Ani Yudhoyono
Jenazah Mantan Ibu Negara, Ani Yudhoyono dimakamkan hari ini Minggu (2/6) di Taman Makam Pahlawan (TMP ) Kalibata, Jakarta Selatan.

Sabigaju.com – Suasana Haru mengiringi pemakaman Mantan Ibu negara, Ani Yudhoyono yang meninggal dunia dalam usia 66 tahun di National University Hospital di Singapura, karena kanker darah yang dideritanya sejak Februari lalu, pada Sabtu (1/6) pukul 11.50 waktu setempat.

Jenazah Ani Yudhoyono dimakamkan hari ini Minggu (2/6) di Taman Makam Pahlawan (TMP ) Kalibata, Jakarta Selatan.

Putri dari mantan Pangdam Cenderawasih Sarwo Edhie Wibowo itu divonis mengidap kanker darah empat bulan lalu. Sejak itu, dia menjalani perawatan di Singapura.

Kondisinya sempat membaik dan diperkenankan keluar rumah sakit selama tiga hari. Namun setelah itu, kondisi Ani memburuk hingga harus dirawat di ruang ICU hingga dinyatakan meninggal dunia.

Masyarakat dan Netizen Hantar Kepergian Ani Yudhoyono

Ribuan anggota masyarakat nampak terlihat di berbagai sudut kota, saat mobil pembawa jenazah melintas menuju Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata demi menghadiri prosesi pemakaman istri Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.

(Foto: Instagram aniyudhoyono)

Para anggota masyarakat seakan mengucapkan selamat jalan terhadap sosok mantan Ibu Negara ke tempat peristirahatan terakhirnya. Bahkan ratusan pelayat sudah mulai memadati Kalibata sejak pukul 10.00 WIB meski upacara pemakaman baru dimulai 15.00 WIB.

Di dunia maya, jutaan netizen juga mengucapkan turut belasungkawa atas kepergian Ani Yudhoyono yang dikenal aktif di media sosial.

Bahkan, tagar pemakaman mantan Ibu Negara tersebut menjadi trending topic di Twitter lewat tagar #SelamatJalanIbuAniYudhoyono.

Penyakit yang Pernah Dialami Ani Yudhoyono

Selain kanker darah, Ani Yudhoyono rupanya pernah menderita tiga penyakit lain sebelum terdeteksi mengidap kanker darah. Dua dari tiga penyakit bahkan mengharuskannya menjalani operasi di dalam dan luar negeri.

Ani mengungkapkan hal itu dalam buku “Ani Yudhoyono: 10 Tahun Perjalanan Hati” yang ditulis Alberthiene Endah.

Belum genap setahun mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Presiden, pada Januari 2005 ia mengalami masuk angin dan diare yang cukup parah. Ani pun harus dirawat di RSPAD Gatot Subroto selama tiga hari.

(Foto: Instagram aniyudhoyono)

Hal itu akibat kelelahan setelah mendampingi SBY berkunjung ke daerah-daerah. Apalagi saat itu tengah ada gelombang bencana alam di Alor, Nabire, dan Aceh, sehingga ikut menguras kekuatan fisiknya.

Perempuan bernama lengkap Kristiani Herrawati kembali masuk rumah sakit pada pertengahan Februari 2012. Kali ini penyakitnya lebih serius; batu empedu.

Hal itu diketahui ketika pada suatu hari saat tengah menginap di Wisma Bayurini, Istana Bogor dia merasa sakit yang luar biasa di bagian perut. Tim medis RS PMI Bogor yang memeriksanya dengan USG yang pertama kali mendeteksinya malam itu.

Selain batu empedu, Ani Yudhoyono pernah menjalani operasi saraf di Allegheny General Hospital, Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat. Operasi ini dilakukan untuk menyembuhkan bahunya yang kerap terasa kaku (frozen shoulder).

Operasi pada 14 Juni 2012 dilakukan oleh Prof Hae Dong Jho, orang Korea yang sudah menjadi warga AS. Dua hari kemudian, Ani sudah menunaikan tugas untuk mendampingi SBY terbang ke Los Cabos, Meksiko. Selamat Jalan Ani Yudhoyono. (Sbg/Rig)

Comments