Tindakan Bunuh Diri
(Foto; Unsplash)

Sabigaju.com – Hari ini Selasa (10/9) diperingati sebagai Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia yang mengingatkan kita pada kasus tindakan bunuh diri yang semakin marak terjadi. Tak hanya di Indonesia, kasus bunuh diri juga banyak terjadi di seluruh belahan dunia.

Fenomena kasus tindakan bunuh diri ini tentu dipicu oleh banyak hal, seperti masalah pribadi, kekerasan hingga masalah ekonomi. Selain itu, profesi atau pekerjaan seseorang juga menentukan tingkat risiko bunuh diri.

Seperti apa kaitan antara pekerjaan seseorang dengan tindakan bunuh diri?

BACA JUGA: Depresi Menjadi Alasan Terbesar Kasus Bunuh Diri Selebriti

Penelitian Pekerjaan dan Tindakan Bunuh Diri

Tekanan pekerjaan memang melelahkan secara fisik dan mental. Sehingga kadang sebagian orang memilih melakukan hal-hal bodoh agar semua beban ini menghilang.

Salah satunya adalah dengan jalan mengakhiri hidup dengan jalan bunuh diri. Cara ini dinilai ampuh untuk menyelesaikan semua. Padahal tentu dampaknya ke mana-mana, terutama orang-orang sekitar yang pastinya shock dan kadang malu.

Dalam laporan yang dirilis Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), dilansir dari Workplace Mental Health, menunjukkan bahwa petani dan nelayan memiliki tingkat risiko bunuh diri lebih tinggi, terutama di kalangan pria.

BACA JUGA: Sabitalk: Pahami Depresi Agar Tidak Bunuh Diri!

Sementara itu, orang yang berprofesi sebagai guru dan pustakawan disebut lebih berisiko rendah melakukan bunuh diri. CDC membuat laporan ini melalui sebuah penelitian yang mengategorikan pekerjaan, usia dan jenis kelamin.

Hasilnya, pria 77 persen lebih berisiko bunuh diri daripada wanita yang hanya 23 persen. Selain itu, kerentanan orang yang berusia 16-64 tahun mencapai 85 persen, sedangkan usia 45-54 tahun dinyatakan 23 persen lebih rendah berisiko bunuh diri.

Dan berikut ini daftar pekerjaan yang paling berisiko memicu tindakan bunuh diri.

– Pertanian, perikanan dan kehutanan: 85 persen.
– Konstruksi dan ekstraksi: 53 persen.
– Instalasi, pemeliharaan dan perbaikan: 48 persen.
– Pabrik dan produksi: 35 persen
– Polisi dan pemadam kebakaran: 31 persen
– Artis, komedia dan pekerja media: 24 persen

BACA JUGA: Karena Stigma Jantan, Pria Lebih Stres Dibanding Wanita

Di sisi lain, berikut 3 sektor pekerjaan yang paling berisiko rendah bunuh diri:

– Pekerjaan pendidikan, pelatihan, dan perpustakaan: 7,5 persen.
– Dukungan kantor dan administrasi: 7,9 persen.
– Perawatan dan layanan pribadi: 8,0 persen.

Tindakan bunuh diri tentu hal yang sangat dilarang apa pun alasannya, termasuk pekerjaan. Beban kerja luar biasa tentu bisa disikapi dengan bijaksana, entah meminta keringanan atau apa pun itu.

Pokoknya gaes, jangan sampai gara-gara pekerjaan sampai akhirnya kamu memutuskan mengakhiri hidup lewat tindakan bunuh diri. Nilainya sama sekali tidak seimbang karena pekerjaan bisa dicari sedangkan hidup hanya sekali. (Sbg/Rig)

Comments