Sebuah penelitian menyebut kalau cudling bisa meredakan perut kembung
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com Saat kita mengalami kondisi perut kembung pastinya begitu menyiksa dan membuat kita serba salah.

Perut Kembung seringdamenyebabkan rasa sakit, ketidaknyamanan dan membuat perutmu terlihat lebih besar.

Dalam sebuah makalah penelitian baru mengeksplorasi hormonyang keluar saat cuddling  tertentu dapat berperan dalam membantu meredakan kembung yang ditimbulkan oleh stres.

BACA JUGA: Merawat Cinta Biar Nggak Ambyar Saat Pandemi COVID-19

Cuddling redakan Perut Kembung?

Merasa stres dapat menyebabkan penundaan pengosongan lambung (seberapa cepat makanan meninggalkan perut) yang dapat menyebabkan kembung, ketidaknyamanan, dan diare.

Nah, dengan berpelukan menghasilkan hormon anti stres yang dikenal sebagai oksitosin, yang dilepaskan dari hipotalamus di otak.

Bisakah oksitosin membantu mengatur fungsi gastrointestinal? Inilah yang ingin diketahui oleh para peneliti dari Penn State University, College of Medicine.

Tim peneliti menggunakan teknologi mutakhir untuk memanipulasi jalur yang biasanya menerima oksitosin hipotalamus.

Percobaan Lewat Model Tikus

Untuk percobaan mereka, mereka mengarahkan jalur (yaitu neurocircuts) dan mengukur efek pengosongan lambung pada tikus.

Ini dicapai dengan menginfeksi neuron yang mengendalikan saraf oksitosin dengan virus yang memungkinkan jalur untuk diaktifkan atau dihambat.

Para ilmuwan menggunakan model tikus dari berbagai jenis stres, mulai dari stres akut, “adaptasi yang tepat terhadap stres, dan adaptasi yang tidak tepat terhadap stres”.

Mereka menemukan bahwa aktivasi sirkuit oksitosin dapat membalikkan penundaan pengosongan lambung yang biasanya terjadi sebagai respons terhadap stres.

Oksitosin berperan dalam pengosongan lambung dengan cara meningkatkan kontraksi otot (motilitas) lambung.

Ketika tikus terkena stres akut atau sedang, aktivasi jalur oksitosin membalikkan penundaan pengosongan lambung.

Ini menunjukkan bahwa, saat menghadapi stresor, masalah pencernaan bisa dikurangi dengan pelepasan oksitosin.

Selain itu, ketika jalur oksitosin terhalang, terjadi keterlambatan pengosongan lambung. Ini mendukung anggapan bahwa stres dapat menyebabkan masalah gastrointestinal.

Data menunjukkan bahwa oksitosin secara langsung mempengaruhi jalur saraf yang terlibat dalam respons stres.

Selain itu, ia memainkan peran utama dalam respons lambung terhadap stresor.

BACA JUGA: Akankah Kebiasaan Berjabat Tangan Bakal Hilang Selamanya?

Perlu dikembangkan Lebih Lanjut

Para peneliti sekarang berharap untuk “mengembangkan terapi yang ditargetkan untuk memberikan kelegaan” bagi orang yang menderita masalah gastrointestinal.

Secara teori, berpelukan dengan orang yang kamu cintai dapat membantu meredakan perasaan kembung di perut Anda.

Ini karena pelukan mengaktifkan jalur oksitosin, tetapi itu bukan satu-satunya perilaku yang mendorong pelepasannya.

Gerakan penuh kasih apa pun, seperti berhubungan intim dengan satu sama lain, atau memijat dapat meningkatkan kadar oksitosin.

BACA JUGA: Dukungan Sosial yang Dibutuhkan selama Pandemi

Soal Berpelukan di Masa Pandemi

Namun demikian,  untuk urusan cuddling sendiri kita perlu mengikuti teknik pelukan yang baik untuk menjaga risiko penyebaran seminim mungkin. Berikut tipsnya  yah gaes

– Sebelum memeluk tanyakan apakah tidak keberatan jika kita ingin memeluknya.

– Kenakan masker.

– Tahan napas kita saat mendekati orang yang hendak kita peluk itu.

– Menoleh saat berpelukan selama beberapa detik.

– Tetap menahan napas (jangan bicara atau bahkan berbisik).

– Selesai berpelukan, segera mundur setidaknya dua meter.

– Alihkan kepala kita dari orang yang kita peluk itu dan baru kemudian buang napas.

Menggunakan teknik ini akan mengurangi risiko saling menghirup napas satu sama lain yang dikhawatirkan mengandung partikel virus corona, meskipun di antara kalian berdua tidak memiliki gejala Covid-19. (Sbg/Rig)

Comments