Sabigaju.com – Sebagai seorang ibu, Marwah Ali sangat terpukul ketika dikabarkan putranya, Ridho Rhoma ditangkap polisi karena memiliki dan mengkonsumsi narkoba jenis shabu-shabu. Peristiwa tersebut membuat sang ibu terkejut dan syok sehingga tak bisa menahan air mata yang menetes ke pipi-nya.

Ditangkap-nya Ridho Rhoma menjadi pukulan berat bagi Marwah Ali. Sebab, mana ada orangtua yang tak sedih melihat anaknya ditangkap polisi karena narkoba. Apalagi, Ridho Rhoma dikabarkan mengkonsumi barang haram berjenis sabu-sabu sejak dua tahun silam.

Sang kakak, Debby Veramasari menuturkan kondisi ibu-nya masih syok, begitu dengan dirinya yang tak menduga dan tak menyangka adiknya yang terbilang sopan, santun, kalem dan tidak neko-neko itu ternyata punya sisi gelap dengan bergaul di pergaulan bebas narkoba.

Tak hanya ibu-nya yang syok dan terpukul sedih, tertangkap-nya Ridho Rhoma membuat sang ayah, Rhoma Irama kaget, syok dan terkejut karena selama ini pelantun tembang 'Mengapa' itu dikenal tak aneh-aneh dan tak pernah mengeluhkan masalah apapun.

Ibunda Ridho Irama bungkam saat ditanya wartawan perihal penangkapan anaknya. (Sabigaju)

Dengan peristiwa ini, membuat 'Raja Dangdut' Rhoma Irama berang terhadap para pengedar narkoba. Ayahanda Ridho itu semakin terdorong untuk turut memberantas dan memerangi barang haram seperti narkotika. Hal tersebut dikarenakan sang ayah akan menandatangani memorandum of understanding (MOU) atau nota kesepahaman dengan Badan Narkotika Nasional (BNN). Sebab, H. Rhoma Irama dan Soneta grup akan dijadikan duta BNN untuk penanggulangan narkoba.

Rhoma Irama saat menjenguk Ridho (Sabigaju)

Ketika mengetahui putranya ditangkap oleh Satuan Polisi Narkoba Polresta Jakarta Barat di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, sekitar pukul 04.00 WIB atau sebelum adzan subuh. Pada Sabtu malam (25/3), H. Rhoma Irama menengok keadaan putranya yang menjadi tersangka pemakai narkoba jenis sabu-sabu.

Raja Dangdut itu juga mengungkapkan peristiwa itu menjadi motivasi dirinya untuk memerangi serta memberantas barang haram seperti ganja, minuman keras, narkoba atau narkotika di seluruh Indonesia dengan bergabung bersama Badan Narkotika Nasional. (Sbg/Dea)

Comments