wisata
Sumber: bantenwisata.com

Sabigaju.com – Cara paling mudah dan menyenangkan untuk belajar lebih mencintai dan menghargai alam adalah dengan melebur bersamanya. Bisa juga dengan menghabiskan waktu bersama orang-orang yang sudah terbiasa hidup berdampingan dengan alam. Seperti menikmati wisata bersama suku Baduy, contohnya.

Suku Baduy merupakan salah satu suku asli di pulau Jawa, lebih tepatnya di Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Orang baduy sendiri menyebut diri mereka dengan Urang Kanekes. Populasi mereka sekitar 26.000 orang. Suku Baduy menggunakan Bahasa Sunda dalam komunikasi sehari-harinya. Penampakan fisik mereka tiada beda dengan orang-orang Sunda kebanyakan, yang berbeda hanya kepercayaan yang dianut dan cara hidup mereka.

Suku Baduy Terbagi Menjadi Tiga

Urang Kanekes merupakan salah satu suku yang mengisolasi diri mereka dari dunia luar. Mereka benar-benar menjaga hidup mereka tetap tradisional dan patuh pada nilai-nilai yang sudah dianut sejak zaman nenek moyang.

Suku Baduy sendiri terbagi menjadi tiga; Baduy dalam, Baduy luar, dan Baduy Dangka. Baduy dalam adalah bagian dari mereka yang masih murni menganut paham dan cara hidup yang sangat tradisional, berbeda dengan baduy luar yang sudah agak terpengaruh dengan teknologi.

Sementara, Baduy Dangka adalah suku Baduy yang tinggal di luar wilayah Kanekes. Saat ini kampung Dangka hanya tinggal tersisa dua yaitu Padawaras (Cibengkung) dan Sirahdayeuh (Cihandam).

Lebih Dekat dengan Alam dan Tradisi Suku Baduy

Banyak hal menarik yang bisa Anda lihat dan pelajari dari Suku Baduy. Sepertinya akan lebih menyenangkan jika Anda mempergunakan waktu liburan untuk berkunjung ke sana. Ya, perkampungan Suku Baduy sudah terbuka untuk orang luar. Namun tentu saja Anda harus mengikuti cara hidup mereka.

Suku Baduy luar sendiri sebenarnya merupakan orang-orang yang telah dikeluarkan dari Suku Baduy dalam karena alasan-alasan prinsipil. Maka tak heran di perkampungan suku Baduy luar Anda bisa melihat mereka mulai menggunakan peralatan berbasis teknologi, seperti misalnya elektronik. Berbeda dengan suku Baduy dalam yang sama sekali terbebas dari segala bentuk modernisme.

Akses Menuju Perkampungan Suku Baduy

liburan
Sumber: pegipegi.com

Jika Anda memutuskan untuk menghabiskan liburan di sana, Anda harus lebih dulu menuju Rangkasbitung. Dari Rangkasbitung lanjut sampai terminal Ciboleger dengan menggunakan bus umum. Jika Anda membawa kendaraan pribadi, kendaraan Anda pun harus ditinggal di terminal Ciboleger. Dari sana Anda harus berjalan kaki menuju perkampungan Kanekes.

Perjalanan Anda akan dimulai dengan melihat rumah-rumah dari suku Baduy bagian luar. Semuanya masih terbuat dari bambu dan beratapkan ijuk, serta menghadap ke arah yang sama. Anda juga bisa berfoto dengan warga suku Baduy jika di perjalanan berpapasan dengan mereka. Namun jika sudah memasuki wilayah suku Baduy dalam, Anda tidak boleh lagi menggunakan peralatan elektronik apapun. Termasuk kamera untuk berfoto.

Jalur Anda menuju kampung suku Baduy akan berbatu dan naik turun. Anda juga akan melewati banyak sungai, serta lumbung padi milik suku Baduy. Sebelum memasuki perkampungan suku Baduy dalam, Anda akan melewati jembatan kayu yang lumayan sempit. Jembatan itulah yang menjadi pembatas antara perkampungan suku Baduy dalam dengan Baduy luar.

Sepanjang jalan, Anda akan dimanjakan dengan pemandangan alam yang asri. Sungai-sungainya masih jauh dari pencemaran, pohon-pohon pun masih hijau dan rindang. Ini semua berkaitan dengan cara hidup masyarakat suku Baduy yang sangat dekat dengan alam.

Menikmati Wisata Bersama Suku Baduy

Di akhir perjalanan, Anda bisa menginap di salah satu rumah milik suku Baduy dalam. Momen inilah yang akan membuat Anda benar-benar berada di tengah suku Baduy. Sebab di sini Anda harus ikut menjalani hidup seperti mereka, tanpa listrik, tanpa gadget, bahkan tanpa kamar mandi. Untuk mandi atau buang air, Anda harus melakukannya di sungai. Itu pun tetap tidak diperbolehkan menggunakan sabun, shampo, dan sebagainya. Penggunaan bahan kimia dan bertentangan dengan nilai yang dianut suku Baduy.

Selain melakukan wisata alam dan tradisi, Anda juga bisa membeli cenderamata hasil kerajinan mereka. Sekadar informasi, beli cenderamata di suku Baduy luar biasanya lebih murah dari suku Baduy dalam. Wisata alam dan budaya ke kampung suku Baduy ini cocok dilakukan bersama sekelompok teman.

Sebaiknya Anda juga menggunakan jasa pemandu, Anda bisa minta tolong kepada salah seorang warga suku Baduy luar. Selain untuk menunjukkan arah jalan, adanya pemandu juga akan membantu menjaga Anda dan teman-teman untuk tetap mematuhi nilai-nilai seperti yang mereka anut. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung, kan? (Sbg/Ftr)

Comments