga sebaliknya.

Jika Anda ingin membentuk otot dan mendapatkan berat badan untuk melakukan itu, peningkatan asupan protein bisa membantu.

Namun, terlalu banyak mengonsumsinya justru membuat berat badan meningkat. Pada dasarnya, karbohidrat sangat mudah dicerna, menyebabkan lonjakan insulin dan penambahan berat badan

2. Bau Mulut

Makan protein dalam jumlah tinggi umumnya membuat kita berpotensi mengalami halitosis alias bau mulut.

Dalam sebuah penelitian mengenai pola makan, 40 persen peserta mengalami bau nafas tak sedap yang tak bisa diatasi hanya dengan menggosok gigi.

Jika ini terjadi pada kita, periksa kembali asupan protein kita, tingkatkan asupan air, gosok gigi lebih sering, atau kunyah permen karet untuk mengatasinya.

3. Nyeri sendi

Para peneliti telah membuktikan diet tinggi protein yang kaya daging merah dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah.

Ini dapat membentuk penumpulan kristal yang menyebabkan rasa sakit di dalam sendi dan meningkatkan risiko asam urat.

5. Dehidrasi

Untuk memecah protein, tubuh membutuhkan air. Dengan kata lain, konsumsi protein berlebih membuat tubuh kekurangan cairan.

Ginjal yang memecah protein akan menarik air dari tempat lain di tubuh untuk mengimbangi protein tambahan.

Kita bisa mengatasinya dengan menambah asupan air atau mengurangi asupan protein.

Dehidrasi dapat menyebabkan sakit kepala. Jadi, sebaiknya kita berhati-hati dalam mengonsumsi protein dan memperbanyak asupan air untuk tubuh.

6. Sembelit

Efek samping lain dari mengonsumsi protein berlebihan dan membatasi karbohidrat adalah kurangnya serat dalam tubuh.

Kekurangan serat menyebabkan masalah usus seperti sembelit, kembung dan ketidakseimbangan bakteri di usus yang mendatangkan masalah pada pencernaan.

7. Terlalu Banyak Asupan Protein Bikin Kamu Mudah Lelah

Gejala ini dikenal dengan “keto flu”. Saat kita mengonsumsi makanan tinggi protein, kita mungkin akan merasa lesu. Protein memang membuat kita merasa kenyang lebih lama dari karbohidrat.

Kelebihan protein akan memicu proses glukoneogenesis yang dilakukan tubuh untuk memecah protein, dapat menyebabkan fluktuasi kadar kortisol, membuat kita mudah merasa lelah.

Cara Mengatasi Kelebihan Protein

Lantas, bagaimana mengatasi agar kita tidak terlalu banyak mengonsumsi Protein?

Jika kamu ingin mengurangi asupan protein,  kamu bisa menggantinya dengan lemak makanan sehat.

Lemak sehat membuat gula darah kamu stabil. Dan bahkan dapat membantumu mengatasi kelelahan terkait dengan diet rendah karbohidrat.

Namun demikian kamu harus mengkonsultasikannya dahulu dengan dokter kesehatan ataupun pakar gizi supaya sesuai dengan kondisi tubuh kamu. (Sbg/Rig)

Comments