Roro Fitria saat dihadirkan dalam rilis penangkapan dirinya terkait kasus narkoba. (Foto Facebook)
Roro Fitria saat dihadirkan dalam rilis penangkapan dirinya terkait kasus narkoba. (Foto Facebook)

Sabigaju.com – Nama Roro Fitria kembali menjadi perbincangan panas di kalangan masyarakat hingga warganet lantaran dirinya ditangkap Ditresnarkoba Polda Metro Jaya atas kasus narkoba. Sebelum ditangkap karena narkoba pada Hari Valentine (14/2) kemarin, Roro Fitria sempat terseret kasus prostitusi artis yang sempat marak pada 2015 silam.

Kala itu, namanya mencuat setelah munculnya inisial RF, sosok yang diduga kuat sebagai selebritas yang terlibat bisnis prostitusi. Ada sekitar 200 nama yang setengahnya diduga berasal dari kalangan artis dengan tarif tinggi.

Namun dengan tegas Roro tidak menerima munculnya inisial tersebut, Roro Fitria pun membantah dirinya adalah RF. Roro pun lantas menjumpai Robbi Abbas yang ditahan di Mapolres Jakarta Selatan kemudian melaporkan Robbi atas tuduhan pencemaran nama baik saat Robbi Abbas mengungkap daftar nama dalam kasus prostitusi online yang melibatkan ratusan artis.

Ritual Mistis

Roro Fitria juga dikenal akan kecintaannya pada hal-hal berbau mistis. Wanita berusia 30 tahun itu kerap menjalani sejumlah ritual unik dan rata-rata dilakukan di malam Jumat. Seperti mandi kembang, mengunjungi makam keramat, berendam di rawa-rawa, hingga bersemedi di dalam gua. Di sisi lain, Roro Fitria juga rajin menjalankan ibadahnya sebagai seorang muslim.

Tak sedikit orang mempertanyakan ritual-ritual aneh yang dijalani Roro Fitria. Menurut Roro, apa yang dilakukannya itu merupakan bagian dari tradisi dirinya yang merupakan keturunan Kerajaan Mataram Kuno.

View this post on Instagram

Basmallah #Nyai #ROROFITRIA @raturorofitriafamily #SpiritualPractition #TokohBudaya 👸 : • • Part – 4 Perjalanan #WisataReligiBudayaRoroFitria ke #GOALANGSE. • 💚 Yakni : Petilasan Raja Raja Mataram Kuno bertapa meditasi dan tempat dimana para WaliSongo bertemu untuk mengatur strategi melawan para penjajah dan syiar agama #Islam. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan ilmu Spiritual Nyai dan penyatuan dengan Alam Semesta. Serta memohon izin utk berperan sbg #IBU dalam shooting #KANJENGGUSTIRATUKIDUL 🙏🌹 • 💚 Sesampai di Goa Langse, Nyai langsung Sholat Ashar kemudian lanjut melakukan doa ritual bertapa dll. • 💚 Medan yang Nyai tempuh adalah tebing gunung yang curam di sisi kiri #Parangtriris dengan telanjang kaki. Hanya pegangan dengan oyot / akar pohon besar. Tanpa alat pelindung keamanan apapun. "PERTARUHAN HIDUP DAN MATI" 🙏🌹

A post shared by KanjengRadenAyuNyaiRoroFitria (@roro.fitria1989) on

Sebut saja saat mengawali tahun 2018 Roro berkunjung ke Parangtritis untuk ‘meminta restu’ pada Nyi Roro Kidul. Ia mengunggah lukisan Sang Ratu Pantai Selatan bersama sesajen bebungaan dan dupa.

Saat ulang tahunnya pada 29 Desember lalu saja, ia mengunggah foto dirinya bersujud di tepi pantai. Keterangan fotonya dalam bahasa Jawa.

View this post on Instagram

Hamdallah #Nyai #ROROFITRIA #Penyair #Poet 👸🏼 : • • #RoroFitriaSastra #RoroFitriaSage #Sajak #Judul : #SUGENGMILAD #NYAI #Karya : #RoroFitria • • 🌹Ing sawijining dinten Yogyakarto, 29 Desember 1989 Wontenipun jabang bayi putri ingkang lahir ing bumi, lembah manah, asrepipun lathi sawiji kalian atinipun ingkang jembar sejembar #segorokidul lan sepadang rembulan #Mataram 🌹Detik teras mlampah, Wulan, tahun…dipun lampahi kathos #waspodo . 🌹 Kulo….bayi meniko, ngaturaken agenging sembah sujud kagem #ManunggalingKawuloGusti, #Bapa lan #Ibu atas sedoyo limpahan #berkah, #rahayu lan tambahing #yuswo kawulo dinten meniko. 🌹#Rahayu…Rahayu…Rahayu…kagem kito sedoyo #RRFF @raturorofitriafamily @yunius_mujianto @ningaliphotography @shintaayujogja امين 🙏🏻🙏🏻🙏🏻

A post shared by KanjengRadenAyuNyaiRoroFitria (@roro.fitria1989) on

Alhasil, tak sedikit orang mempertanyakan ritual-ritual aneh yang dijalani Roro Fitria. Menurut Roro, apa yang dilakukannya itu merupakan bagian dari tradisi dirinya yang merupakan keturunan Kerajaan Mataram Kuno.

Jerat Narkoba

Penangkapan Roro bermula dari ditangkapnya seorang bandar berinisial WH. Saat itu, petugas kepolisian  mendapatkan informasi adanya transaksaksi  sabu.

Setelah dilakukan pengintaian, akhirnya petugas menangkap WH di Jalan Hayam Wuruk, No.38 A, Rt.2, Rw. 1, Kel. Kebon kelapa, Kec. Gambir, Jakarta pusat. Petugas menemukan sabu dengan berat 2,4 gram yang berada di dalam bungkus rokok Dunhill.

View this post on Instagram

Subdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya bulan Februari 2018 ini berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkotika yang dilakukan oleh WH dan RF. Penangkapan di dua lokasi berbeda WH di Jln. Hayam wuruk, No.38 A, Rt.2, Rw. 1, Kel. Kebon kelapa, Kec. Gambir, Jakarta pusat, (Showroom motor Suzuki) sementara RF di Pattio residence di Jln. Durian raya No. 23 D, Kel. Ragunan, Kec. Pasar minggu, Jakarta selatan. Barang bukti yang diamankan dari tersangka WH diantaranya Shabu bruto 2,4 gr di dalam bungkus rokok dunhill,1 (satu) unit HP Merek Samsung sebagai alat komunikasi pemesan BB shabu WH dan RF dan 1 (satu) kartu ATM BCA An. WH yang digunakan untuk menerima transferan dari RF. Dan dari tersangka RF diamankan barang bukti berupa 1 (satu) unit HP sebagai alat komunikasi pemesan BB shabu WH dan RF, 1 buku tabungan BCA an. RF,  1 kartu ATM BCA an. RF yang digunakan untuk mentransfer ke WH. Modus Operandinya Narkotika jenis shabu diedarkan oleh tersangka WH berdasarkan pemesan RF akibat perbuatannya tersangka dikenakan pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) Juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika @narkoba_metro @kabidhumaspmj @divisihumaspolri @multimedia.humaspolri

A post shared by Humas.PMJ (@humas.pmj) on

Saat ditangkap, pelaku mengakui sabu tersebut pesanan dari Roro Fitria. Roro memesan sabu tersebut sehari sebelumnya, tepatnya Selasa (13/2). Rencananya, sabu akan diantar WH pada Rabu (14/2), ke rumah Roro. Roro Fitria mengaku membeli sabu itu sebesar Rp 5 juta.

Sementara saat pemeriksaan Roro diketahui memesan barang haram itu untuk pesta pada hari perayaan valentine kemarin. Roro juga disebut telah mentransfer sejumlah Rp5 juta untuk pembayaran sabu tersebut.

Menurut Roro, harga Shabu yang dipesan sebenarnya Rp4 juta, sedangkan uang  Rp1 juta digunakan Roro  untuk jasa. Roro kini dijerat dengan pasal 112, 114, dan 132 uu psikotropika dan pemufakata dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. (Sbg/Rig)

Comments