Sabigaju.com – Haloooo! Sebelumnya terima kasih sudah mengirimkan curhatan kalian ke [email protected] Ada banyak email yang masuk, dan curhatan tentang gagal move on ini mewakili curhatan terbanyak. Dan karena kebetulan rata-rata minta dibuat anonim, jadi jawaban ini saya tujukan untuk kamu dan kamu yang sudah mengirim curhatan ke Sabigaju, dan kamu yang masih bersedih hingga hari ini.

SabiLove edisi pertama ini ditulis oleh Ladrina. Minggu depan baru deh Sobat Sabi akan ketemu sama Chacha dan Falla. Langsung aja yuk kita ngobrol soal usaha move on yang tak kunjung ada hasilnya ini. Mungkin caranya keliru? Bisa jadi.

Kalau Sedih, Ya Sedih Aja. Nggak Usah Dipaksain Keliatan Kuat

Sedih habis putus sih wajar banget. Lupain saran-saran dari manapun yang bilang kamu harus setrong. Nggak, sedih mah sedih aja. Nangis ya nangis aja. Seminggu, dua minggu. Silakan. Dengerin lagunya Tulus yang Pamit, atau lagu favorit bareng mantan sambil nangis sejadi-jadinya, silakan. Berduka itu hak kamu kok.

Tapi ingat, ada target udahannya. Berdukalah dengan timeline. Seminggu, maksimal dua minggu, biarin diri kamu sedih. Telen aja, rasain, tangisin. Tapi jangan lebih dari dua minggu. Nanti nggak produktif, sayang waktunya dong.

Maafkan Diri Kamu

Segimana pun kamu menyalahkan si mantan atas perpisahan ini, seringkali kamu lebih banyak menyalahkan diri kamu sendiri. Kenapa aku kurang cantik? Kenapa kemarin aku egois? Coba kalau aku lebih care, daaaannn seterusnya. Kita mulai menghitung kekurangan dan kesalahan kita.

Sebelum kamu memaafkan diri kamu, lupakan tentang rencana move on dan berhenti sakit hati. karena penyakit pertama yang harus diangkat ya ini, menyalahkan diri sendiri.

Uninstall Semua Media Sosial

Jangan menggarami luka. Uninstall semua media sosial kamu. Hindari melihat informasi apapun tentang si mantan. Hindari kemungkinan untuk iri waktu melihat temen upload foto mesra bareng pacarnya. Hindari semua potensi iri hati karena liat orang pamer kebahagiaan, sedangkan kamu malah berduka sendirian, meluk lutut di pojokan.

Uninstall media sosial juga berguna supaya kamu nggak caper. Nggak makin kepengen dikasihanin dan menuai simpati dengan curhatan galau di media sosial. Karena kadang simpati orang bikin kamu jadi ingin berduka lebih lama, walau ini terjadi tanpa kamu sadari.

Perbaiki Lifestyle

Di tulisan mana pun, kayaknya saya sering banget bilang, lifestyle itu sebagian dari kewarasan. Sedih hingga stres itu berasal dari respon otak yang memancing beberapa jenis hormon. Jadi, hal ini bisa diminimalisir rasanya dengan mengendalikan hormonmu sendiri.

Kita sering terjebak dengan kalo sedih ya makan cake atau cokelat supaya hilang sedihnya. Padahal kalau cake yang kadar gulanya tinggi itu kamu konsumsi berlebih, malah memacu stres juga.

Jadi yang bener gimana? Makan yang sehat. Lauk, sayur, buah. Cokelat boleh, secukupnya. Makanan manis oke, tapi jangan diikutin sweet tooth-nya. Pastikan nutrisi untuk badan kamu cukup. Klise, tapi badan yang sehat itu bisa membantu recovery kamu lebih cepat.

Usahakan tidur. Kalau susah tidur, carilah cara untuk cepat tidur. Apapun yang bisa bikin kamu tidur deh. Jangan diikutin kepengen bergadangnya. Karena kurang tidur ya bikin emosi kamu makin nggak stabil.

Banjiri diri kamu dengan endorfin dari olahraga. di akun Twitter saya, saya pernah nulis tentang jalan kaki untuk menghilangkan stres. Bisa dicek di sini. Selain jalan kaki, kamu bisa lari, renang, yoga, atau bahkan muay thai, untuk menyalurkan energi negatif kamu. Endorfin dapet, energi negatif sedikit demi sedikit terkuras.

Cintai Diri Kamu

Pernah sadar nggak betapa kamu itu beruntung. Mata yang menutup sempurna waktu tidur, bibir yang bergerak lincah waktu ngomong, tangan yang bisa bergerak bebas sesuai kebutuhan kamu, dan semuaaaa yang kamu punya sekarang. Semua itu, juga butuh dicintai sama kamu, nggak cuma si mantan.

Mulai urus diri kamu, urus kuliah yang sudah dibayar mahal, urus pekerjaan yang menjadi sumber kehidupan kamu, urus semua tanggung jawab, bereskan semuanya. Kalau saya sih, waktu patah hati karir malah meningkat, karena energi negatifnya dihabisin buat kerja, hihi.

Potong rambut, warnain rambut, beli baju baru, pakai skin care. Ini lagi-lagi klise. Tapi beneran. Niatkan untuk menghargai diri kamu. Karena dengan menghargai dan mencintai diri kamu sendiri, kamu akan punya good vibes yang bikin orang nyaman di dekat kamu.

Jadilah Orang yang Menyenangkan

Step terakhir nih. Berhenti bahas si mantan pada siapa pun. Anggap aja dia orang asing yang cuma pernah kenal sekilas. Bergaul deh seperti biasa. Bahas hal-hal ringan, berhenti mengeluh, berhenti baperan dan marah-marah. Jadi orang menyenangkan yang suka ngebahas hal-hal ringan, menceritakan joke-joke garing (hey, it’s ok), dan banyak tertawa. Saya kasih tau rahasia nih ya. Orang yang menyenangkan dan banyak menebar tawa itu adalah orang yang paaaaling menarik.

Selamat move on!

Love,

Ladrina

Comments