putus nyambung
Tren putus-nyambung dalam hubungan percintaan kerap terjadi karena banyak pasangan yang gagal move on. Namun, ternyata dampaknya buruk bagi kesehatan mentalmu. (Foto: independent.co.uk)

Sabigaju.com – Kembali menjalin hubungan dengan mantan pacar atau sering disebut putus nyambung sering terjadi dalam percintaan masyarakat. Tren ini tak hanya menyerang para millenial, namun juga orang-orang yang lebih tua.

Bahkan menurut sebuah penelitian, hubungan yang sering putus nyambung dapat memberikan efek buruk bagi kesehatan mental seseorang.

Namun, mengapa tren putus nyambung ini berdampak negatif?

Putus Nyambung Merupakan Hubungan yang Tidak Sehat

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di University of Missouri, sekitar 60 persen orang dewasa pernah mengalami hubungan putus nyambung. Menurut penelitian tersebut, seseorang yang berada dalam hubungan tidak stabil (putus nyambung) memiliki tingkat pelecehan atau kekerasan yang lebih tinggi, tingkat komitmen rendah dan komunikasi yang lebih buruk dibandingkan dengan yang memiliki hubungan stabil.

Hubungan seperti ini biasanya memiliki efek pada tekanan psikologis seperti depresi dan rasa cemas. “Hubungan yang tidak stabil biasanya terjadi ketika salah satu dari pasangan kurang berkomitmen daripada yang lain,” kata pelatih kencan, James Preece.

Seperti dilansir dalam independent.co.uk, James mengatakan saat seseorang serius dalam suatu hubungan, ia akan menerima perbedaan yang terdapat dalam pasangan mereka karena tidak ingin mengambil resiko kehilangan pasangan.

BACA JUGA:

“Perpisahan itu bisa disebabkan karena perdebatan secara terus-menerus atau perselingkuhan. Walaupun begitu, keduanya tetap tertarik satu sama lain,” kata James.

Menurut James, seseorang akan mempertanyakan pada dirinya sendiri tentang kemampuan dalam mempertahankan sebuah hubungan apabila orang tersebut terbiasa di dalam hubungan yang tidak stabil. Jika ini terjadi, maka rasa cemburu orang tersebut akan semakin meningkat dan berujung pada rasa cemas dan depresi.

Oleh sebab itu, James menyarankan untuk menjalin hubungan yang stabil. “Kesehatan anda lebih penting daripada menghabiskan waktu dengan seseorang yang membuat tidak bahagia,” katanya.

Hasrat Seksual Lebih Besar Dibanding Komitmen

Psikolog Madeleine Mason Roantree mengatakan hubungan yang sering putus nyambung sering terjadi karena kedua pasangan yang tidak cocok tetapi memiliki hasrat seksual besar antara satu sama lain. “Ini adalah ciri khas hubungan tidak baik secara fisik dan emosional,” katanya. Biasanya, pasangan yang berada dalam hubungan seperti ini merasa tidak bisa hidup tanpa satu sama lain, tetapi ketika mereka bersama mereka saling menyakiti.

Karenanya, saat mempertimbangkan kembali dengan mantan kekasih, sangat penting untuk kamu mengingatkan diri sendiri alasan hubungan kalian berakhir.

Selain itu, komunikasi yang jelas tentang apa yang salah dalam hubungan kalian sebelumnya serta mempertimbangkan masalah yang sama akan terjadi lagi menjadi hal yang wajib dipikirkan. (Sbg/Ammy)

Comments