Sabigaju.com – Mitos dan citra dari keluarga kerajaan selalu diidentikkan dengan keturunan yang suci, alim, dan jauh dari tindakan negatif.

Adanya mitos seperti itu membuat keluarga kerajaan dianggap memiliki derajat lebih tinggi daripada rakyat biasa. Namun, apa kenyataannya seperti itu?

Tentu saja jawabannya tidak. Nyatanya, keluarga kerajaan juga tidak bisa lepas dari skandal, terutama tentang seks.

Lantas, seperti apa cerita mengenai skandal seks dalam lingkungan keluarga kerajaan?

BACA JUGA: Potret Pernikahan Keluarga Kerajaan Termegah di Dunia 

Skandal Seks di Keluarga Kerajaan Inggris

Keluarga kerajaan
Walau kerap menampilkan sosok harmonis dan mengesankan dalam Foto. Namun tak dipungkiri kalau  skandal juga menerpa keluarga kerajaan Inggris. (Foto: Harper’s Bazaar)

Peristiwa di Prancis (30/3) menjadi pukulan telak bagi keluarga kerajaan Inggris. David Matthews, mertua dari Pippa Middleton, adik dari istri Pangeran William, Kate Middleton ditangkap aparat lantaran memperkosa anak-anak.

Dilansir dari People Royals, David didakwa atas aksi pemerkosaan di bawah umur yang terjadi pada 1998-1999. Laporan tentang pemerkosaan itu baru diajukan pada tahun 2017.

Pihak keluarga David langsung menanggapi tuduhan tersebut. Dikutip dari The Sun, David Matthews membantah tuduhan tersebut dan menegaskan kasus yang dituduhkan kepadanya tidak benar.

BACA JUGA: Netizen Heboh Bicarakan Pernikahan Raja Malaysia

Kasus David Matthews tersebut menambah daftar panjang skandal keluarga kerajaan Inggris. Sebelumnya, kasus Pangeran George menjadi kasus yang paling menggemparkan.

Pangeran yang bergelar Duke ini dikenal memiliki hidup boros dan suka berselingkuh dengan pria maupun wanita. Atas dasar dirinya yang biseksual, Pangeran George menjadi pangeran yang paling dibenci di seantero Inggris.

Salah satu kasus skandal yang mungkin memiliki akhir bahagia, setidaknya bagi keluarga kerajaan, adalah turun tahtanya Raja Edward VIII.

Pada tahun 1936, Raja Edward VIII menyatakan mundur dari tahta. Alasannya adalah pernikahannya dengan Wallis Simpson tidak direstui. Sontak rakyat Inggris yang tidak terima rajanya mundur, menyalahkan Willis.

Bahkan, publik Inggris berani menyerang rumah Willis hingga ia harus bersembunyi. Pun begitu, Raja Edward VIII tetap memilih istrinya daripada tahta kerajaan. Keduanya hidup bahagia hingga Raja Edward VIII meninggal pada tahun 1972.

BACA JUGA: Saat Tren Pernikahan Ala-Ala Bikin Sakit Kepala Para Pria 

Skandal Seks di Keluarga Kerajaan Arab

Saud Royal Family. (Foto: Business Insider)

Keluarga penjaga kota suci nyatanya juga tidak bisa lepas dari skandal seks. Mulai dari isu istri simpanan hingga dugaan homoseksualitas pernah menjadi topik berita yang menimpa keluarga kerajaan Arab Saudi.

Berita yang paling mengemparkan datang dari Pangeran Saud Bin Abdulaziz Bin Nasir al Saud. Pangeran Saud diadili karena membunuh pelayan prianya di London, 15 Februari 2010.

Dalam pemeriksaannya, selain didakwa bersalah, Pangeran Saud diduga menyukai sesama jenis karena menyewa bodyguard gay di London. Selain itu, Pangeran Saud juga rajin mengecek situs penyedia panti pijat khusus gay di London.

BACA JUGA: Demam Royal Wedding, Tonton 4 Film Berlatar Kerajaan Inggris Ini Yuk!

Pada akhirnya, Pangeran Saud dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh Pengadilan Inggris. Namun, di tahun 2013, Pangeran Saud dideportasi ke Arab Saudi sebagai bagian pertukaran narapidana.

Isu istri simpanan juga pernah menghantam kerajaan Arab Saudi. Janan Harb adalah istri simpanan Pangeran Fahd. Janan pertama kali bertemu Pangeran di sebuah pesta perkawinan warga Pakistan dan Lebanon.

Selang tiga tahun kemudian, Janan menikahi Pangeran Fahd dan tinggal di istana sebagai istri simpanan.

Dua tahun pertama adalah waktu yang indah bagi mereka berdua. Namun, memasuki tahun ketiga, semuanya mulai berubah.

BACA JUGA: Saudi Vision 2030 dan Reformasi untuk Perempuan di Arab Saudi 

Keluarga Pangeran Fahd mulai bersikap buruk kepada Janan. Mereka menganggap Janan tidak pantas bagi Pangeran Fahd lantaran

Janan adalah istri simpanan dan seorang kristen, meskipun pada akhirnya menjadi mualaf. Naas, Janan akhirnya dideportasi ke Inggris tanpa sepengetahuan Pangeran Fahd.

Nasib baik ternyata masih menghinggap Janan. Gugatan terhadap Kerajaan Arab atas kasus pernikahannya dimenangkan di Pengadilan Tinggi Negeri Inggris. Kerajaan Arab wajib membayar ke Janan sebesar 12 juta poundsterling.

Begitulah kisah skandal seks yang berada di lingkungan keluarga kerajaan. Terbukti bahwa keluarga kerajaan tidak selamanya lepas dari skandal.

Bahkan, beberapa anggota kerajaan bisa berlindung di balik statusnya untuk bisa lepas dari skandal.

Seolah-olah mereka memiliki kekebalan akan hukum. Hal seperti ini jelas menjadi ironi, mengingat keluarga kerajaan seharusnya menjadi contoh baik bagi rakyatnya.

Jika hal ini terus dibiarkan, bukan hal yang tidak mungkin bila rakyat mengalami krisis kepercayaan terhadap keluarga kerajaan. (sbg/Erny)

Comments