Nomophobia
(Foto: Pixabay)

Sabigaju.com – Dua hari belakangan ini Netizen dan publik heboh membahas mati listrik yang juga membuat sejumlah jaringan telepon mati serta membuat smartphone mati karena tidak bisa diisi daya.

Matinya smartphone atau jaringan telepon saat mati listrik di kawasan Jabodetabek ini pun pun membuat banyak warga yang resah lantaran  terbiasa hidup dengan smartphone.

Jika kamu mengalami keresahan lantaran perangkat smartphonemu mati, mesti waspada gaes. Soalnya bisa jadi kamu terjangkit Nomophobia.

BACA JUGA: Foto Pocong Antara Mistis, Phasmophobia Hingga Pareidolia 

Apa itu Nomophobia

Nomophobia, sebutan untuk sindrom tak bisa hidup tanpa ponsel. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Patrick O’Neill dari Inggris sudah lebih dulu melihat fenomena kecanduan ponsel di kalangan teman-temannya.

Perusahaan tempatnya bekerja membuat survei tentang fenomena tersebut. Hasilnya, lebih dari separuh partisipan takut berjauhan dari ponsel mereka. O’Neill lalu menciptakan istilah nomophobia. Singkatan dari no mobile phobia. Sekaligus menjadi aktivis.

BACA JUGA: 5 Phobia tentang Asmara, Jangan-Jangan Kamu Punya Salah Satunya!

Nomophobia dan Gangguan Jiwa

Sepasang periset dari Italia, Nicola Bragazzi dan G Del Puente pernah mengusulkan Nomophobia dimasukkan sebagai penyakit gangguan jiwa dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, kitab wajib psikiatri.

Nomofobia berbeda dengan kecanduan ponsel pintar atau kecanduan cyber lainnya,” kata Nicola Bragazzi dari University of Genoa.

“Teknologi semakin bisa menembus ke mana-mana. Domain teknopati membuat peneliti semakin tertarik untuk meneliti.” ujarnya

Menurutnya ada sejumlah ciri nomophobia yang ditandai saat seseorang selalu membawa pengecas ponsel, merasa takut kehabisan baterai, terus-menerus mengecek pesan masuk
tidur bersama ponsel hingga merasa gelisah saat harus bicara tatap muka.

Bragazzi menekankan masih perlu banyak penelitian lain untuk mendalami nomophobia. Hanya saja sembari menunggu hasil penelitian kita harus sadar bahwa keterikatan masyarakat kini pada ponsel semakin meningkat, bukan hanya soal sopan santun di meja makan lagi. Tapi juga karena berbagai konsekuensi negatif nomofobia.

BACA JUGA: Siapa yang Lebih Rentan Kecanduan Gadget: Pria atau Wanita? 

Mengatasi Nomophobia

Menurut pendiri Center for Internet and Technology Addiction, Dr David Greenfield, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi nomophobia.

Mengubah Pengaturan Notifikasi di Smartphone

Pada saat mendengar suara penanda notifikasi yang masuk, orang akan cenderung untuk langsung melihat ponsel pintar mereka.

Karena itu, pilih pengaturan notifikasi pada aplikasi-aplikasi yang dianggap penting, seperti email ataupun telepon.

Mengatur Jarak dan Penggunaan Smartphone

Menurut greenfield, kenyamanan adalah pintu masuk utama dari kecanduan. Semakin cepat kamu kembali melihat ponsel pintar Anda, maka semakin cepat pula kamu akan kecanduan

David mengingatkan, jika smartphone ditaruh di kantong atau di samping tempat tidur, justru memicu orang untuk tidak bisa lepas dari ponsel pintar.

Comments