Ario Kiswinar Teguh bersama murid-murid dari sekolah Erudio School of Art (ESOA) saat mengunjungi studio Sabistriming beberapa waktu lalu. (Foto by Sabigaju.com)

Sabigaju.com – Belum lama ini studio Sabistriming kedatangan Ario Kiswinar Teguh atau yang akrab di sapa dengan Kiswinar.

Kiswinar datang selaku tamu pengajar dan beberapa murid dari sekolah Erudio School of Art (ESOA) untuk memperkenalkan berbagai kegiatan dari sekolah tersebut.

ESOA merupakan sekolah seni kreatif setaraf sekolah menengah umum dengan memberikan program kurikulum di luar pendidikan konvensional yang ada pada sekolahan umum swasta ataupun negeri.

Kepada Sabigaju, Kiswinar mengatakan latar belakang dari sekolah ini sendiri adalah untuk memfasilitasi para murid yang mempunyai bakat-bakat seni kreatif agar suatu saat nanti murid-murid dari ESOA ini dapat mandiri dan siap menjadi manusia berguna di masa depan.

Kurikulum dan Sistem

Hingga kini ESOA telah mempunyai 5 angkatan dengan jumlah murid tiap angkatannya berjumlah 37 murid yang terbagi dalam 2 kelas.

Adapun kegiatan di sekolah ESOA ini dimulai dari jam 9 pagi hingga pukul 4 sore mulai hari Senin hingga Kamis. Sistem di ESOA ini menganut democratic learning.

Dalam hal ini, sekolah memberikan kebebasan dan kesempatan kepada para murid-murid untuk berekspresi dari berbagai sisi seni sesuai kurikulum yang ditawarkan mulai dari seni visual art, videography, seni patung, seni lukis dengan krayon hingga cat minyak (oil painting) hingga arsitektur.

"<yoastmark

Para peserta didik Erudio School of Arts sedang berkreasi di studio Sabistriming

Selain itu para murid juga diberikan pendidikan mengacu pada sekolah berupa asas SAIL (Share, Act, Inspire, Love) dimana para murid diberikan kebebasan untuk melakukan apa yang menjadi tugas mereka selama dikerjakan dengan penuh tanggung jawab. Di sini para murid diberikan kebebasan yang maksimal dengan pantauan dari para guru-guru ahli.

Menurut salah satu murid yakni Reza Amalia, selain atmosfir kelas yang menyenangkan di sekolah ini tidak ada tekanan paksa harus mengikuti aturan-aturan khusus dan ada kalanya juga para murid juga belajar bersama dengan menggunakan website google.

Tentang Hak ‘Me Time’ Buat Murid Menurut Kiswinar

Di sekolah ini juga terdapat sistem dimana para murid diberikan hak untuk melakukan “me time”. Inti dari diberikan me time kepada para murid adalah mengenai waktu dan keleluasaan bagi si murid untuk menggunakan hak waktunya dia untuk kepentingan si murid.

Menurut Tyas dari divisi external affairs staff, ‘me time‘ itu sendiri bagi si murid bisa dipergunakan sebanyak banyaknya asalkan bisa bertanggung jawab atas penggunaan me time bagi murid.

Menarik bukan? Buat kalian yang penasaran dengan berbagai kegiatan dari  Erudio School of Art yuk simak video berjudul ‘Kisah Dedek Seni Rupa’ di bawah ini yah! (Sbg/Ary/Rig)

Comments