Ilustrasi pria berpendidikan tinggi
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Dari judulnya, kamu mungkin bisa merasa takut. Bagaimana bisa, orang berpendidikan tinggi malah punya risiko lebih besar pendek umur? Tapi ini ditulis memang berdasarkan sebuah studi dari para peneliti Swedia yang dipublikasikan dalam Journal of Epidemiology & Community Health..

Di situ tertulis, bahwa orang-orang berpendidikan tinggi kemungkinan besar punya risiko tumor otak. Duh!

Pada studi tersebut, disebut pula bahwa wanita yang berpendidikan tinggi yang punya risiko lebih besar terkena tumor otak daripada pria yang berpendidikan lebih tinggi.

Para periset ini menemukan bahwa wanita yang tiga tahun menyelesaikan sekolahnya di universitas, 23 persen lebih berisiko punya tumor otak jika dibandingkan dengan wanita yang tidak menempuh pendidikan tinggi.

BACA JUGA: Detoks Mental, Kuras Sampah di Pikiran Saat Pandemi 

Resiko Tumor Otak

Kemungkinan serupa juga terjadi pada pria. Pria yang berpendidikan lebih tinggi punya risiko tumor otak 19 persen lebih tinggi dibandingkan pria yang tidak berpendidikan tinggi.

Tak hanya itu, tipe tumor otak juga termasuk dalam tipe glioma. Tumor otak ini berbahaya karena bisa berkembang menjadi kanker!

Apa penyebabnya, belum jelas hingga kini. Namun seorang periset dari Institut Kesehatan Anak di University College London bernama Amal Khanolkar menyebut bahwa ada kemungkinan orang yang tberpendidikan tinggi, lebih aware pula pada gejala tumor otak. Ini membuat mereka lebih dini didiagnosa oleh para ahli medis.

BACA JUGA: Pengaruh Nikotin Bisa Sampai Rusak Otak Manusia

Bisa Terjadi Pada mereka yng Punya Penghasilan Tinggi

Selain perbedaan antara perkembangan tumor otak dan tingkat pendidikan, para peneliti juga menemukan hubungan antara perkembangan tumor otak dan pendapatan.

Ternyata pada mereka yang pendapatannya lebih tinggi punya 14 persen lebih besar risiko glioma. Namun riset ini tidak menunjukkan hasil serupa pada wanita yang punya penghasilan tinggi.

Lebih lanjut, riset ini menunjukkan bahwa pria yang bekerja di sektor manajerial juga punya risiko glioma 20 persen lebih besar dari pria yang bekerja pada pekerjaan manual.

Para pria ini juga berisiko 50 persen mengidap neuroma, Menjaga ipe tumor yang tidak berkembang menjadi kanker namun ada di saraf pendengaran dan keseimbangan.

BACA JUGA: Cara Menenangkan Otak Agar Panjang Kita Umur 

Tetapi, penelitian baru ini hanya menunjukkan faktor-faktor risiko tertentu, bukan secara langsung faktor yang disebutkan di atas secara langsung menyebabkan tumor otak.

Hingga saat ini, belum ada penjelasan lebih lanjut apa saja faktor yang membuat mereka lebih besar berisiko glioma atau neuroma

Semoga aja sih, hasil riset ini kebetulan. Masa iya sih, kita enggak bisa berpendidikan tinggi dan hidup sehat lebih lama juga? Yang jelas, kamu mesti banget jaga kesehatan ya! (sbg/Dinda)

Comments