Sabigaju.com – Apa saja peristiwa di Minggu ketiga Februari 2020 yang menjadi perhatian dan perbincangan publik dan netizen di berbagai lini media sosial?

Berikut selengkapnya sejumlah peristiwa yang menjadi atensi publik dan netizen di minggu ketiga Februari 2020.

Heboh Sanksi UEFA Buat Manchester City

Di minggu Ketiga Februari 2020, para pecinta sepakbola dan netizen di dunia maya kini tengah heboh membahas soal keputusan UEFA yang melarang Manchester City untuk tampil dalam kompetisi antarklub Eropa selama dua musim ke depan.

Larangan ini membuat City tidak ikut bertanding, termasuk dalam Liga Champion dan Liga Eropa hingga musim 2022-2023. Selain itu, The Citizens juga dijatuhi denda sebesar 30 juta euro atau sekitar Rp 445 miliar. Man City dianggap melanggar Financial Fair Play (FFP) secara serius.

(Foto:Instagram.com/mancity)

Dalam keterangan resminya, UEFA menyebut City tak mampu menutupi kerugian dan kedapatan melebih-lebihkan angka pendapatan sponsor di akunnya dalam laporan neraca keuangan yang dikirimkan pada rentang tahun 2012-2016.

City juga dinyatakan bersalah karena gagal bersikap kooperatif dalam penyelidikan kasus oleh CFCB yang sudah dimulai sejak akhir tahun 2018.

Namun City masih bisa melakukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Dengan kata lain, masih ada peluang bahwa hukuman larangan tampil di Liga Champions untuk City ini dicabut.

Jika sanksi tersebut diberlakukan Manchester City dipastikan akan kehilangan uang lebih besar karena larangan bermain di Liga Champions tersebut.

Heboh Pernyataan Ketua BPIP

Peristiwa lain yang menjadi sorotan publik dan netizen di Minggu ketiga Februari 2020 adalah tudingan terhadap Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi yang mengatakan musuh terbesar Pancasila adalah agama.

Dalam wawancara bersama sebuah media online, Prof. Yudian mengeluarkan pernyataan yang dinilai kontroversial.

(Foto: Youtube)

“Si minoritas ini ingin melawan Pancasila dan mengklaim dirinya sebagai mayoritas. Ini yang berbahaya. Jadi kalau kita jujur, musuh terbesar Pancasila itu ya agama, bukan kesukuan,” kata Prof Yudian dalam wawancaranya.

Tentu saja kalimat ini jadi bola api karena bisa ditafsirkan macam-macam dan diserbu komentar bertubi-tubi baik di media sosial maupun di media arus utama.

Belakangan Yudian pun mengklarifikasi soal pernyataannya tersebut. Menurut Yudian, penjelasannya yang dimaksud adalah bukan agama secara keseluruhan, tapi mereka yang mempertentangkan agama dengan Pancasila.

BACA JUGA: Pentingnya Fitur Emergency Bagi Penumpang Taksi Online 

Fitur Emergency Selamatkan Penumpang Taksi Online

Di Minggu Ketiga ketiga Februari 2020 publik dan netizen tanah air ramai membicarakan soal kasus dugaan penumpang Grab yang nyaris diculik namun selamat berkat tombol emergency button.

Mulanya korban memesan layanan GrabCar untuk dua lokasi tujuan. Pertama, kantornya di bilangan Dharmawangsa, lalu kedua ICE BSD. Korban merasa oknum Grab tidak membawanya menuju lokasi, justru menjauhi.

Taksi Online
(Foto: YouTube)

Singkat cerita, ia pun dibawa masuk ke jalan tol arah Merak dengan kecepatan tinggi. Korban yang semakin curiga mencoba klik fitur emergency lalu terhubung dengan operator Grab.

Untunglah kejadian tersebut mendapat respons cepat. Hal itu membuat oknum tersebut panik kemudian segera menurunkan korban di pinggir jalan tol.

Pihak Grab, kini telah menonaktifkan mitra pengemudi tersebut sambil melakukan investigasi lebih lanjut.

BACA JUGA: Musik EDM Identik dengan Narkoba? Salah Besar Men! 

Heboh Penangkapan Lucinta Luna

Peristiwa lain yang membuat heboh publik dan netizen di dunia maya adalah ditangkapnya artis Lucinta Luna dalam kasus dugaan penyalahgunaan narkoba . Polisi juga menemukan sejumlah riklona, tramadol di dalam tas Lucinta Luna serta 3 butir ekstasi.

Lucinta ditangkap bersama dengan tiga orang lainnya. Salah satunya yakni Abash yang diakui Lucinta Luna sebagai kekasihnya. Dua orang lainnya adalah pasangan suami istri yang merupakan kerabat Abash.

(Foto:Instagram.com/lucintaluna)

Penangkapan Lucinta Luna terkait kasus narkoba turut mengungkap identitas kekasihnya, Abash. Abash ternyata seorang perempuan bernama asli Diah Ayu Ashari (DAA).

Dalam akun Instagramnya, pelantun tembang Tanpa Status tersebut kerap mem-posting kebersamaannya bersama Abash dengan menyebut Abash sebagai ‘my future husband’.

BACA JUGA: Ini yang Bikin Film Parasite Layak Dapat 4 Oscar! 

Film Parasite Sukses Boyong Oskar 2020

Di minggu ketiga Februari 2020 Publik pecinta film dan netizen di dunia maya hebo membahas Film Parasite yang menorehkan sejarah di ajang Penganugerahan Piala Oscar 2020 dengan memboyong empat penghargaan sekaligus.

Film Parasite
(Foto: CJ Entertainment/IMDB)

Film garapan sutradara Bong Joon Ho meraih empat Piala Oscar untuk kategori Skenario Asli Terbaik, Film Berbahasa Asing Terbaik, Sutradara Terbaik menjadi Film Terbaik pada Academy Awards 2020, yang digelar di Dolby Theatre, Hollywood, California, Minggu (9/2/2020) lalu.

Kemenangan Film Parasite membuat film tersebut trending di media sosial. Ada lebih dari 600 ribu cuitan tentang film tersebut dan menyebutkan bahwa Parasite layak membawa banyak piala Oscar 2020. (Sbg/Rig)

Comments