Ramalan Kartu Tarot
(Foto: Pixabay)

Sabigaju.com – Hingga saat ini masih banyak orang yang percaya akan ramalan. Baik yang bersumber dari mitos kejadian tertentu, orang lain yang memiliki kemampuan lebih, zodiak hingga ramalan kartu tarot.

Sering kali ramalan kartu tarot dianggap meramal nasib di masa depan. Banyak orang yang menjadikan hasil pembacaan dari kartu tarot sebagai panduan maupun peringatan.

Lantas apakah ramalan kartu tarot berkaitan dengan hal mistis atau punya kaitan dengan logika pengetahuan?

BACA JUGA: Memahami Tipe Kepribadian Extrovert, Introvert, dan Ambivert

Tarot Bukan Hal Mistis

Kartu tarot populer setelah Antoine Court de Gebelin menerbitkan buku pada 1781, yang menyebutkan pendeta-pendeta Mesir kuno sudah melukis kartu tarot berdasar buku Thoth.

Di Indonesia, tarot sudah tidak asing lagi. Kartu yang terdiri dari 78 gambar ini banyak digunakan di berbagai acara, perayaan bahkan di televisi pun sering ditampilkan untuk membaca nasib para selebriti di masa depan.

Meski sudah lazim digunakan sebagai media untuk meramal, namun masih ada masyarakat yang menganggap tarot berkaitan dengan hal-hal mistis.

Pandangan yang cukup revolusioner terhadap ramalan Kartu Tarot diungkap oleh Joan Bunning dalam situs yang dikelolanya.

Menurutnya, Tarot sebenarnya adalah simbol sentuhan alam bawah sadar manusia, yang dalam teori psikologi dapat dipersamakan atau hampir serupa dengan bentuk tes Rorschach inkblot.

BACA JUGA: Sabitalk :Tarot Reading bersama Dokter Falla Adinda 

Ramalan Kartu Tarot dan Teori Alam Bawah Sadar

Psikolog ternama Sigmund Freud  pernah membahas dalam teori alam bawah sadar-nya bahwa simbol-simbol atau gambar tertentu bisa memberikan sugesti kepada manusia ataupun praktisi untuk menjawab pertanyaan atau memberikan saran dalam menyelesaikan masalah kepada pihak kedua yang datang untuk berkonsultasi.

Freud mengakui bahwa gambar dan simbol tertentu adalah salah satu kiat yang cukup manjur untuk menentramkan kegelisahan, kecemasan, dan mengembalikan kepercayan diri seseorang.

Nah oleh Carl G. Jung, seorang psikoterapis dan seorang rekan dari Sigmund Freud, mengembangkan konsep Freud lebih lanjut. Ia menyadari bahwa simbolisme dalam kartu tarot menggambarkan tema-tema yang melekat pada ketidak-sadaran manusia.

BACA JUGA: Foto Pocong Antara Mistis, Phasmophobia Hingga Pareidolia

Secara ilmiah, tentu saja hal ini sangat sulit diterima oleh beberapa pihak. Teori mengenai “alam bawah sadar” ala kartu tarot ini bahkan dianggap sangat bertentangan dengan dunia Barat — yang lebih mengedepankan logika/pemikiran-pemikiran logis, ilmu pasti, dan teknologi dunia modern.

Kontroversi mengenai “teori alam bawah sadar” ini semata-mata karena hal tersebut sangat sulit dan sangat samar untuk diuraikan secara logika.

Meski demikian, medium kartu tarot pun merupakan bagian dari sebuah ilmu pengetahuan yang terus berkembang sejalan dengan zaman. (Sbg/Rig)

Comments