Beranda Entertainment FILM [Review] Tomb Raider 2018: Lara Croft yang Berbeda dari Versi Sebelumnya

[Review] Tomb Raider 2018: Lara Croft yang Berbeda dari Versi Sebelumnya

3 menit baca
0
0
99

Bagaimana jadinya jika ada seorang gadis muda yang harus menjalani petualangan menegangkan? Bagi kamu penggemar film bergenre petualangan dan action, mungkin kamu akan suka dengan aksi Lara Croft dalam Tomb Raider 2018.

Film dengan judul yang sama pernah diperankan oleh Angelina Jolie pada tahun 2001 dan kembali diangkat dengan judul yang sama. Namun, pemeran Lara Croft yang baru ini adalah Alicia Vikander—pemenang piala Oscar dalam film The Danish Girl pada tahun 2016. Meskipun masih banyak yang meragukan penampilan Alicia Vikander, nyatanya film ini masih menyimpan kisah petualangan menegangkan yang seru.

Kehilangan Sang Ayah

Berawal dari setting kota London, dikisahkan Lara Croft merupakan seorang gadis muda yang harus berjuang untuk hidupnya sendiri. Lara menyimpan rasa ingin tahu yang sangat besar untuk mengetahui semua kehidupan yang ada di sekitarnya.

Alicia Vikander dipercaya berperan sebagai Lara Croft dalam film Tomb Raider (Foto: Instagram aliciavikanderdaily)

Lara Croft akhirnya memutuskan untuk menyelidiki misteri hilangnya sang ayah. Keinginan untuk menyelidiki lebih lanjut muncul setelah Lara mendapatkan permainan Jepang kuno berisi kunci ke ruang kerja di pemakaman keluarga Croft.

Dokumen di ruang kerja Richard Croft inilah yang akhirnya menuntun Lara untuk menyelidiki legenda Himiko, ratu pertama Kekaisaran Jepang. Demi mencari sang ayah, Lara akhirnya rela menyeberangi separuh bumi. Ia pergi ke pulau terpencil berbahaya sesuai legenda di mana Himiko dikuburkan.

Lara Croft yang Berbeda

Meskipun banyak yang meragukan penampilannya, Alicia Vikander terlihat bisa membuktikan kemampuan aktingnya dengan pas pada film Tomb Raider 2018 tersebut. Namun sepintas, Alicia memang nampak “malu-malu” dalam menampilkan kemampuannya secara maksimal.

Sang sutradara, Roar Uthaug, juga mampu menampilkan sosok Lara Croft yang benar-benar segar dan berbeda dari versi sebelumnya. Lara Croft diciptakan sebagai sosok yang lebih ‘manusiawi’: ia penuh luka, mau bergulat di lumpur, serta dapat pula kalah saat bertarung.

Sang penulis skenario, Geneva Robertson-Dowert, terlihat cukup baik dalam menyajikan plot cerita yang tidak membosankan meskipun masih terdapat perpindahan scene yang belum tertata dengan baik. Tetapi, kolaborasi Roar Uthaug dan Geneva Robertson-Dowert ini mampu membangun ketegangan yang cukup rapi sejak awal film disajikan.

Jadi, bagaimana? Untuk kamu yang sudah kangen dengan aksi Lara Croft, film Tomb Raider 2018 garapan Warner Bros ini bisa menjadi film yang layak kamu tonton loh! (sbg/Vania)

Comments
Tampilkan Lebih Banyak Artikel Terkait
Tampilkan Lebih Banyak faridsabi
Tampilkan Lebih Banyak Dalam FILM
Komentar ditutup

Lihat juga

Pencarian Korban Kapal Tenggelam di Danau Toba Masih Berlanjut

Sabigaju.com – Tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Senin (18/6) seki…