Sabigaju.com – Pada setiap pidato di hadapan pendukungnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang kerap mengobarkan sebagai nasionalisme Amerika dengan bumbu-bumbu rencana kebijakan kontroversi seperti pengetatan masuknya imigran dan tentu saja soal terorisme, diam-diam rambutnya juga tak luput dari spekulasi.

Trump yang tampak khas pria AS berkulit putih memiliki rambut putih putih pirang dengan ketebalan tak biasa di usianya yang sudah menginjak ke….tahun. tapi rupanya banyak yang menyangsikan jika rambut Trump benar-benar asli.

Sejak masa kampanye, banyak yang menyebut rambut pengusaha properti asal New York itu adalah rambut palsu alias wig. Bahkan untuk membuktikan jika rambut tebal yang menjuntai ke depan jidatnya itu Trump, pernah sesumbar mengizinkan penyiar sebuah stasiun televisi di AS, Jimmy Fallon, untuk mengacak-acak rambutnya agar bisa langsung dibuktikan. Trump rupanya tak ingin dibilang rambut itu asli. Cara itu, secara pencitraan Trump jelas ingin menunjukan jika ia tampil apa adanya tanpa ada polesan apapun di bagian tubuhnya.

Belakangan keaslian rambut putih pirang Trump terbukti setelah seorang dokter yang lama melayani Trump membuat klaim rambut Trump benar-benar asli, tegasnya dalam sebuah kesempatan wawancara dengan harian The New York Times.

Dari Dr.Harold Bernstein, Trump seakan mendapatkan penegasan yang ajek ihwal rambutnya yang rutin dirawat dengan menggunakan obat-obatan dalam dosis kecil untuk mendorong pertumbuhan rambutnya.

Bernstein menegaskan, Trump tidak mengenakan wig, tetapi dia menggunakan obat tertentu untuk mendorong pertumbuhan rambut. Obat yang digunakan adalah obat yang biasa digunakan untuk menurunkan level antigen terkait prostat.

Obat ini biasa digunakan untuk merawat kebotakan yang dialami pria. Bernstein juga menggunakan obat tersebut untuk merawat rambut sebahunya. Obat itu mencegah hormon testosteron berubah menjadi sebuah hormon yang disebut DHT.

Hormon DHT ini bisa menghalangi penyerapan nutrisi yang dibutuhkan untuk mendapatkan rambut yang sehat.

Hingga kini pihak Gedung Putih memang belum memberi otoritas pada Dr.Bernstein untuk bicara rambut orang nomor satu di Amerika ini. Tapi setidaknya Bernstein cukup punya alasan mengapa ia mengulas rambut Trump, salah satunya ada fakta yang sulit diingkari jika dokter itu sudah melayani Trump sejak 1980-an.

Bernstein sendiri memang belum sempat bertemu Trump pasca terpilih jadi Presiden AS. Ia juga belum tahu siapa dokter yang akan menangani kesehatan Trump. Yang jelas pada dokter Bernsteinlah Trump patut bersyukur hingga kini tak mengalami kebotakan yang berarti.

Bahkan boleh jadi jika kelak gaya rambut Trump akan jadi trend di warga Amerika.(Sbg/ink)

Comments