Ada berbagai sanksi pidana buat wrga yang melanggar Perda Penanggulangan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta
(Foto: Unsplash)

Sabigaju.com –  Warga Jakarta kini tengah ramai membahas berbagai sanksi yangi dimuat dalam Peraturan Daerah (Perda)  Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta

Secara umum aturan ini mengatur tentang tata cara penanganan dan penanggulangan Covid-19 di Jakarta.

Perda tersebut berisi 11 bab dan 35 pasal yang di dalamnya mengatur mulai dari ketentuan, tanggung jawab, wewenang, hingga sanksi selama penanganan Covid-19

Perda  disusun guna memperkuat fungsi pengawasan pencegahan hingga pengendalian yang dilakukan aparatur dalam rangka memutus laju penularan Covid-19.

BACA JUGA: Klaster Gowes Jangan Sampai Terjadi, Berhentilah Gegabah!

Tidak ada Sanksi Penjara

Dalam aturan ini ada beberapa sanksi yang diterapkan atas pelanggaran aturan. Pemberian sanksi dilaksanakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dengan pendampingan oleh perangkat daerah terkait.

Meski  mengatur mengenai ketentuan sanksi pidana bagi pelanggar  Namun, tidak ada hukuman penjara atau kurungan bagi pelanggarnya dalam perda ini.

Beberapa pelanggaran yang tergolong sanksi pidana dalam perda itu seperti menolak tes corona yang diadakan Pemerintah, membawa paksa jenazah, tak mau divaksin, dan melarikan diri dari fasilitas isolasi.    Cek yuk sanksinya apa aja

Sanksi Tak Pakai Masker

Salah satu sanksi yang dimuat dalam aturan ini adalah diberikan kepada mereka yang tak menggunakan masker.

Bentuknya kerja sosial dengan membersihkan fasilitas umum atau denda administratif sebesar Rp 250 ribu.

Perda ini belum memuat aturan mengenai standar masker yang harus dipakaii. Dalam Perda tercantum standar masker akan dimuat dalam Peraturan Gubernur (Pergub) turunannya.

BACA JUGA: Begini Ancaman Pidana Buat Pelanggar Protokol Kesehatan 

Tolak Tes PCR Covid-19

Ada juga sanksi yang akan diberikan kepada orang yang dengan sengaja menolak melakukan test PCR Covid-19 atau test cepat molekuler yang diselenggarakan Pemprov DKI Jakarta. Sanksinya dipidana dengan pidana denda paling banyak Rp 5 juta.

Tolak Vaksinasi Covid-19

Dalam aturan ini Pemprov DKI Jakarta akan menjatuhkan sanksi pidana denda sebesar Rp 5 juta bagi setiap orang yang sengaja menolak untuk dilakukan pengobatan dan atau vaksinasi Covid-19.

BACA JUGA: Berkerumun Kok Nggak Dilarang, Padahal Masih Pandemi 

Bawa Pulang Jenazah Pasien Covid-19

Aturan ini menyebutkan setiap orang yang dengan sengaja membawa jenazah yang berstatus Probable atau Konfirmasi yang berada di fasilitas Kesehatan akan dijatuhi sanksi pidana berupa denda paling banyak Rp 5 juta.

Hukuman berupa  kenaikan denda sebesarRp 7,5 juta  akan diberikan jika aksi ini dilakukan dengan disertai ancaman atau kekerasan.

Pasien Covid-19 Tinggalkan Fasilitas Kesehatan

Jika ada warga positif corona yang  kedapatan melarikan diri atau kabur dari fasilitas isolasi  ataupun dengan sengaja meninggalkan fasilitas kesehatan tanpa izin bakal dianggap sebagai tindakan pidana. Pelanggaran ini  bakal dikenakan denda maksimal Rp 5 juta. (Sbg/Rig)

Comments