WSATCC
White Shoes and the Couples Company atau yang akrab disapa WSATCC dikabarkan  sedang meramu album baru.(Foto: Instagram wsatcc)

Sabigaju .com – White Shoes and the Couples Company atau yang akrab disapa WSATCC adalah salah satu band indie senior asal Jakarta yang tetap eksis mengusung gaya khas tahun 70an dan vokal orisinil yang dijaga tetap bernuansa mendayu dengan sentuhan pop / funk / jazz.

Band yang melesat ke puncak lewat soundtrack film Janji Joni yang dibintangi oleh Nicholas Saputra dan Mariana Renata,walau sepi tanpa kabar bukan berarti WSATCC tidak melakukan apa pun. Tur luar kota masih dilakoni dalam rangka memenuhi panggilan manggung.

Band yang diawaki oleh Aprilia Apsari (vokal), Rio Farabi (gitar akustik, vokal), Saleh Husein (gitar, vokal), Ricky Surya Virgana (bass, vokal), Aprimela Prawidyanti (piano, biola) dan John Navid (drum) ini, dikabarkan  sedang meramu album baru.

BACA JUGA: Kondisi Mental Hingga Muatan Sastra Jadi Inspirasi Barasuara

Diam Diam Garap Album?

Walau kini banyak pelaku industri musik memilih mengisi kegiatan dengan menciptakan konten di media sosial sebagai salah satu strategi menjaga eksistensi. WSATCC yang terbentuk pada 2002 ini tidak tergoda untuk melakukan hal ‘kekinian’ tersebut.

 

Berjalan lewat jalur indie membuat para personil WSATCC bisa mengatur ritme kerja dan proses penciptaan karya secara mandiri.

(Foto: Instagram wsatcc)

Ini pula yang membuat WSATCC tidak memaksakan diri untuk memeras keringat demi mengejar rampungnya album baru.

Sambil menunggu album baru WSTCC , gimana kalau kita menyimak 6 lagu  terbaik mereka versi sabigaju berikut ini.

BACA JUGA: Peduli Perempuan Jadi Tema Besar Album Teranyar Band SORE 

Senandung Maaf

Lagu ini merupakan Original Soundtrack (OST) dari film Janji Joni. Lagu ini dibuat dengan irama dan video klip yang “jadul” banget. Tapi, coba dengarkan dulu, pasti kamu akan ikut terhanyut dengan senandung dari Aprilia Apsari, vokalis band ini.

BACA JUGA: Netizen dan Pelaku Musik Kembali Gemakan Tolak RUU Permusikan

Vakansi

Lewat lagu ini WSATCC mengajak kita untuk jangan melupakan kebahagian. Mereka menyerukan agar kita bisa menikmati hidup untuk libutan, jalan-jalan.

Yup, dengan sedntuhan swing jazz nan riang lagu ini mengajak kita untuk sejenak meluangkan waktu berlibur sambil melupakan hiruk pikuk pekerjaan.

BACA JUGA: Elephant Kind, Pengusung Patah Hati yang kini Tengah Digandrungi 

Zamrud Khatulistiwa

Lagu WSATCC  dari Album Vakansi ini bisa membuat begitu banyak orang meneteskan air mata lantaran terlalu menghayati lirik lagu Ini

Tembang yang menceritakan betapa indahnya dan berharganya negeri ini menyisipkan pesan miris dimana  banyak rakyat negeri ini banyak yang enggan menjaga dan melestarikan alam di Indonesia.

BACA JUGA: Joko in Berlin, Unit Indie Keren yang Karyanya Supercathcy

Pelan tapi Pasti

Nah kalau lagu dari album WSATCC  bertajuk Skenario Masa Muda liriknya dan musiknya dikemas jenaka. Pastinya bakal bikin kamu mengkhayal untuk berkeliling kota Jakarta.

BACA JUGA: Senandung Senda Gurau Para Bidadari Daramuda Project 

Suburbia

Single WSATCC ini terdengar sedikit berbeda dari lagu-lagu mereka sebelumnya yang sangat kental dengan nuansa vintage.

Single Suburbia ini terdengar lebih dark dan dipenuhi dengan atmosfir psychedelic. Asik buat yang mau terbang-terbang enak.

Suburbia” yang kalo diartiin ke bahasa Indonesia adalah pinggiran kota. Nah, pas banget tuh buat kamu yang tinggal di daerah-daerah pinggiran kota Jakarta, seperti Depok, Bekasi, Tangerang jalan sambil dengerin lagu ini.

BACA JUGA: Dendangkan Perbedaaan Mocca siratkan Keindahan

Senja Menggila

Lagu WSATCC  yang penuh dengan nuansa gloomy ini secara garis besar bercerita tentang kepenatan warga Jakarta di sore hari sepulang kerja.

Lagu ini pas buat kamu sebagai Jakartans, masih semangat menggebu-gebu mencari uang, walaupun dari kantor ke rumah butuh waktu berjam-jams ampai akhirnya kamu sadar kalau kerja di Jakarta itu capek.

Kerjanya sih gak capek ya. Macetnya Perjalanan saat pergi dan pulang yang bikin pengen teriak Tobaaat! (Sbg/Rig)

Comments