Rasa Panik
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Banyak orang yang dihinggapi rasa panik dan reaktif saat Indonesia mengonfirmasi adanya pasien yang positif terinfeksi virus Corona,

Bahkan ada yang saking panik, ada anggota masyarakat yang memborong barang kebutuhan sehari-hari, termasuk alat kesehatan pencegah penyakit, dalam jumlah besar.

Nah, Kamu perlu tahu nih gaes kalau sebenarnya sikap panik dan terlalu reaktif berlebihan justru merugikan diri sendiri.

BACA JUGA: Gaes, Suplemen Nggak Efektif Cegah Infeksi Corona! 

Panik Menurunkan Kekebalan Tubuh

Rasa panik ataupun stres dan cemas berlebihan akan tertular penyakit sebenarnya justru bisa menurunkan kekebalan tubuh alias  sistem imun.

Ketika kita dilanda stres, kemampuan sel darah putih untuk melawan infeksi (limfosit) berkurang. Makin rendah limfosit, makin rentan kita terinfeksi virus, termasuk influenza dan peradangan.

Menurut Catherine Belling, seorang profesor di Universitas Northwestern, Fakultas Kedokteran Feinberg, yang mempelajari peran rasa takut. dan kecemasan dalam perawatan kesehatan.

Menurutnya semakin seseorang dilanda rasa panik ataupun stres, semakin rentan orang tersebut terhadap virus, karena stres dapat mengurangi respons kekebalan tubuh.

Nah, ada beberapa langkah yang dapat kamu ambil untuk menghindari rasa panik

1. Buat Planning dan Pengang Kendali

Kita semua cenderung cemas, suka memegang kendali. Jadi, jika kamu mengambil langkah-langkah dasar untuk mempersiapkan kemungkinan wabah di komunitas Anda, Anda mungkin merasa lega.

Misalnya, tanyakan kepada atasanmu tentang pilihan bekerja-dari-rumah. Miliki rencana darurat untuk gangguan-gangguan ini.

Selain itu, identifikasi sumber-sumber informasi terpercaya yang dapat kamu hubungi jika terjadi wabah.

“Sangat penting untuk mengatakan, baik, apapun yang terjadi, saya sudah melakukan yang terbaik yang bisa saya siapkan,” kata Bellin

BACA JUGA: Begini Caranya agar Weekend-mu Lebih Sehat dan Produktif

2. Saring Informasi

Metode lain untuk mengatasi rasa panik juga datang dari Stewart Shankman, seorang psikolog di Universitas Northwestern yang mempelajari kecemasan.

Dia menyarankan seseorang harus Belajar dan menerima keadaan di saat sekarang ini.

Menurutnya Penting untuk mengetahui informasi. Tapi sebaiknya kamu tidak terobsesi dengan berita.

“Ada titik di mana, pengumpulan informasi bisa menjadi masalah,” kata Dia mengatakan itu bisa memiliki efek yang tidak disengaja menaikkan ketakutanmu,” urainya.

Sebaiknya kamu mengambil langkah-langkah dasar untuk melindungi diri dan tetap mendapat informasi, itu sudah cukup.

“Tidak ada cara untuk mengurangi risiko Anda menjadi nol,” kata Shankman. Anda bisa menghabiskan sepanjang hari dan malam membaca tajuk utama, peringatan berita atau tweet, tetapi ini “tidak mengubah risiko Anda terkena coronavirus.” paparnya.

Shankman juga menyarankan agar tidak diserang rasa panik sebaiknya mencoba aplikasi mindfulness seperti Headspace atau Simply Being untuk membantu Anda melepaskan kecemasan antisipatif.

“Kami tahu dari berbagai penelitian bahwa perhatian sangat efektif untuk mengurangi stres dan kecemasan,” tambah Shankman.

BACA JUGA: Hadapi Corona dengan Kuliner Mantul untuk Imunitas Tubuh 

3. Tidur dan Istirahat yang Cukup

Menurut penulis studi Aric Prather, dari University of California seseorang yang beristirahat dengan baik,memiliki kemampuan lebih baik dalam menangkal virus.

“Orang-orang yang tidur paling sedikit secara substansial lebih mungkin terserang flu,” tutur Prather.

So, gaes jangan biarkan dirimu diserang rasa panik agar tidak merugikan kesehatanmu. (Sbg/Rig)

Comments