Ngemil sambil Nonton
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Tak sedikit cowok yang punya kebiasaan ngemil di malam hari dengan menyantap makanan ringan yang kosong nutrisi, namun sarat lemak, gula, dan garam

Keinginan ngemil memang sulit ditahan ataupun dikontrol. Namun, sebaiknya kebiasaan ngemil  harus segera dihentikan.

Berikut  sederet hal  yang menjadi alasan mengapa kita harus menghentikan kebiasaan ngemil di malam hari lantaran berdampak buruk bagi kesehatan

BACA JUGA: Foodstagramming, Tipu-tipu Kehidupan Lewat Makanan

1. Menambah Berat Badan

Nemil ataupun makan di jam sebelum tidur membuat kita membutuhkan sedikit waktu untuk membakar kalori ekstra. Ahli gizi, Jenna Hope mengatakan, terdapat hubungan yang signifikan antara makan larut malam dan persentase lemak tubuh yang lebih tinggi.

“Ini bisa menjadi hasil dari kelebihan asupan kalori karena jendela makan lebih lama setiap hari atau akibat dari perubahan hormonal,” papar dia. Baca: Benarkah Makan Larut Malam Menaikkan Berat Badan?

2. Gangguan Tidur

Ngemil M sebelum tidur dapat berdampak negatif terhadap kualitas dan kuantitas tidur.

Menurut Jenna Hope, terdapat hubungan yang signifikan antara asupan tinggi makanan manis dan kafein sebelum tidur, serta gangguan fase tidur nyenyak, dan tidur REM (fase tidur mimpi) yang merupakan tahapan dalam tidur.

Dia juga mencatat, konsumsi alkohol pada malam hari dapat mengganggu kualitas tidur dan meningkatkan kantuk pada hari berikutnya.

BACA JUGA: Hentikan Kebiasaan Meniup Makanan Panas

3. Gangguan Respon Hormon

Salah satu efek samping yang paling mengkhawatirkan dari ngemil di malam hari adalah gangguan respons hormon, yang dapat membuat kita lebih rentan terhadap penyakit.

Banyak ahli gizi memperingatkan, makan larut malam dapat mengurangi kemampuan insulin untuk mengeluarkan glukosa dari darah.

Selama periode waktu yang lama, makan larut malam juga dapat menyebabkan peningkatan risiko diabetes. Baca: Kebiasaan Makan Larut Malam Mengundang Penyakit

4. Meningkatkan Hormon Kortisol

Menariknya, penelitian telah menemukan hubungan antara makan larut malam dan kadar hormon kortisol atau hormon stres yang lebih tinggi.

Selain berbahaya bagi kesehatan, kadar kortisol yang tinggi di dalam tubuh merupakan faktor risiko peningkatan lemak di perut.

Nah, ahli gizi menyarankan kita mengonsumsi gizi seimbang saat makan malam, dengan fokus pada protein agar kenyang lebih lama.

Selain itu, kita bisa menghilangkan stres dengan mandi, berjalan-jalan, atau menonton film untuk memberi diri waktu bersantai.

BACA JUGA: Serangan Jantung Intai Orang yang Makan Terburu-buru

5. Meningkatnya Rasa Lapar di Hari Berikutnya

Menurut Jenna Hope, ngemil ataupun makan dalam porsi besar saat larut malam tidak berarti kita akan mengonsumsi lebih sedikit pada hari berikutnya. Hal ini justru berlaku sebaliknya.

“Makan larut malam dapat meningkatkan jumlah makanan yang dikonsumsi pada hari berikutnya, karena respons insulin yang terganggu dan kontrol gula darah yang buruk membuat kita merasa lapar,” paparnya.

Comments